KTI perawatan dan perbaikan BOILER PADA KAPA
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayahN YA , maka saya dapat menyelesaikan Tugas Akhir
ini dengan baik guna mendapatkan ijazah Program Diploma I II Teknika di Akademi Pelayaran Niaga Indonesia
Semarang.
Dalam memenuhi karya tulis
ini, saya mengajukan karya tulis
dengan judul : “ PENGARUH PEMANASAN AWAL AIR ISIAN BOILER (ECONOMIZER) TERHADAP EFISIENSI BOILER DI KM. TANTO REJEKI “.
Judul ini saya pilih karena berdasarkan pengalaman dan pengamatan selama saya praktek di KM. TANTO REJEKI , ditambah dengan berbagai disiplin ilmu yang saya dapatkan dari buku-buku referensi yang pernah saya baca.
Di hati Penulisan karya tulis Penyanyi Saya berusaha semaksimal mungkin untuk meninjau memecahkan masalah - masalah Yang Timbul Sesuai dengan kemampuan Dan Pengetahuan Yang Saya Miliki, baik PADA Saat Saya menimba ilmu di bangku kul i ah maupun Pengalaman selama melaksananakan Praktek laut dikapal. Kiranya karya tulis ini dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan bagi rekan - rekan pembaca yang belum memahami atau baru ingin mempelajari hal-hal yang ingin dibahas dalam karya tulis ini, serta menyadari dalam buku tulis ini masih jauh dari segi pembahasan materi maupun dari segi pemilihan kata dan penyusunan kalimatnya. Oleh sebab ITU Saya Sangat mengharapkan adanya tanggapan - tanggapan Berupa Kritik dan Saran Yang bersifat Membangun guna melengkapi karya tulis inisial.
Penulis menyadari bahwa tidak ada bantuan dari pihak - pihak, penulis tidak akan dapat mengakses karya tulis ini. Untuk itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
:
1. Bapak Capt. H. Achmad Sulistyo, MM. M.Mar. S elaku Direktur Akademi Pelayaran Niaga Indonesia Semarang.
2. Kapten Bambang Murdjito, M.Mar.SE. Selaku Pembantu Direktur I.
3. Ibu Tini Utami, SE.M.Si. Selaku Pembantu Direktur II.
4. Bapak Soemedyo, ATT-II Selaku Pembantu Direktur III.
5. Bapak Ali Khamdillah, MA Selaku ketua jurusan TEKNIKA.
6. Bapak Eka Darmana, ST, MT. S elaku Dosen Pembimbing materi Penulisan karya tulis Yang Dengan Sabar Dan tanggung jawab Telah Memberi Dukungan, Bimbingan Dan pengarahan hati Penyusunan karya tulis inisial.
7. Bapak Budi Purnomo ST, ATT-I . S elaku dosen penguji .
8. Ibu tercinta yang memberikan dukungan dan bekerja kepada penulis selama karya tulis ini.
9. Setiap Rahmawati yang memberikan dukungan serta motivasi hidup selama bimbingan karya tulis ini.
10. Nahkoda, Chief Enginer dan perwira - perwira di KM. TANTO REJEKI yang memberikan pengetahuan dalam penyusunan karya tulis ini.
11. Seluruh dosen beserta staf Pembina Akademi Pelayaran Niaga Indonesia Semarang (AKPELNI).
12. Rekan-rekan Se-angkatan 46 dan S e-almamater di AKPELNI Semarang.
13. Semua pihak yang telah membantu sehingga saya dapat menyelesaikan karya tulis ini tepat pada waktunya.
Akhir kata saya mohon maaf ada kesalahan dan kekurangan di dalam karya tulis ini. Saya berharap semoga karya tulis ini dapat bermanfaat dan berguna bagi pembaca yang budima n. Amin
Semarang , 08 Juni 2015
Penulis
B EKTI WIRA FERMADI
NIT. 10.46.2050 / T.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ................................................ .................... i
HALAMAN PENGESAHAN ................................................ ....... ii
KATA PENGANTAR ................................................ .................. iii
ABSTRAKSI ................................................. ...............................
iv
DAFTAR ISI ................................................ ................................ v
DAFTAR GAMBAR ................................................ ................... vi
BAB I PENDAHULUAN ............................................... ............. 1
1.1
Latar Belakang Masalah .......................................... 1
1.2 Identifikasi Masalah ................................................ . 3
1.3 Ruang Lingkup Masalah (Pembatasan Masalah ) .... 3
1.4 Tujuan Penulisan ................................................ ...... 4
1.5 Metode Pengumpulan Data ...................................... 4
1.6 Sistematika Penulisan ............................................... 4
BAB II LANDASAN TEORI .............................................. ........ 6
2.1 Pengertian Dan Definisi Economizer Boiler ............ 6
2.2 K omponen - Komponen Yang Menunjang
Economizer Boiler ................................................ .... 8
2.3
Kerangka Pemikiran ............................................... .. 15
BAB III PEMBAHASAN ............................................... ............. 16
3.1 Deskripsi Data ............................................... ........... 16
3.2 Pembahasan ................................................ .............. 17
BAB V I PENUTUP .............................................. ....................... 26
4 .1
Kesimpulan ............................................................ ............... 26
4 .2
Saran .............................................. ......................... 27
DAFTAR PUSTAKA ................................................ ................ 29
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Skema economizer boiler. 7
Gambar 2.2 Tangki kaskade. 9
Gambar 2.3 Drum dan dapur api. 10
Gambar 2.4 Pembakar. 11
Gambar 2.5 Pompa umpan boiler. 12
Gambar 2.6 Boiler Economizer. 13
Gambar 2.7 Boiler kondensor. 14
Gambar 3.1 Membersihkan boiler economizer eksternal. 18
Gambar 3.2 pengukur pH. 19
GAMBAR 3.3 Impeller pompa pompa sirkulasi. 21
Gambar 3.4 Contoh mechanical seal pompa circulating pump. 22
Gambar 3.5 Gambar kran globe valve non return valve. 22
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada era modern saat ini sangat dibutuhkan tersedianya alat transportasi masal yang sangat efektif. Transportasi laut manjadi pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan akomodasi transportasi yang baik bagi penumpang maupun pengiriman barang antar pulau, antar-negara, atau antar-benua. Kapal laut sebagai alat yang digunakan transportasi memegang peranan yang sangat penting dalam transportasi benua dan negara untuk menangani masalah tersebut maka perusahaan berlayar sebagai penyedia jasa. Armada agar Berusaha yang dimiliki selalu bekerja dengan optimal. Pihak divisi armada tidak mau mengikuti ada salah satu armadanya yang mengalami gangguan atau kerusakan yang dapat menyebabkan terganggunya pelayaran.
Untuk melayani kebutuhan pasar yang semakin meningkat pada bidang transportasi laut dan efisiensi penggunaan bahan bakar, maka diperlukan perawatan dan perbaikan yang terencana terhadap seluruh permesinan dan perlengkapan yang ada dikapal dengan mematuhi semua aturan dan kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh pihak perusahaan atau peraturan buku panduan manual . Armada kapal pada umumnya menggunakan mesin bantu ketel uap dan
economizer boiler sebagai pemanas lanjut untuk kebutuhan diatas kapal, Pengertian dari economizer boiler adalah suatu pesawat yang juga menghasilkan uap dari hasil penyerapan panas sisa pembakaran mesin induk utama pada saat bekerja.
Prinsip kerjanya, proses tersebut menghasilkan uap panas yang dihasilkan oleh air tawar yang berada di dalam pipa-pipa kapiler pada saat gas buang mesin induk melewati pipa - pipa pada economizer boiler tersebut. Suhu yang diserap oleh udara yang dapat mencapai 100 o C kemudian dialirkan oleh pompa sirkulasi air tawar dari kran isapan bawah boiler ke economizer boiler yang sebelumnya di kondensasikan pada pendingin kondensor
kemudian aliran tersebut kembali tangki air terjun
.
KM. Tanto Rejeki adalah jenis kapal yang menggunakan bahan bakar HSD dan FO karena Fuel Oil termasuk jenis bahan bakar yang mempunyai viscosty yang tinggi
sehinga memerlukan penanganan yang khusus, yaitu dengan cara mempertahankan suhu didalam settling tank
dan service tank antara 110 Celcius sampai 115 Celcius . Dengan adanya kebutuhan ini sehingga KM. Tanto Rejeki menggunakan economizer boiler sebagai pemanas lanjut untuk kebutuhan pada Fuel oil pada tangki double bottom , serta Fuel oil settling dan service tankpada saat kapal sudah meninggalkan pelabuhan. Untuk mencapai panas yang maksimal tersebut, maka diperlukan perawatan terhadap economizer boilerharus dilakukan sesuai jadwal. Gangguan - gangguan yang terjadi pada economizer boiler pada kapal KM Tanto Rejeki adalah:
1.
Pipa - pipa kapiler pada economizer boiler tersumbat.
2. Kebocoran pipa economizer yang dilengkapi dengan keluarnya udara pada kran ceratan Turbocharger mesin induk.
Sehingga produksi uap pada economizer boiler tidak maksimal, yang berakibat pemakaian boiler terlalu lama pada saat kapal berlayar meninggalkan pelabuhan. Jika boiler tersebut tidak dijalankan maka dapat menyebabkan suhu minyak bahan bakar turun pada FO double bottom yang berakibat sulitnya minyak bahan bakar tersebut untuk di pompa pada saat mengisi tangki pengendapan dan minyak bahan bakar tersebut tidak bisa dipakai karena memiliki viskositas
yang tinggi pada saat suhu
rendah, padahal normalnya kekentalan
minyak bahan bakar yang dapat digunakan antara 10-15 CST , yang jika dipaksakan akan mengakibatkan mesin diesel tidak bekerja. tersebut akan rusak. Hal ini berakibat pemakaian bahan bakar lebih banyak karena penghemat boiler
Maka berdasarkan kasus - kasus yang pernah terjadi diatas kapal KM. Tanto Rejeki, terutama gangguan - gangguan pada economizer boiler yang atau pernah terjadi maka kami mencoba untuk memaparkan dalam karya tulis yang berjudul “PENGARUH PEMANASAN AWAL AIR ISIAN BOILER (ECONOMIZER) TERHADAP EFISIENSI BOILER DI KM. TANTO REJEKI ” .
1.2 Identifikasi Masalah
Dari permasalahan diatas produksi dalam memenuhi , maka gangguan-gangguan yang menghambat penurunannya uap panas harus dicari jalan keluarnya.
Faktor-faktor apa sajakah yang berhabisnya makan panas pada economizer boiler pada pipa-pipa air, sehingga produksi uap panas tidak optimal?
1.
Banyaknya abu jelaga (karbon deposit) Dari hasil temuan sistemik mesin induk Yang menutupi pipa - pipa pada
economizer boiler.
2.
Filter pompa Air Tawar yang mengecam kotor.
3.
Kinerja pompa sirkulasi air tawar tidak bekerja secara maksimal.
4.
Pipa-pipa pada economizer boiler mengalami kebocoran.
5.
Pipa - pipa pada economizer boiler tersumbat.
6.
Jumlah udara pada boiler berkurang.
7.
Kualitas air tangki cascade
boiler tidak baik sehingga menghasilkan kerak atau endapan.
1.3 Ruang Lingkup Masalah (Pembatasan Masalah)
Untuk mengatasi karya perluasan pada masalah dan keterbatasan waktu dan materi yang akan dibahas dalam tulis ilmiah ini, maka dalam hal ini penulis lebih menitik beratkan pembahasan pada: Faktor - faktor gangguan yang mempengaruhi penyerapan panas pada pipa - pipa kapiler air tawar pada economizer boiler yang dapat berakibat tidak tercapainya suhu
antara 110 o C sampai 115 o C yang berada diatas kapal KM. Tanto Rejeki sehingga pemakaian boiler
dapat berkurang pada saat kapal berlayar di tempat penulis melakukan proyek laut dan penelitian.
1.4 Tujuan Penulisan
Tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan penelitian ini adalah:
1. Untuk melihat penyebab turunnya produksi uap panas pada economizer boiler yang berakibat berkurangnya suhu minyak bahan bakar. Sehingga apa yang terjadi gangguan - gangguan pada sistem dapat dengan cepat menanganinya.
2.
Untuk mengawasi pada economizer boiler agar tidak sampai kerusakan kerusakan dan penggunaan bahan bakar pada boiler dapat dikurangi pada saat kapal berlayar, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan baik kru kapal dan perusahaan.
1.5 Metode Pengumpulan Data
Data adalah suatu yang dapat diketahui dan dapat diketahui gambaran tentang keadaan atau masalah, adapun metode yang digunakan dalam mempelajari data:
1.
Studi Pustaka
Yaitu pengumpulan data yang DENGAN Cara penelahan sastra Yang berkaitan Langsung DENGAN permasalahan Yang diteliti.
2. Observasi Tehnik Langsung.
Yaitu tehnik studi data dimana mengadakan pemantauan secara langsung terhadap gejala - gejala subjek yang diselidiki baik itu dilakukan didalam situasi sebenarnya baik dilakukan didalam situasi yang khusus diadakan.
3.
Teknik Komunikasi Langsung
Yaitu dengan cara saya menanyakan langsung kepada para masinis yang bertanggung jawab terhadap perawatan economizer boiler.
1.6 Sistematika Penulisan
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab I pendahuluan disini penulis menuangkan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, ruang lingkup, dan tujuan. Penulis memberiikan alasan perlunya masalah yang diangkat didalam karya tulis dan hal-hal yang bersifat teknis operasional, kasus-kasus yang terjadi atau yang selama melaksanakan proyek laut. Penulis menyuguhkan batasan-batasan padahal yang dikuasi oleh penulis. Penulis menyajikan gambaran - ide didalam melaksanakan obsevasi selama proyek laut berlangsung dikapal.
BAB II LANDASAN TEORI
Landasan teori ini penulis memberikan kajian-kajian dalam pustaka yang diambil menjunjang karya tulis ini. Bab ini berisikan teori yang diambil dari beberapa sumber yang berupa definisi dan definisi. Bab ini juga menjelaskan konsep dasar sistem, konsep dasar informasi, dan definisi lainya yang berkaitan dengan sistem yang dibahas.
BAB III PEMBAHASAN MASALAH
Bab ini berisikan gambaran tentang economizer boiler sebagai mana fungsi dan bagaimana cara penanganan masalah- masalah yang terjadi pada boiler economizer, dan cara perawatan yang sesuai dengan jam kerja.
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
Dalam laporan dan saran ini penulis yang melaporkan masalah dan permasalahan yang dapat dipahami sehingga dapat dipahami oleh karya tulis ini.
DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka memuat pustaka yang diacu dalam laporan, disusun kebawah menurut abjad nama yang pertama.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 BOILER PENGERTIAN DAN DEFINISI ECONOMIZER
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena berkat
rahmat dan hidayahNYA, maka
penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir
ini dengan baik guna mendapatkan ijazah Program
Diploma III Teknika di Akademi Pelayaran Niaga Indonesia
Semarang.
Dalam
memenuhi karya tulis
ini, saya mengajukan karya tulis
dengan judul : “PENGARUH PEMANASAN AWAL AIR ISIAN BOILER (ECONOMIZER) TERHADAP EFISIENSI BOILER
DI KM. TANTO REJEKI“.
Judul ini saya pilih
karena berdasarkan pengalaman dan pengamatan selama saya praktek di KM. TANTO REJEKI, ditambah dengan berbagai disiplin ilmu yang
saya dapatkan dari buku-buku referensi yang pernah saya baca.
Di dalam penulisan karya tulis ini saya berusaha semaksimal mungkin untuk
memecahkan masalah - masalah yang timbul sesuai dengan kemampuan dan pengetahuan yang saya
miliki, baik pada saat saya menimba ilmu di bangku kuliah maupun pengalaman selama melaksananakan praktek laut dikapal.
Kiranya karya tulis ini dapat bermanfaat untuk
menambah pengetahuan bagi rekan - rekan pembaca yang belum memahami atau baru
ingin mempelajari hal-hal yang ingin dibahas dalam karya tulis ini, serta menyadari dalam penulisan karya tulis ini masih jauh dari sempurna baik dari segi
pembahasan materi maupun dari segi pemilihan kata dan penyusunan kalimatnya. Oleh
sebab itu saya sangat mengharapkan adanya tanggapan - tanggapan berupa kritik
dan saran yang bersifat membangun guna melengkapi karya tulis ini.
Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dari pihak - pihak, penulis tidak
akan dapat menyelesaikan penulisan karya
tulis ini. Untuk itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
:
1. Bapak Capt. H. Achmad Sulistyo, MM. M.Mar.
Selaku Direktur Akademi Pelayaran Niaga Indonesia Semarang.
2. Capt. Bambang Murdjito, M.Mar.SE. Selaku
Pembantu Direktur I.
3. Ibu Tini Utami,SE.M.Si. Selaku Pembantu
Direktur II.
4. Bapak Soemedyo, ATT-II Selaku Pembantu
Direktur III.
5. Bapak Ali Khamdillah, M.A Selaku ketua
jurusan TEKNIKA.
6. Bapak Eka Darmana, ST,MT. Selaku dosen pembimbing materi
penulisan karya tulis yang dengan sabar dan tanggung
jawab telah memberi dukungan, bimbingan dan pengarahan dalam penyusunan karya tulis ini.
7. Bapak Budi Purnomo ST, ATT-I. Selaku dosen penguji.
8. Ibu tercinta yang telah memberikan
dukungan dan dorongan kepada penulis selama penulisan karya tulis ini.
9. Any Rahmawati yang telah memberi dukungan
serta motivasi hidup selama bimbingan karya tulis ini.
10. Nahkoda, Chief Enginer serta perwira - perwira di KM. TANTO REJEKI yang banyak memberikan pengetahuan dalam
penyusunan karya tulis ini.
11. Seluruh dosen beserta staf Pembina Akademi
Pelayaran Niaga Indonesia Semarang (AKPELNI).
12. Rekan-rekan Se-angkatan 46 dan Se-almamater di AKPELNI Semarang.
13. Semua pihak yang telah membantu
sehingga saya dapat menyelesaikan karya tulis ini
tepat pada waktunya.
Akhir kata saya mohon
maaf apabila terdapat kesalahan dan kekurangan di dalam penulisan karya tulis ini. Saya berharap semoga karya tulis ini dapat bermanfaat dan berguna bagi pembaca
yang budiman. Amin
Semarang, 08 Juni 2015
Penulis
BEKTI WIRA FERMADI
NIT. 10.46.2050/ T
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL.................................................................... i
HALAMAN
PENGESAHAN....................................................... ii
KATA PENGANTAR.................................................................. iii
ABSTRAKSI................................................................................
iv
DAFTAR
ISI................................................................................ v
DAFTAR
GAMBAR................................................................... vi
BAB I PENDAHULUAN............................................................ 1
1.1
Latar Belakang Masalah.......................................... 1
1.2 Identifikasi
Masalah................................................. 3
1.3 Ruang
Lingkup Masalah (Pembatasan Masalah)....
3
1.4 Tujuan
Penulisan...................................................... 4
1.5 Metode
Pengumpulan Data...................................... 4
1.6 Sistematika
Penulisan............................................... 4
BAB II LANDASAN TEORI...................................................... 6
2.1 Pengertian
Dan Definisi Economizer Boiler............ 6
2.2 Komponen – Komponen Yang
Menunjang
Economizer
Boiler.................................................... 8
2.3
Kerangka Pemikiran................................................. 15
BAB III PEMBAHASAN............................................................ 16
3.1 Deskripsi
Data.......................................................... 16
3.2 Pembahasan.............................................................. 17
BAB VI PENUTUP..................................................................... 26
4.1
Kesimpulan............................................................. 26
4.2
Saran....................................................................... 27
DAFTAR PUSTAKA................................................................ 29
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Skema economizer boiler. 7
Gambar 2.2 Cascade tank. 9
Gambar 2.3 Drum dan dapur api. 10
Gambar 2.4 Burner. 11
Gambar 2.5 Boiler feed pump. 12
Gambar 2.6 Economizer boiler. 13
Gambar 2.7 Kondensor boiler. 14
Gambar 3.1 Cleaning external economizer boiler. 18
Gambar 3.2 pH
meter. 19
Gambar 3.3 Impeller pompa circulating pump. 21
Gambar 3.4 Contoh
mechanical seal pompa circulating pump. 22
Gambar 3.5 Gambar
kran globe valve non return valve. 22
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada
era modern saat ini sangat dibutuhkan tersedianya alat transportasi masal yang
sangat efektif. Transportasi laut manjadi pilihan utama dalam memenuhi akan
kebutuhan akomodasi transportasi yang baik bagi penumpang maupun pengiriman
barang antar pulau, antar-negara, ataupun antar-benua. Kapal laut sebagai alat
yang digunakan transportasi memegang peranan yang sangat penting didalam
transportasi lintas benua dan negara untuk memenuhi tuntutan tersebut maka
perusahaan pelayaran sebagai penyedia jasa. Berusaha agar armada yang dimiliki
selalu beroperasi dengan optimal. Pihak divisi armada tidak menginginkan
apabila ada salah satu armadanya mengalami gangguan atau kerusakan yang dapat
menyebabkan terganggunya kegiatan pelayaran.
Untuk melayani kebutuhan pasar yang
semakin meningkat pada bidang transportasi laut dan efisiensi penggunaan bahan
bakar , maka diperlukan perawatan dan perbaikan yang terencana terhadap seluruh
permesinan dan perlengkapan yang ada dikapal dengan mematuhi semua aturan dan
kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh pihak perusahaan maupun instruksi buku
panduan manual. Armada kapal pada umumnya menggunakan mesin bantu ketel uap dan
economizer boiler sebagai pemanas lanjut untuk
kebutuhan diatas kapal, Pengertian dari economizer boiler adalah suatu pesawat
yang juga menghasilkan uap dari hasil penyerapan panas sisa pembakaran mesin
induk utama pada saat bekerja.
Adapun
prinsip kerjanya, proses tersebut
menghasilkan uap panas yang dihasilkan oleh air tawar yang berada didalam
pipa-pipa kapiler pada pada saat gas buang mesin induk melewati pipa – pipa
pada economizer boiler tersebut. Suhu
yang diserap oleh air yang dapat mencapai 100 oC kemudian dialirkan
oleh pompa sirkulasi air tawar dari kran isapan bawah boiler ke economizer boiler yang sebelumnya di
kondensasikan pada cooler condensor
kemudian aliran tersebut kembali cascade
tank.
KM. Tanto Rejeki adalah jenis kapal
yang menggunakan bahan bakar HSD dan F.O. karena Fuel Oil termasuk jenis bahan
bakar yang mempunyai viscosty yang tinggi
sehinga memerlukan penanganan yang khusus, yaitu dengan cara
mempertahankan suhu didalam settling tank
dan service tank antara 110 Celcius sampai 115 Celcius. Dengan adanya kebutuhan ini sehingga KM. Tanto Rejeki
menggunakan economizer boiler sebagai
pemanas lanjut untuk kebutuhan pemanasan pada Fuel oil pada tangki double
bottom, serta Fuel oil settling dan
service tank pada saat kapal sudah meninggalkan pelabuhan. Untuk mencapai
panas yang maksimal tersebut, maka diperlukan perawatan terhadap economizer boiler harus dilakukan
sesuai jadwal. Gangguan – gangguan yang
sering terjadi pada economizer boiler pada kapal
KM Tanto Rejeki adalah:
1.
Pipa – pipa kapiler pada economizer boiler tersumbat.
2. Kebocoran pipa economizer yang disertai dengan keluarnya air pada kran ceratan Turbocharger mesin induk.
Sehingga produksi uap pada economizer boiler tidak maksimal,yang
berakibat pemakaian boiler terlalu
lama pada saat kapal berlayar meninggalkan pelabuhan. Jika boiler tersebut tidak dijalankan maka dapat menyebabkan temperature minyak bahan bakar turun
pada FO double bottom yang berakibat
sulitnya minyak bahan bakar tersebut untuk di pompa pada saat mengisi FO settling tank dan minyak bahan bakar
tersebut tidak bisa dipakai karena memiliki viscosity
yang tinggi pada saat temperature
rendah, padahal normalnya viscosity
minyak bahan bakar tersebut yang bisa digunakan antara 10-15 Cst, yang jika dipaksa akan berakibat
mesin diesel tersebut akan rusak. Hal
ini berakibat pemakaian bahan bakar semakin banyak karena economizer boiler tidak bekerja.
Maka berdasarkan kasus - kasus yang pernah terjadi
diatas kapal KM. Tanto Rejeki, terutama gangguan - gangguan pada economizer boiler yang sering atau
pernah terjadi maka kami mencoba untuk memaparkan dalam karya tulis yang
berjudul “ PENGARUH PEMANASAN AWAL AIR
ISIAN BOILER (ECONOMIZER) TERHADAP
EFISIENSI BOILER DI KM. TANTO REJEKI ”.
1.2 Identifikasi Masalah
Dari
permasalahan diatas tersebut dalam memenuhi,maka
gangguan-gangguan yang menghambat proses berkurangnya produksi uap panas harus
dicari jalan keluarnya.
Faktor-faktor
apa sajakah yang mempengaruhi berkurangnya penyerapan panas pada economizer boiler pada pipa-pipa
air,sehingga produksi uap panas tidak optimal ?
1.
Banyaknya abu jelaga (carbon deposite) dari hasil pembakaran
mesin induk yang menutupi pipa – pipa pada
economizer boiler.
2.
Filter Fresh Water pompa circulating kotor.
3.
Kinerja pompa Fresh Water circulating pump tidak bekerja secara maksimal.
4.
Pipa-pipa pada economizer boiler mengalami kebocoran.
5.
Pipa – pipa pada economizer boiler tersumbat.
6.
Jumlah air pada boiler berkurang.
7.
Kualitas air tangki cascade
boiler tidak baik sehingga
menghasilkan kerak atau endapan.
1.3 Ruang Lingkup Masalah (Pembatasan Masalah)
Untuk menghindari terjadinya perluasan pada masalah serta
keterbatasan waktu dan materi yang akan dibahas dalam karya tulis ilmiah ini,
maka dalam hal ini penulis lebih menitik beratkan pembahasan pada : Faktor -
faktor gangguan yang mempengaruhi penyerapan panas pada pipa - pipa kapiler air
tawar pada economizer boiler yang
dapat berakibat tidak tercapainya temperature
antara 110 oC sampai 115 oC yang berada diatas kapal
KM. Tanto Rejeki sehingga pemakaian boiler
dapat berkurang pada saat kapal berlayar di tempat dimana penulis melakukan
proyek laut dan penelitian.
1.4 Tujuan
Penulisan
Tujuan
yang ingin dicapai dalam melakukan penelitian ini adalah :
1. Untuk
mengetahui penyebab turunnya produksi uap panas pada economizer boiler yang
berakibat berkurangnya temperature minyak
bahan bakar. Sehingga apa bila
terjadi gangguan - gangguan pada sistem dapat dengan cepat menanganinya.
2.
Untuk mengetahui perawatan pada economizer boiler agar tidak sampai
terjadi kerusakan dan efisiensi pemakaian bahan bakar pada boiler dapat dikurangi pada saat kapal berlayar, sehingga tidak ada
pihak yang dirugikan baik crew kapal dan perusahaan.
1.5 Metode Pengumpulan Data
Data adalah suatu yang dapat diketahui dan dianggap dapat
memberi gambaran tentang keadaan atau persoalan, adapun metode yang digunakan
dalam pengumpulan data :
1.
Studi Pustaka
Yaitu pengumpulan data dengan cara
penelahan literature yang berkaitan
langsung dengan permasalahan yang diteliti.
2. Tehnik
Observasi Langsung.
Yaitu tehnik pengumpulan data
dimana penyelidik mengadakan pengamatan secara langsung terhadap gejala -
gejala subjek yang diselidiki baik pengamatan itu dilakukan didalam situasi
sebenarnya maupun dilakukan didalam situasi buatan yang khusus diadakan.
3.
Teknik Komunikasi Langsung
Yaitu dengan cara penulis
menanyakan langsung kepada para masinis yang bertanggung jawab terhadap
perawatan economizer boiler.
1.6 Sistematika Penulisan
BAB
I : PENDAHULUAN
Dalam
bab I pendahuluan disini penulis menuangkan tentang latar belakang masalah,
perumusan masalah, ruang lingkup, dan tujuan. Penulis memberiikan alasan
perlunya masalah ini diangkat didalam karya tulis dan hal-hal yang bersifat
teknis operasional, kasus-kasus yang terjadi atau yang dialami selama
melaksanakan proyek laut. Penulis menyuguhkan batasan-batasan padahal yang
dikuasi oleh penulis. Penulis menyajikan gambaran – gambaran didalam
melaksanakan obsevasi selama proyek
laut ini berlangsung dikapal.
BAB
II LANDASAN TEORI
Dalam
landasan teori ini penulis memberikan kajian-kajian dalam pustaka yang diambil
guna menjunjang karya tulis ini. Bab ini berisikan teori yang diambil dari
beberapa sumber yang berupa pengertian dan definisi. Bab ini juga menjelaskan
konsep dasar sistem, konsep dasar informasi, dan definisi lainya yang berkaitan
dengan sistem yang dibahas.
BAB
III PEMBAHASAN MASALAH
Bab
ini berisikan gambaran tentang economizer
boiler sebagai mana fungsi dan bagaimana cara penanganan masalah- masalah
yang terjadi pada economizer boiler, dan
cara perawatan yang sesuai dengan jam kerja.
BAB
IV KESIMPULAN DAN SARAN
Dalam
kesimpulan dan saran ini penulis memberikan kesimpulan dan saran terhadap
permasalahan yang terjadi sehingga pembaca dapat memahami penulisan karya tulis
ini.
DAFTAR
PUSTAKA
Daftar
pustaka memuat pustaka yang diacu dalam penulisan, disusun kebawah menurut
abjad nama penulisan pertama.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 PENGERTIAN DAN DEFINISI ECONOMIZER BOILER
Economizer boiler adalah alat pemindah panas
berbentuk tubular yang digunakan untuk memanaskan air umpan boiler sebelum masuk ke steam drum. Istilah economizer boiler diambil dari kegunaan alat
tersebut, yaitu untuk menghemat
penggunaan bahan bakar dengan mengambil panas (recovery) gas buang sebelum dibuang ke atmosfir.
Biro Efisiensi
Energi (2004) mengatakan
bahwa sebuah economizer
boiler dapat dipakai untuk memanfaatkan panas gas buang untuk
pemanasan awal air umpan boiler.
Setiap penurunan 2200 oC suhu gas buang melalui economizer boiler atau pemanas awal terdapat 1%
penghematan bahan bakar dalam boiler.
Setiap kenaikan 600 oC
suhu air umpan melalui economizer
boiler atau kenaikan 2000 oC suhu udara pembakaran melalui pemanas awal udara, terdapat
1% penghematan bahan bakar dalam boiler.
Kinerja economizer boiler ditentukan oleh fluida yang
mempunyai koefisien perpindahan panas yang rendah yaitu gas. Kecepatan
perpindahan panas dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan koefisien
perpindahan panas total dengan cara mengatur susunan tubing/properti fin dan
meningkatkan luas kontak perpindahan panas. Respon yang dihasilkan oleh economizer boiler adalah
efektifitas perpindahan panas dan biaya operasi. Efektifitas perpindahan panas
adalah besarnya energi yang dapat terambil dari total jumlah energi yang dapat
diserap. Semakin besar efisiensi
perpindahan panas pada economizer
boiler, maka panas gas sisa yang terambil akan semakin banyak.
Semakin besar efektivitas perpindahan panas yang terjadi, maka alat tersebut
semakin efisien. Biaya operasi economizer
boiler ditentukan oleh tenaga fan
dan tenaga pompa. Fan digunakan untuk
mengalirkan udara pembakaran ke boiler
melalui economizer
boiler. Semakin banyak loop
dan semakin rumit susunan tubing pada
economizer boiler maka
tenaga fan yang dibutuhkan semakin
besar.
Pompa digunakan untuk mengalirkan air umpan boiler ke steam drum melalui economizer
boiler. Semakin panjang dan semakin banyak loop pada economizer
boiler, maka tenaga pompa yang dibutuhkan semakin besar. Respon yang
optimum diperoleh menggunakan perancangan.
![]() |
Gambar 2.1 Skema Economizer boiler
Faktor yang mempengaruhi kinerja economizer
boiler sebagai berikut:
a.
Diameter luar tubing, yaitu besarnya
diameter tube yang digunakan dalam menyusun economizer
boiler. Semakin besar diameter tube akan mengakibatkan efektifitas perpindahan panas semakin
berkurang.
b.
Transversal
spacing, yaitu menyatakan jarak antar tube sejajar ke arah lebar economizer
boiler. Semakin lebar jarak antar tube mengakibatkan proses induksi panas dalam economizer boiler semakin berkurang,
sehingga efektifitas perpindahan panas menurun.
c.
Kerapatan fin, yaitu banyaknya fin
tiap inci yang dapat disusun untuk menggabungkan beberapa tube dalam economizer
boiler. Semakin banyak fin
yang tersusun akan mengakibatkan perpindahan panas tidak efektif karena jarak
antar tube yang semakin jauh. Hal ini dikarenakan bila temperatur feedwater tidak baik maka akan mengakibatkan
biaya operasi meningkat.
2.2 KOMPONEN – KOMPONEN YANG MENUNJANG ECONOMIZER BOILER
Komponen – Komponen yang menunjang pengoperasian economizer boiler berdasarkan pengamatan
kami diatas kapal pada saat penulis bekerja sebagai cadet mesin di kapal KM.
Tanto Rejeki. Adapun komponen tersebut adalah sebagai berikut:
1.
Tangki ekspansi
(cascade tank)
Tangki expansi adalah sebuah tangki yang digunakan
untuk menampung air dari kran pengisian dan pengembalian dari system melalui kondensor. Tangki ekspansi dipasang pada tempat yang lebih
tinggi dari system penataan pipa –
pipa yang digunakan untuk menjaga keseimbangan air tawar gravity dalam tangki ekspansi yang dilengkapi dengan control level alarm yang digunakan untuk
mendeteksi volume air ekspansi,
selain itu juga dilengkapi dengan gelas duga yang fungsinya untuk mengetahui
secara manual jumlah air yang ada di tangki.
Gambar 2.2 Cascade tank
2. Boiler
Boiler
adalah suatu bejana tertutup yang digunakan sebagai penghasil panas dengan cara
memanaskan media yang ada di dalam pipa – pipa air dimana panas tersebut
didapat dari hasil pembakaran bahan bakar. Yang terdiri dari :
a.
Drum dan Dapur Api.
Suatu bagian didalam boiler
yang terdapat pipa – pipa
pemanas yang disusun dalam bentuk
berdiri tegak yang
mengelilingi bodi di dalam boiler sebagai
ruang pembakaran yang dihasilkan dari
burner.
![]() |
Gambar 2.3 Drum dan
Dapur api
b.
Burner
Merupakan komponen
pengabutan bahan bakar dengan cara menyemprotkan bahan bakar dengan tekanan
dengan menggunakan pompa F.O Boster Pump dan
electroda ignation root untuk
memercikkan api listrik yang mengakibatkan terjadinya pembakaran didalam ruang
dapur api.

Gambar 2.4 Burner
3.
Pompa Pengisian Air boiler / Boiler
Feed Pump
Adalah suatu alat
yang digunakan untuk pengisian
air di dalam boiler yang bertekanan tinggi yang di gerakkan oleh electromotor . Kapasitas pompa harus
lebih besar minimal 1,25 kali tekanan dalam
boiler dengan menggunakan kran non
return valve pengisian air boiler.pada
prinsipnya boiler feed water pump harus
sanggup melayani kebutuhan air pengisian
boiler yang akan dijadikan uap sampai kapasitas tekanan uap dalam boiler maksimal sehingga boiler akan bekerja dengan aman.
Gambar 2.5 Boiler feed pump
4.
Boiler Circulating Pump
Adalah suatu
pompa yang digerakkan dengan elektro motor yang berfungsi untuk memompa air di
dalam drum boiler yang akan di alirkan ke economiser boiler. Berdasarkan peredaran air ketel ( water circulation).
a. Boiler
dengan peredaran alam ( natural
circulation steam boiler)
yaitu air yang ringan
akan naik sedangkan terjadi konveksi aliran air alami. Boiler ini tidak menggunakan boiler
circulating pump. Karena posisi economizer boiler jadi satu
tepat diatas main
boiler. Contohnya boiler Lancashire,
babcock , Wilcox, hada .
.
b.
Boiler dengan
peredaran paksa ( forced circulation steam boiler)
Yaitu suatu boiler
yang economizernya berada jauh
di atas dan di alirkan dengan
menggunakan pompa centrifugal yang
digerakkan oleh elektromotor. Contohnya la-mont boiler,benson boiler, loeffer boiler, dan velcan boiler.
5.
Economizer
Adalah suatu alat yang terdiri dari pipa – pipa yang
disusun secara interval dengan yang
lainnya berupa economizer
coils , yang dihubungkan dengan manifold gas buang ( flue gas outlet ). Sedangkan
pipa – pipa air tawar di dalam economizer
dihubungkan dengan water inlet dan outlet dari pompa circulating pump.

Gambar
2.6 Economizer boiler
6.
Kondensor
boiler
Kondensor boiler adalah
peralatan yang berfungsi untuk mengubah uap menjadi air. Prinsip kerja Kondensor boiler proses
perubahannya dilakukan dengan cara mengalirkan uap ke dalam suatu ruangan yang
berisi pipa-pipa (tubes). Uap
mengalir di luar pipa-pipa (shell side)
sedangkan air sebagai pendingin mengalir di dalam pipa-pipa (tube side). Kondensor seperti ini disebut kondensor
tipe surface (permukaan). Kebutuhan
air untuk pendingin di kondensor sangat besar sehingga dalam perencanaan
biasanya sudah diperhitungkan. Air pendingin diambil dari sumber yang cukup
persediannya, yaitu dari danau, sungai atau laut. Posisi kondensor boiler umumnya terletak dibawah turbin sehingga
memudahkan aliran uap keluar turbin untuk masuk kondensor boiler karena gravitasi.
![]() |
Gambar 2.7 Kondensor boiler
2.3 KERANGKA PEMIKIRAN
1. WAKTU PENELITIAN
Dalam pembuatan karya tulis
ilmiah ini perlu adanya kerangka pemikiran untuk itu diperlukan pemecahan
masalah . Dibawah ini adalah permasalahan – permasalahan yang sering dihadapi
oleh penulis pada waktu praktek prola
dikapal KM. Tanto Rejeki.
1.
Banyaknya abu jelaga (carbon deposite ) dari hasil pembakaran
mesin induk yang menutupi pipa – pipa pada economizer
boiler.
2.
Pipa – pipa pada economizer boiler mengalami kebocoran.
3.
Pipa – pipa pada economizer boiler
mengalami tersumbat.
4.
Kinerja pompa Fresh water circulating pump tidak bekerja secara maksimal
5.
Kualitas air tangki cascade boiler tidak baik sehingga menghasilkan kerak atau endapan.
2.
TEMPAT PENELITIAN
Tempat dilakukan
penelitian ini merupakan tempat dimana
obyek –obyek yang di amati dan diteliti serta mendukung data – data yang di
kumpulkan untuk memperlancar proses penelitian terhadap masalah yang
dibahas yaitu Pengaruh Pemanasan Awal
Air Isian Boiler ( Economizer)
Terhadap Efisiensi Boiler. Dikapal KM. Tanto Rejeki yang
salah satu milik PT. Tanto Intim Line Surabaya.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 DESKRIPSI
DATA
Sebagaimana telah di ketahui dan di
jelaskan tentang pengertian dan definisi economizer
boiler serta komponen – komponen yang menunjang operasional economizer boiler yang berada dikapal
KM. Tanto Rejeki guna efisiensi pemakaian boiler
dalam operasional kapal untuk penghematan pemakaian bahan bakar.
Dikarenakan bahan bakar KM. Tanto Rejeki
menggunakan MFO dalam operasionalnya maka diperlukan penanganan khusus karena
jenis bahan bakar tersebut mempunyai viscosity
yang tinggi yaitu dengan cara mempertahankan suhu didalam MFO settling, service tank serta tangki double bottom antara suhu 110 oC
sampai 115 oC dengan adanya kebutuhan ini maka peranan economizer boiler sangat dibutuhkan pada
saat kapal berlayar. Untuk itu penulis melakukan penelitian selama praktek laut
di atas kapal KM. Tanto Rejeki untuk mendapatkan data – data dan analisa yang
akan dijabarkan pada karya tulis ilmiah ini sebagai syarat untuk menyelesaikan
studi diploma III pelayaran jurusan tehnika di Akpelni Semarang.
Faktor – faktor yang mempengaruhi berkurangnya penyerapan
panas pada pipa – pipa air tawar didalam economizer
boiler ,sehingga kinerja economizer
boiler dikapal KM. Tanto Rejeki tidak optimal adalah :
1.
Banyaknya abu jelaga (carbon deposite) dari hasil pembakaran
mesin induk yang menutupi pipa – pipa pada economizer
boiler.
2.
Pipa
– pipa pada economizer boiler
mengalami kebocoran.
3.
Kinerja pompa Fresh water circulating pump tidak bekerja secara maksimal.
4.
Kualitas air tangki cascade dan drum boiler tidak baik sehingga menghasilkan kerak
atau endapan.
3.2
PEMBAHASAN
Penyebab faktor – faktor gangguan yang mempengaruhi
penyerapan panas dan cara mengatasinya :
1. Banyaknya
abu jelaga (carbon deposite) dari
hasil pembakaran mesin induk yang menutupi pipa – pipa air pada economizer boiler.
a.
Dikarenakan proses pembakaran dari mesin
induk tidak normal yang disebabkan karena :
1.
Diameter silinder liner sudah mengalami keausan.
2.
Groove
piston dan ring
piston sudah aus atau patah.
3.
Kebocoran Steam seal klep gas buang.
4.
Kerusakan pada nozzle injection valve.
5.
Keausan pada plunyer barrel fuel injectin
pump.
b. Dikarenakan
karena kurangnya perawatan pada economizer
boiler pada saat economizer boiler
tersebut bekerja.
1.
Kurangnya perawatan pembersihan jelaga
pada economizer boiler karena jarang
melakukan shut blow dengan
menggunakan steam.
2.
Kurangnya perawatan pembersihan jelaga
pada economizer boiler dengan
menggunakan chemical dan air tawar
pada saat mesin induk berhenti bekerja.
Cara – cara perawatan :
c.
Melakukan perawatan dan penggantian
sesuai plain maintenance sistem pada
mesin induk untuk mengurangi abu jelaga atau carbon deposite yang menutupi pipa – pipa pada economizer boiler.
1.
Penggantian silinder liner mesin induk
yang sudah mengalami keausan dengan spare
part yang baru.
2.
Penggantian piston dan ring piston
sesuai dengan jam kerja.
3.
Penggantian steam seal exhaust valve yang bocor atau rusak pada saat
penggantian cylinder head serta
dilakukan lapping valve sesuai jam
kerja sekitar 1500 jam
4.
Dilakukan pengecekan ulang penyemprotan fuel injection valve setiap 500 jam jika
tidak sesuai dilakukan penggantian nozzle
baru
5.
Penggantian dan kalibrasi plunyer barrel dan delivery valve fuel injection pump sesuai dengan jam kerja sekitar
8000 jam
d.
Selalu Dilakukan
pembersihan jelaga pada economizer boiler
dengan menggunakan steam (shut blow)
setiap 4 jam sekali pada saat kapal berlayar. Dan selalu dilakukan pembersihan
jelaga pada economizer boiler pada
saat mesin induk berhenti bekerja dengan menggunakan chemical dan air tawar.
Gambar 3.1 Cleaning
external economizer boiler
2. Pipa – pipa pada economizer boiler mengalami kebocoran.
Terjadinya kebocoran pada pipa – pipa
pemanas dapat menyebabkan penyerapan panas pada pipa – pipa air tidak bisa
optimal karena akan mengurangi jumlah air pada system dan tentunya bila hal ini
terjadi terus menerus jumlah panas pada boiler
tidak sesuai dengan yang ditentukan. Terjadinya kebocoran – kebocoran pada pipa
pemanas tersebut mengalami korosi, dimana proses terjadi korosi ini menurut
mekanisme korosi ada dua jenis korosi yaitu :
a.
Korosi karena temperature tinggi
Pada
umumnya logam – logam temperature tinggi sanngat mudah rusak, karena adanya
reaksi yang cepat dengan oksigen dan udara. Kecuali logam mulia yang mempunyai
daya yang sangat rendah terhadap oksigen, Sehingga terbentuk lapisan oksida
yang tipis maka pemanasan akan terurai.
Pada
besi sebenarnya terjadi lapisan oksida yang merata dan kedap, tetapi sering
retak karena molelekul oksida besi besar dari besinya dan timbul dorongan
sesama, dan oksigen dapat berdifusi lagi ke dalamnya, sehingga proses oksidasi
dapat berlangsung lagi. Faktor penentuan terjadinya proses ini adalah
temperatur dan waktu, maka semakin tinggi temperatur maka kecepatan oksidasi
juga meningkat dengan cepat.
b.
Korosi kadar garam
Untuk
pipa – pipa air tawar , dimana air tawar tidak 100 % tawar, dan air tawar
tersebut pasti ada beberapa persen mengandung kadar garam dari air laut.
a.
Kelembaban udara
b.
Adanya oksigen
c.
pH air laut
pH air laut merupakan
suatu indeks kadar ion hidrogen (H+) yang mencirikan keseimbangan asam dan basa
didalam atau pada air laut. Kedua unsur itu sangat berpengaruh dalam
keseimbangan air dalam pengisian air boiler.
Alat untuk mengukur pH air laut adalah pH meter. Sebagaimana diperlihatkan
pada gambar.
Gambar 3.2 pH meter
pH adalah sifat keasaman atau kebasaan suatu benda yang
diukur dengan menggunakan pH meter. Sifat asam mempunyai pH antara 0 hingga 7
dan sifat basa mempunyai nilai pH 7 hingga 14. Sedangkan air laut dan cairan
pemutih mempunyai basa dengan nilai pH 7.
d. Adanya perbedaan potensi semua logam atau
struktur yang tidak sama.
e.
Temperatur kadar zat yang terlarut dalam air laut.
f. Pengelasan logam yang tidak sempurna.
g. Pengecatan yang kurang tepat.
Cara mengatasi
pipa – pipa kapiler pada economizer
boiler yang bocor :
Dengan cara melakukan pengetesan kebocoran dengan fresh water tester dengan tekanan 1.5
kali tekanan kerja pada pipa – pipa kapiler economizer
boiler. Setelah diketahui kebocorannya maka dilakukan tindakan antara lain:
a.
Dengan mengadakan pengelasan pada bagian
pipa – pipa kapiler economizer boiler
yang mengalami kebocoran. Hal ini dilakukan jika pipa pemanas masih layak
pakai dan tidak terjadi korosi.
b.
Dengan melakukan penutupan pada bagian
pipa – pipa kapiler economizer boiler yang
mengalami kebocoran dengan prop yang
berbentuk kerucut, berbahan dasar dari kuningan yang dibentuk disesuaikan
dengan diameter dalam pipa – pipa kapiler tersebut.
3. Kinerja pompa fresh water circulating pump tidak bekerja secara maksimal.
Dikarenakan
prinsip kerja pompa pada economizer
boiler adalah memompa atau memindahkan fluida
yang berupa cairan dari dalam boiler yang akan di alirkan ke economizer boiler maka jika kinerja
pompa fresh water circulating pump
yang tidak bekerja secara maksimal, akan menimbulkan kerusakan pada bahan pipa
– pipa kapiler economizer boiler yang
berupa keretakan pada bahan tersebut. Hal ini disebabkan karena pipa – pipa
kapiler pada economizer boiler tidak
ada cairan atau fluida sebagai
penghantar panas pada saat gas buang mesin induk melewati economizer boiler.
Faktor – faktor yang menyebabkan kinerja pompa circulating pump tidak bekerja
secara maksimal yaitu :
1.
Terjadi keausan atau kerusakan pada impeller pompa circulating pump atau
keausan groove pin pengunci (sepy) pada impeler.
2.
Terjadi kerusakan pada mechanical seal pada pompa circulating pump.
3.
Filter pompa circulating pump kotor.
4.
Kran isapan pada pompa circulating pump mengalami kemacetan
karena adanya kerak atau endapan yang ikut aliran panas.
Cara – cara perawatan dan perbaikan pada pompa circulating pump yang tidak bekerja
secara maksimal :
1.
Mengadakan perbaikan dan penggantian impeller pompa circulating pump sesuai jam kerja.
2.
Mengganti mechanical seal pompa
circulating pump yang mengalami kebocoran sesuai dengan number part yang tercantum pada manual instruction book pompa circulating pump.
3.
Membersihkan filter circulating pump secara teratur pada saat economizer boiler tidak bekerja.
4.
Mengganti atau
melapping ulang kran isapan pompa
circulating pump yang mengalami kerusakan atau kemacetan karena kerak atau
endapan.
Gambar 3.3 Impeller pompa circulating pump
![]() |
Gambar 3.4 contoh
mechanical seal pompa circulating pump.
![]() |
Gambar 3.5 Gambar
kran globe valve non return valve.
4. Kualitas air tangki cascade dan drum boiler tidak
baik sehingga menghasilkan kerak atau
endapan.
Kualitas air tangki cascade dan drum boiler
yang baik sangat di perlukan dalam mempercepat produksi steam , serta merawat bagian pipa – pipa kapiler pada economizer boiler dari korosi. Oleh
karena itu dibutuhkan perawatan air pada tangki cascade (air condensat)
dan air ketel di dalam drum boiler.
Didalam air ketel selalu ada bahan – bahan yang tidak di inginkan dan hal ini
disebabkan oleh :
1.
Rembesan pada pipa – pipa kondensor k.l 50 kg/hari.
2.
Ikut dengan air pengisian yang digunakan
untuk mengisi kekurangan karena pemakaian dan kebocoran. Air pengisian demikian
dapat berasal dari :
a.
Air yang di suplai dari darat.
b.
Air sulingan yang berasal dari produksi fresh water generator yang masih
mengandung endapan dan kapur.
Berikut ini bahan – bahan yang ikut dalam kandungan air pengisian :
1.
Bikarbonat
: Ca (HCO3)2,
Mg (HCO3)2.
2.
Sulphat
dan
Chlorida : CaSO4, MgSO4, CaCl2,
NgCl2.
3.
Garam dapur : NaCl.
4.
Silisium
dioksida :
SiO2 : air tawar 50 mg/ltr, air laut 1 mg/ltr.
5.
Gas – gas : O2 : CO2 :
NH3 : N2.
6.
Bahan – bahan organis : sisa tumbuh – tumbuhan dan binatang.
Golongan kekerasan didalam kandungan air dibagi menjadi 3 antar lain :
1.
Golongan I dan II : Bahan didalam
kandungan air yang sukar untuk memproduksi uap.
2.
Golongan I (bahan kekerasan sementara) :
Bahan didalam kandungan air sangat mudah sekali larut dalam air pada suhu
rendah , dan sebaliknya akan memisah pada suhu yang tinggi (kekerasan bikarbonat). Didalamnya mengandung Co2
yang tidak diinginkan yang dapat merusak material bahan pipa – pipa kapiler
yang mengandung besi baja.
3.
Golongan II ( kekerasan kekal) : Bahan
didalam air yang mengandung kapur atau CaSO4 yang bila dipanaskan akan menjadi lapisan
yang keras berbentuk kerak atau batu ketel. Hal ini sangat menghambat
penyerapan panas dan dapat menurunkan kekuatan bahan.
Adapun pula bahan – bahan larutan didalam air pengisian yang
tidak berguna dapat menimbulkan endapan didalam drum boiler maupun didalam tangki cascade.
Untuk itu sering dilakukan pembuangan air dalam drum boiler dengan cara blow down
hal ini digunakan untuk membuang endapan – endapan lunak dan melayang pada
kandungan air didalam drum boiler
sedangkan endapan – endapan keras yang berupa batu ketel dapat dibersihkan
dengan cara manual pada saat perbaikan boiler
dan economizer waktu docking 2
tahunan. Sedangkan endapan yang diluar drum boiler
adalah berupa busa yang dapat menimbulkan endapan garam yang dapat menyebabkan
korosi pada pipa – pipa baik dalam drum boiler
maupun didalam economizer boiler .
Hal ini juga dapat meningkatkan kenaikan suhu pada material bahan pipa – pipa kapiler
pada economizer boiler yang
mengakibatkan perubahan bentuk atau korasi.
Syarat
– syarat air pengisian pada drum boiler
dan tangki cascade :
1.
Tidak boleh terjadi endapan keras atau
melekat seperti zat calsium dan magnesium yang harus dikeluarkan dengan kata
lain air harus di lunakkan.
2.
Air tidak boleh mengandung garam yang
masih larut meskipun berkadar yang rendah, hal ini untuk mencegah korosi dan
juga untuk mengurangi produksi uap basa yang dapat menimbulkan endapan.
3.
Di dalam air tidak boleh mengandung gas
yang dapat menyebabkan korosi.
4.
Nilai pH dari air tidak boleh pada
tingkat yang agresif pada baja,
a.
Nilai pH air normal 7.
b.
Nilai pH air diatas 7 mengandung
kandungan basa.
c.
Nilai pH air dibawah 7 mengandung
kandungan asam.
Untuk memenuhi syarat tersebut dilakukan perawatan antara
lain :
1.
Dengan menambahkan bahan – bahan kima
pada air ketel maupun air tangki cascade,
sesuai dengan dosis hasil dari pemeriksaan air dari dalam ketel maupun air dari
tangki cascade. Pemeriksaan air ketel
tersebut antara lain pengetesan kadar fosfat,
p – alkalitas, t(m) – alkalitas, kadar chlorida,
hydrazine. Sedangkan pemeriksaan air condensat pada tangki cascade antara
lain dilakukan pengetesan nilai pH dan salinitas. Pemeriksaan tersebut harus
dilakukan secara teratur satu hari sekali.
2.
Dilakukan pembuangan air ketel maupun
air tangki cascade bila menunjukkan
kenaikan kadar garam dengan cara blow
down.
3.
Dilakukan pemanasan awal dengan
mencampurkan chemical untuk
menghilangkan CO2 dan O2., yang dapat
menimbulkan korosi.
BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Berdasarkan
uraian dan permasalahan serta penjelasan yang telah penulis uraikan pada
bab-bab sebelumnya, maka penulis mengambil kesimpulan hal-hal sebagai berikut:
1.
Yang menjadi permasalahan utama pada
economizer boiler di KM Tanto Rejeki adalah: Turunnya produksi uap panas pada economizer boiler yang berakibat
berkurangnya temperature minyak bahan bakar. Penyebab dari permasalahan diatas adalah:
a.
Banyaknya abu
jelaga (carbon deposite) dari hasil
pembakaran mesin induk yang tidak sempurna, sehingga abu jelaga menutupi pipa- pipa kapiler pada economizer boiler. Oleh
karena itu penyerapan panas pada pipa – pipa kapiler tersebut mengalami
hambatan.
b.Banyaknya pipa – pipa
kapiler economizer boiler yang
mengalami kebocoran sehingga produksi uap pada economizer boiler mengalami penurunan dan pemakaian air boiler
menjadi boros.
c. Performance
fresh water circulating pump mengalami penurunan tekanan karena adanya
keausan pada impeller pompa dan
terjadinya kebocoran pada mechanical seal, serta terjadi kemacetan pada valve globe non return valve baik pada sisi isapan maupun pada sisi tekan. Yang
mengakibatkan aliran air dalam drum boiler
ke economizer boiler tidak lancar,
sehingga akan terjadi keretakan pada pipa –pipa kapiler tersebut karena
kelebihan panas.
d.Kualitas air tangki cascade maupun air didalam drum boiler yang tidak sesuai standart karena
mengandung banyak endapan dan kadar garam yang mengakibatkan tersumbatnya pipa
– pipa kapiler dan terjadi korosi.
2.
Penyebab dari
permasalahan economizer boiler agar tidak sampai terjadi kerusakan dan
efisiensi pemakaian bahan bakar pada boiler dapat dikurangi pada saat kapal
berlayar adalah :
a.
Penerapan sistem
perawatan berencana (Plan Maintenance
Sistem) belum terlaksana dengan baik dan benar karena para pelaksana kurang
memahami tentang prosedur perawatan
economizer boiler sesuai dengan buku petunjuk pengoperasian economizer boiler.
b.
Sering terlambatnya suku cadang sehingga
pelaksanaan perawatan tidak bisa maksimal.
4.2
SARAN
Untuk
mengatasi pengaruh penyerapan panas pada pipa – pipa kapiler pada economizer boiler agar selalu bekerja
secara optimal, dapat di lakukan dengan cara :
1.
Sebaiknya melakukan perawatan dan
penggantian sesuai plain maintenance
sistem pada mesin induk untuk mengurangi abu jelaga akibat hasil pembakaran
yang tidak sempurna.
2.
Sebaiknya dilakukan perawatan
pembersihan pada kisi – kisi pada saat economizer
boiler tersebut bekerja dengan cara melakukan shut blow dengan menggunakan steam
dari boiler setiap 4 jam sekali pada
saat jaga laut.
3.
Sebaiknya dilakukan pembersihan secara
manual sesuai dengan jam kerja pada saat economizer
boiler tidak beroperasi dengan menggunakan
cairan campuran chemical dan
air dengan cara water spray .
4.
Sebaiknya selalu dilakukan pengecekan
pada drain turbo charger saat mesin
induk berhenti beroperasi, tujuannya untuk mengetahui apakah ada kebocoran pada
pipa – pipa kapiler economizer boiler ataupun
terjadi keretakan pada casing turbo
charger.
5.
Sebaiknya selalu dilakukan pengecekan dan
perbaikan pada circulating pump jika
terjadi kebocoran pada mechanical seal
dan melakukan penggantian spare part
circulating pump tersebut sesuai dengan jam kerja, serta sering melakukan
pembersihan filter isapan pompa
tersebut.
6.
Sebaiknya selalu melakukan pengetesan
pada air cascade maupun air boiler setiap lima hari sekali, dan
memberikan treatment chemical sesuai
dosis dari hasil pengetesan tersebut. Apabila setelah dilakukan pengetesan air
tersebut dinyatakan tidak layak pakai maka dilakukan blow down pada drum boiler
dengan cara memindahkan switch pompa
feed pump pada posisi auto serta kran
buangan pada overboard dibuka. Lalu kran drain pada drum boiler di cerat hingga pompa feed
pump tersebut otomatis jalan dan kran drain ditutup semua.
DAFTAR PUSTAKA
Akbar MS. 2009.
Makalah tentang kinerja economizer pada
boiler – jurnal tehnik industri.blogspot.com
Bahrudin. 2014.
Http://www.academia.edu/ Peningkatan efisiensi boiler dengan
menggunakan economizer.
Detikblog. com.
2007. http://pembangkit. Blogdetik.com/system-boiler-feed-water-economizer-superheater-desuperheater/.
Djokosetyardjo MJ. 1989. Ketel Uap. Jakarta. NV Sapdodadi.
Biro Efisiensi Energi (2004) laki-laki g Atakan bahwa Sebuah economizer
boiler DAPAT Dipakai untuk review memanfaatkan Panas gas Buang untuk review Pemanasan Awal udara SAR Pembuatan boiler . Setiap penurunan 2200 o C suhu gas buang melalui economizer boiler atau pemanas awal terdapat 1% pengurangan bahan bakar dalam boiler . Setiap kenaikan 600 o C suhu udara umpan melalui economizer
boiler atau kenaikan 2000 o C suhu udara pembakaran melalui pemanas awal udara, terdapat 1% persediaan bahan bakar dalam boiler . Boiler penghemat kinerja ditentukan oleh fluida yang mempunyai koefisien panas yang rendah yaitu gas. Kecepatan panas dapat ditingkatkan dengan meningkatkan cara meningkatkan panas perpindahan total dengan cara membina susunan tubing / properti fin dan meningkatkan kontak wilayah panas. Respon yang dihasilkan oleh economizer boiler adalah efektifitas perpindahan panas dan biaya operasi. Efektifitas perpindahan panas adalah besarnya energi yang dapat terambil dari total jumlah energi yang dapat diserap. Semakin gede Efisiensi perpindahan Panas PADA economizer economizer
boiler ditentukan Oleh Tenaga fan
Dan Tenaga pompa. Fan digunakan untuk mengalirkan udara pembakaran ke
boiler, maka panas sisa gas yang terambil akan semakin banyak. Semakin besar kecepatan tinggi yang terjadi, maka alat tersebut semakin efisien. Biaya operasiboiler
melalui economizer
boiler . Semakin banyak loop
dan semakin rumit susunan tubing pada
economizer boiler maka tenaga kipas yang dibutuhkan semakin besar.
Pompa yang digunakan untuk mengalirkan udara umpan boiler ke steam drum melalui economizer
boiler . Semakin panjang dan semakin banyak loop pada economizer
boiler , maka tenaga pompa yang dibutuhkan semakin besar. Respon yang diperoleh secara optimal menggunakan perancanga n.
![]() |
Gambar 2.1 Skema Economizer boiler
Faktor yang mempengaruhi kinerja economizer
boiler sebagai berikut:
a.
Diameter luar tubing, yaitu besarnya
diameter tube yang digunakan dalam menyusun economizer
boiler. Semakin besar diameter tube akan mengakibatkan efektifitas perpindahan panas semakin
berkurang.
b.
Transversal
spacing, yaitu menyatakan jarak antar tube sejajar ke arah lebar economizer
boiler. Semakin lebar jarak antar tube mengakibatkan proses induksi panas dalam economizer boiler semakin berkurang,
sehingga efektifitas perpindahan panas menurun.
c.
Kerapatan fin, yaitu banyaknya fin
tiap inci yang dapat disusun untuk menggabungkan beberapa tube dalam economizer
boiler. Semakin banyak fin
yang tersusun akan mengakibatkan perpindahan panas tidak efektif karena jarak
antar tube yang semakin jauh. Hal ini dikarenakan bila temperatur feedwater tidak baik maka akan mengakibatkan
biaya operasi meningkat.
2.2 KOMPONEN – KOMPONEN YANG MENUNJANG ECONOMIZER BOILER
Komponen – Komponen yang menunjang pengoperasian economizer boiler berdasarkan pengamatan
kami diatas kapal pada saat penulis bekerja sebagai cadet mesin di kapal KM.
Tanto Rejeki. Adapun komponen tersebut adalah sebagai berikut:
1.
Tangki ekspansi
(cascade tank)
Tangki expansi adalah sebuah tangki yang digunakan
untuk menampung air dari kran pengisian dan pengembalian dari system melalui kondensor. Tangki ekspansi dipasang pada tempat yang lebih
tinggi dari system penataan pipa –
pipa yang digunakan untuk menjaga keseimbangan air tawar gravity dalam tangki ekspansi yang dilengkapi dengan control level alarm yang digunakan untuk
mendeteksi volume air ekspansi,
selain itu juga dilengkapi dengan gelas duga yang fungsinya untuk mengetahui
secara manual jumlah air yang ada di tangki.

Gambar 2.2 Cascade tank
2. Boiler
Boiler
adalah suatu bejana tertutup yang digunakan sebagai penghasil panas dengan cara
memanaskan media yang ada di dalam pipa – pipa air dimana panas tersebut
didapat dari hasil pembakaran bahan bakar. Yang terdiri dari :
a.
Drum dan Dapur Api.
Suatu bagian didalam boiler
yang terdapat pipa – pipa
pemanas yang disusun dalam bentuk
berdiri tegak yang
mengelilingi bodi di dalam boiler sebagai
ruang pembakaran yang dihasilkan dari
burner.
![]() |
Gambar 2.3 Drum dan
Dapur api
b.
Burner
Merupakan komponen
pengabutan bahan bakar dengan cara menyemprotkan bahan bakar dengan tekanan
dengan menggunakan pompa F.O Boster Pump dan
electroda ignation root untuk
memercikkan api listrik yang mengakibatkan terjadinya pembakaran didalam ruang
dapur api.

Gambar 2.4 Burner
3.
Pompa Pengisian Air boiler / Boiler
Feed Pump
Adalah suatu alat
yang digunakan untuk pengisian
air di dalam boiler yang bertekanan tinggi yang di gerakkan oleh electromotor . Kapasitas pompa harus
lebih besar minimal 1,25 kali tekanan dalam
boiler dengan menggunakan kran non
return valve pengisian air boiler.pada
prinsipnya boiler feed water pump harus
sanggup melayani kebutuhan air pengisian
boiler yang akan dijadikan uap sampai kapasitas tekanan uap dalam boiler maksimal sehingga boiler akan bekerja dengan aman.

Gambar 2.5 Boiler feed pump
4.
Boiler Circulating Pump
Adalah suatu
pompa yang digerakkan dengan elektro motor yang berfungsi untuk memompa air di
dalam drum boiler yang akan di alirkan ke economiser boiler. Berdasarkan peredaran air ketel ( water circulation).
a. Boiler
dengan peredaran alam ( natural
circulation steam boiler)
yaitu air yang ringan
akan naik sedangkan terjadi konveksi aliran air alami. Boiler ini tidak menggunakan boiler
circulating pump. Karena posisi economizer boiler jadi satu
tepat diatas main
boiler. Contohnya boiler Lancashire,
babcock , Wilcox, hada .
.
b.
Boiler dengan
peredaran paksa ( forced circulation steam boiler)
Yaitu suatu boiler
yang economizernya berada jauh
di atas dan di alirkan dengan
menggunakan pompa centrifugal yang
digerakkan oleh elektromotor. Contohnya la-mont boiler,benson boiler, loeffer boiler, dan velcan boiler.
5.
Economizer
Adalah suatu alat yang terdiri dari pipa – pipa yang
disusun secara interval dengan yang
lainnya berupa economizer
coils , yang dihubungkan dengan manifold gas buang ( flue gas outlet ). Sedangkan
pipa – pipa air tawar di dalam economizer
dihubungkan dengan water inlet dan outlet dari pompa circulating pump.

Gambar
2.6 Economizer boiler
6.
Kondensor
boiler
Kondensor boiler adalah
peralatan yang berfungsi untuk mengubah uap menjadi air. Prinsip kerja Kondensor boiler proses
perubahannya dilakukan dengan cara mengalirkan uap ke dalam suatu ruangan yang
berisi pipa-pipa (tubes). Uap
mengalir di luar pipa-pipa (shell side)
sedangkan air sebagai pendingin mengalir di dalam pipa-pipa (tube side). Kondensor seperti ini disebut kondensor
tipe surface (permukaan). Kebutuhan
air untuk pendingin di kondensor sangat besar sehingga dalam perencanaan
biasanya sudah diperhitungkan. Air pendingin diambil dari sumber yang cukup
persediannya, yaitu dari danau, sungai atau laut. Posisi kondensor boiler umumnya terletak dibawah turbin sehingga
memudahkan aliran uap keluar turbin untuk masuk kondensor boiler karena gravitasi.
![]() |
Gambar 2.7 Kondensor boiler
2.3 KERANGKA PEMIKIRAN
1. WAKTU PENELITIAN
Dalam pembuatan karya tulis
ilmiah ini perlu adanya kerangka pemikiran untuk itu diperlukan pemecahan
masalah . Dibawah ini adalah permasalahan – permasalahan yang sering dihadapi
oleh penulis pada waktu praktek prola
dikapal KM. Tanto Rejeki.
1.
Banyaknya abu jelaga (carbon deposite ) dari hasil pembakaran
mesin induk yang menutupi pipa – pipa pada economizer
boiler.
2.
Pipa – pipa pada economizer boiler mengalami kebocoran.
3.
Pipa – pipa pada economizer boiler
mengalami tersumbat.
4.
Kinerja pompa Fresh water circulating pump tidak bekerja secara maksimal
5.
Kualitas air tangki cascade boiler tidak baik sehingga menghasilkan kerak atau endapan.
2.
TEMPAT PENELITIAN
Tempat dilakukan
penelitian ini merupakan tempat dimana
obyek –obyek yang di amati dan diteliti serta mendukung data – data yang di
kumpulkan untuk memperlancar proses penelitian terhadap masalah yang
dibahas yaitu Pengaruh Pemanasan Awal
Air Isian Boiler ( Economizer)
Terhadap Efisiensi Boiler. Dikapal KM. Tanto Rejeki yang
salah satu milik PT. Tanto Intim Line Surabaya.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 DESKRIPSI
DATA
Sebagaimana telah di ketahui dan di
jelaskan tentang pengertian dan definisi economizer
boiler serta komponen – komponen yang menunjang operasional economizer boiler yang berada dikapal
KM. Tanto Rejeki guna efisiensi pemakaian boiler
dalam operasional kapal untuk penghematan pemakaian bahan bakar.
Dikarenakan bahan bakar KM. Tanto Rejeki
menggunakan MFO dalam operasionalnya maka diperlukan penanganan khusus karena
jenis bahan bakar tersebut mempunyai viscosity
yang tinggi yaitu dengan cara mempertahankan suhu didalam MFO settling, service tank serta tangki double bottom antara suhu 110 oC
sampai 115 oC dengan adanya kebutuhan ini maka peranan economizer boiler sangat dibutuhkan pada
saat kapal berlayar. Untuk itu penulis melakukan penelitian selama praktek laut
di atas kapal KM. Tanto Rejeki untuk mendapatkan data – data dan analisa yang
akan dijabarkan pada karya tulis ilmiah ini sebagai syarat untuk menyelesaikan
studi diploma III pelayaran jurusan tehnika di Akpelni Semarang.
Faktor – faktor yang mempengaruhi berkurangnya penyerapan
panas pada pipa – pipa air tawar didalam economizer
boiler ,sehingga kinerja economizer
boiler dikapal KM. Tanto Rejeki tidak optimal adalah :
1.
Banyaknya abu jelaga (carbon deposite) dari hasil pembakaran
mesin induk yang menutupi pipa – pipa pada economizer
boiler.
2.
Pipa
– pipa pada economizer boiler
mengalami kebocoran.
3.
Kinerja pompa Fresh water circulating pump tidak bekerja secara maksimal.
4.
Kualitas air tangki cascade dan drum boiler tidak baik sehingga menghasilkan kerak
atau endapan.
3.2
PEMBAHASAN
Penyebab faktor – faktor gangguan yang mempengaruhi
penyerapan panas dan cara mengatasinya :
1. Banyaknya
abu jelaga (carbon deposite) dari
hasil pembakaran mesin induk yang menutupi pipa – pipa air pada economizer boiler.
a.
Dikarenakan proses pembakaran dari mesin
induk tidak normal yang disebabkan karena :
1.
Diameter silinder liner sudah mengalami keausan.
2.
Groove
piston dan ring
piston sudah aus atau patah.
3.
Kebocoran Steam seal klep gas buang.
4.
Kerusakan pada nozzle injection valve.
5.
Keausan pada plunyer barrel fuel injectin
pump.
b. Dikarenakan
karena kurangnya perawatan pada economizer
boiler pada saat economizer boiler
tersebut bekerja.
1.
Kurangnya perawatan pembersihan jelaga
pada economizer boiler karena jarang
melakukan shut blow dengan
menggunakan steam.
2.
Kurangnya perawatan pembersihan jelaga
pada economizer boiler dengan
menggunakan chemical dan air tawar
pada saat mesin induk berhenti bekerja.
Cara – cara perawatan :
c.
Melakukan perawatan dan penggantian
sesuai plain maintenance sistem pada
mesin induk untuk mengurangi abu jelaga atau carbon deposite yang menutupi pipa – pipa pada economizer boiler.
1.
Penggantian silinder liner mesin induk
yang sudah mengalami keausan dengan spare
part yang baru.
2.
Penggantian piston dan ring piston
sesuai dengan jam kerja.
3.
Penggantian steam seal exhaust valve yang bocor atau rusak pada saat
penggantian cylinder head serta
dilakukan lapping valve sesuai jam
kerja sekitar 1500 jam
4.
Dilakukan pengecekan ulang penyemprotan fuel injection valve setiap 500 jam jika
tidak sesuai dilakukan penggantian nozzle
baru
5.
Penggantian dan kalibrasi plunyer barrel dan delivery valve fuel injection pump sesuai dengan jam kerja sekitar
8000 jam
d.
Selalu Dilakukan
pembersihan jelaga pada economizer boiler
dengan menggunakan steam (shut blow)
setiap 4 jam sekali pada saat kapal berlayar. Dan selalu dilakukan pembersihan
jelaga pada economizer boiler pada
saat mesin induk berhenti bekerja dengan menggunakan chemical dan air tawar.
Gambar 3.1 Cleaning
external economizer boiler
2. Pipa – pipa pada economizer boiler mengalami kebocoran.
Terjadinya kebocoran pada pipa – pipa
pemanas dapat menyebabkan penyerapan panas pada pipa – pipa air tidak bisa
optimal karena akan mengurangi jumlah air pada system dan tentunya bila hal ini
terjadi terus menerus jumlah panas pada boiler
tidak sesuai dengan yang ditentukan. Terjadinya kebocoran – kebocoran pada pipa
pemanas tersebut mengalami korosi, dimana proses terjadi korosi ini menurut
mekanisme korosi ada dua jenis korosi yaitu :
a.
Korosi karena temperature tinggi
Pada
umumnya logam – logam temperature tinggi sanngat mudah rusak, karena adanya
reaksi yang cepat dengan oksigen dan udara. Kecuali logam mulia yang mempunyai
daya yang sangat rendah terhadap oksigen, Sehingga terbentuk lapisan oksida
yang tipis maka pemanasan akan terurai.
Pada
besi sebenarnya terjadi lapisan oksida yang merata dan kedap, tetapi sering
retak karena molelekul oksida besi besar dari besinya dan timbul dorongan
sesama, dan oksigen dapat berdifusi lagi ke dalamnya, sehingga proses oksidasi
dapat berlangsung lagi. Faktor penentuan terjadinya proses ini adalah
temperatur dan waktu, maka semakin tinggi temperatur maka kecepatan oksidasi
juga meningkat dengan cepat.
b.
Korosi kadar garam
Untuk
pipa – pipa air tawar , dimana air tawar tidak 100 % tawar, dan air tawar
tersebut pasti ada beberapa persen mengandung kadar garam dari air laut.
a.
Kelembaban udara
b.
Adanya oksigen
c.
pH air laut
pH air laut merupakan
suatu indeks kadar ion hidrogen (H+) yang mencirikan keseimbangan asam dan basa
didalam atau pada air laut. Kedua unsur itu sangat berpengaruh dalam
keseimbangan air dalam pengisian air boiler.
Alat untuk mengukur pH air laut adalah pH meter. Sebagaimana diperlihatkan
pada gambar.
Gambar 3.2 pH meter
pH adalah sifat keasaman atau kebasaan suatu benda yang
diukur dengan menggunakan pH meter. Sifat asam mempunyai pH antara 0 hingga 7
dan sifat basa mempunyai nilai pH 7 hingga 14. Sedangkan air laut dan cairan
pemutih mempunyai basa dengan nilai pH 7.
d. Adanya perbedaan potensi semua logam atau
struktur yang tidak sama.
e.
Temperatur kadar zat yang terlarut dalam air laut.
f. Pengelasan logam yang tidak sempurna.
g. Pengecatan yang kurang tepat.
Cara mengatasi
pipa – pipa kapiler pada economizer
boiler yang bocor :
Dengan cara melakukan pengetesan kebocoran dengan fresh water tester dengan tekanan 1.5
kali tekanan kerja pada pipa – pipa kapiler economizer
boiler. Setelah diketahui kebocorannya maka dilakukan tindakan antara lain:
a.
Dengan mengadakan pengelasan pada bagian
pipa – pipa kapiler economizer boiler
yang mengalami kebocoran. Hal ini dilakukan jika pipa pemanas masih layak
pakai dan tidak terjadi korosi.
b.
Dengan melakukan penutupan pada bagian
pipa – pipa kapiler economizer boiler yang
mengalami kebocoran dengan prop yang
berbentuk kerucut, berbahan dasar dari kuningan yang dibentuk disesuaikan
dengan diameter dalam pipa – pipa kapiler tersebut.
3. Kinerja pompa fresh water circulating pump tidak bekerja secara maksimal.
Dikarenakan
prinsip kerja pompa pada economizer
boiler adalah memompa atau memindahkan fluida
yang berupa cairan dari dalam boiler yang akan di alirkan ke economizer boiler maka jika kinerja
pompa fresh water circulating pump
yang tidak bekerja secara maksimal, akan menimbulkan kerusakan pada bahan pipa
– pipa kapiler economizer boiler yang
berupa keretakan pada bahan tersebut. Hal ini disebabkan karena pipa – pipa
kapiler pada economizer boiler tidak
ada cairan atau fluida sebagai
penghantar panas pada saat gas buang mesin induk melewati economizer boiler.
Faktor – faktor yang menyebabkan kinerja pompa circulating pump tidak bekerja
secara maksimal yaitu :
1.
Terjadi keausan atau kerusakan pada impeller pompa circulating pump atau
keausan groove pin pengunci (sepy) pada impeler.
2.
Terjadi kerusakan pada mechanical seal pada pompa circulating pump.
3.
Filter pompa circulating pump kotor.
4.
Kran isapan pada pompa circulating pump mengalami kemacetan
karena adanya kerak atau endapan yang ikut aliran panas.
Cara – cara perawatan dan perbaikan pada pompa circulating pump yang tidak bekerja
secara maksimal :
1.
Mengadakan perbaikan dan penggantian impeller pompa circulating pump sesuai jam kerja.
2.
Mengganti mechanical seal pompa
circulating pump yang mengalami kebocoran sesuai dengan number part yang tercantum pada manual instruction book pompa circulating pump.
3.
Membersihkan filter circulating pump secara teratur pada saat economizer boiler tidak bekerja.
4.
Mengganti atau
melapping ulang kran isapan pompa
circulating pump yang mengalami kerusakan atau kemacetan karena kerak atau
endapan.
Gambar 3.3 Impeller pompa circulating pump
![]() |
Gambar 3.4 contoh
mechanical seal pompa circulating pump.
![]() |
Gambar 3.5 Gambar
kran globe valve non return valve.
4. Kualitas air tangki cascade dan drum boiler tidak
baik sehingga menghasilkan kerak atau
endapan.
Kualitas air tangki cascade dan drum boiler
yang baik sangat di perlukan dalam mempercepat produksi steam , serta merawat bagian pipa – pipa kapiler pada economizer boiler dari korosi. Oleh
karena itu dibutuhkan perawatan air pada tangki cascade (air condensat)
dan air ketel di dalam drum boiler.
Didalam air ketel selalu ada bahan – bahan yang tidak di inginkan dan hal ini
disebabkan oleh :
1.
Rembesan pada pipa – pipa kondensor k.l 50 kg/hari.
2.
Ikut dengan air pengisian yang digunakan
untuk mengisi kekurangan karena pemakaian dan kebocoran. Air pengisian demikian
dapat berasal dari :
a.
Air yang di suplai dari darat.
b.
Air sulingan yang berasal dari produksi fresh water generator yang masih
mengandung endapan dan kapur.
Berikut ini bahan – bahan yang ikut dalam kandungan air pengisian :
1.
Bikarbonat
: Ca (HCO3)2,
Mg (HCO3)2.
2.
Sulphat
dan
Chlorida : CaSO4, MgSO4, CaCl2,
NgCl2.
3.
Garam dapur : NaCl.
4.
Silisium
dioksida :
SiO2 : air tawar 50 mg/ltr, air laut 1 mg/ltr.
5.
Gas – gas : O2 : CO2 :
NH3 : N2.
6.
Bahan – bahan organis : sisa tumbuh – tumbuhan dan binatang.
Golongan kekerasan didalam kandungan air dibagi menjadi 3 antar lain :
1.
Golongan I dan II : Bahan didalam
kandungan air yang sukar untuk memproduksi uap.
2.
Golongan I (bahan kekerasan sementara) :
Bahan didalam kandungan air sangat mudah sekali larut dalam air pada suhu
rendah , dan sebaliknya akan memisah pada suhu yang tinggi (kekerasan bikarbonat). Didalamnya mengandung Co2
yang tidak diinginkan yang dapat merusak material bahan pipa – pipa kapiler
yang mengandung besi baja.
3.
Golongan II ( kekerasan kekal) : Bahan
didalam air yang mengandung kapur atau CaSO4 yang bila dipanaskan akan menjadi lapisan
yang keras berbentuk kerak atau batu ketel. Hal ini sangat menghambat
penyerapan panas dan dapat menurunkan kekuatan bahan.
Adapun pula bahan – bahan larutan didalam air pengisian yang
tidak berguna dapat menimbulkan endapan didalam drum boiler maupun didalam tangki cascade.
Untuk itu sering dilakukan pembuangan air dalam drum boiler dengan cara blow down
hal ini digunakan untuk membuang endapan – endapan lunak dan melayang pada
kandungan air didalam drum boiler
sedangkan endapan – endapan keras yang berupa batu ketel dapat dibersihkan
dengan cara manual pada saat perbaikan boiler
dan economizer waktu docking 2
tahunan. Sedangkan endapan yang diluar drum boiler
adalah berupa busa yang dapat menimbulkan endapan garam yang dapat menyebabkan
korosi pada pipa – pipa baik dalam drum boiler
maupun didalam economizer boiler .
Hal ini juga dapat meningkatkan kenaikan suhu pada material bahan pipa – pipa kapiler
pada economizer boiler yang
mengakibatkan perubahan bentuk atau korasi.
Syarat
– syarat air pengisian pada drum boiler
dan tangki cascade :
1.
Tidak boleh terjadi endapan keras atau
melekat seperti zat calsium dan magnesium yang harus dikeluarkan dengan kata
lain air harus di lunakkan.
2.
Air tidak boleh mengandung garam yang
masih larut meskipun berkadar yang rendah, hal ini untuk mencegah korosi dan
juga untuk mengurangi produksi uap basa yang dapat menimbulkan endapan.
3.
Di dalam air tidak boleh mengandung gas
yang dapat menyebabkan korosi.
4.
Nilai pH dari air tidak boleh pada
tingkat yang agresif pada baja,
a.
Nilai pH air normal 7.
b.
Nilai pH air diatas 7 mengandung
kandungan basa.
c.
Nilai pH air dibawah 7 mengandung
kandungan asam.
Untuk memenuhi syarat tersebut dilakukan perawatan antara
lain :
1.
Dengan menambahkan bahan – bahan kima
pada air ketel maupun air tangki cascade,
sesuai dengan dosis hasil dari pemeriksaan air dari dalam ketel maupun air dari
tangki cascade. Pemeriksaan air ketel
tersebut antara lain pengetesan kadar fosfat,
p – alkalitas, t(m) – alkalitas, kadar chlorida,
hydrazine. Sedangkan pemeriksaan air condensat pada tangki cascade antara
lain dilakukan pengetesan nilai pH dan salinitas. Pemeriksaan tersebut harus
dilakukan secara teratur satu hari sekali.
2.
Dilakukan pembuangan air ketel maupun
air tangki cascade bila menunjukkan
kenaikan kadar garam dengan cara blow
down.
3.
Dilakukan pemanasan awal dengan
mencampurkan chemical untuk
menghilangkan CO2 dan O2., yang dapat
menimbulkan korosi.
BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Berdasarkan
uraian dan permasalahan serta penjelasan yang telah penulis uraikan pada
bab-bab sebelumnya, maka penulis mengambil kesimpulan hal-hal sebagai berikut:
1.
Yang menjadi permasalahan utama pada
economizer boiler di KM Tanto Rejeki adalah: Turunnya produksi uap panas pada economizer boiler yang berakibat
berkurangnya temperature minyak bahan bakar. Penyebab dari permasalahan diatas adalah:
a.
Banyaknya abu
jelaga (carbon deposite) dari hasil
pembakaran mesin induk yang tidak sempurna, sehingga abu jelaga menutupi pipa- pipa kapiler pada economizer boiler. Oleh
karena itu penyerapan panas pada pipa – pipa kapiler tersebut mengalami
hambatan.
b.Banyaknya pipa – pipa
kapiler economizer boiler yang
mengalami kebocoran sehingga produksi uap pada economizer boiler mengalami penurunan dan pemakaian air boiler
menjadi boros.
c. Performance
fresh water circulating pump mengalami penurunan tekanan karena adanya
keausan pada impeller pompa dan
terjadinya kebocoran pada mechanical seal, serta terjadi kemacetan pada valve globe non return valve baik pada sisi isapan maupun pada sisi tekan. Yang
mengakibatkan aliran air dalam drum boiler
ke economizer boiler tidak lancar,
sehingga akan terjadi keretakan pada pipa –pipa kapiler tersebut karena
kelebihan panas.
d.Kualitas air tangki cascade maupun air didalam drum boiler yang tidak sesuai standart karena
mengandung banyak endapan dan kadar garam yang mengakibatkan tersumbatnya pipa
– pipa kapiler dan terjadi korosi.
2.
Penyebab dari
permasalahan economizer boiler agar tidak sampai terjadi kerusakan dan
efisiensi pemakaian bahan bakar pada boiler dapat dikurangi pada saat kapal
berlayar adalah :
a.
Penerapan sistem
perawatan berencana (Plan Maintenance
Sistem) belum terlaksana dengan baik dan benar karena para pelaksana kurang
memahami tentang prosedur perawatan
economizer boiler sesuai dengan buku petunjuk pengoperasian economizer boiler.
b.
Sering terlambatnya suku cadang sehingga
pelaksanaan perawatan tidak bisa maksimal.
4.2
SARAN
Untuk
mengatasi pengaruh penyerapan panas pada pipa – pipa kapiler pada economizer boiler agar selalu bekerja
secara optimal, dapat di lakukan dengan cara :
1.
Sebaiknya melakukan perawatan dan
penggantian sesuai plain maintenance
sistem pada mesin induk untuk mengurangi abu jelaga akibat hasil pembakaran
yang tidak sempurna.
2.
Sebaiknya dilakukan perawatan
pembersihan pada kisi – kisi pada saat economizer
boiler tersebut bekerja dengan cara melakukan shut blow dengan menggunakan steam
dari boiler setiap 4 jam sekali pada
saat jaga laut.
3.
Sebaiknya dilakukan pembersihan secara
manual sesuai dengan jam kerja pada saat economizer
boiler tidak beroperasi dengan menggunakan
cairan campuran chemical dan
air dengan cara water spray .
4.
Sebaiknya selalu dilakukan pengecekan
pada drain turbo charger saat mesin
induk berhenti beroperasi, tujuannya untuk mengetahui apakah ada kebocoran pada
pipa – pipa kapiler economizer boiler ataupun
terjadi keretakan pada casing turbo
charger.
5.
Sebaiknya selalu dilakukan pengecekan dan
perbaikan pada circulating pump jika
terjadi kebocoran pada mechanical seal
dan melakukan penggantian spare part
circulating pump tersebut sesuai dengan jam kerja, serta sering melakukan
pembersihan filter isapan pompa
tersebut.
6.
Sebaiknya selalu melakukan pengetesan
pada air cascade maupun air boiler setiap lima hari sekali, dan
memberikan treatment chemical sesuai
dosis dari hasil pengetesan tersebut. Apabila setelah dilakukan pengetesan air
tersebut dinyatakan tidak layak pakai maka dilakukan blow down pada drum boiler
dengan cara memindahkan switch pompa
feed pump pada posisi auto serta kran
buangan pada overboard dibuka. Lalu kran drain pada drum boiler di cerat hingga pompa feed
pump tersebut otomatis jalan dan kran drain ditutup semua.
DAFTAR PUSTAKA
Akbar MS. 2009.
Makalah tentang kinerja economizer pada boiler - jurnal tehnik industri .blogspot.com
Bahrudin. 2014.
Http://www.academia.edu/ Peningkatan efisiensi boiler dengan menggunakan economizer.
Detikblog. com. 2007. http: // pembangkit. Blogdetik.com / system-boiler-feed-water-economizer-superheater-desuperheater / .
Djokosetyardjo MJ. 1989. Ketel Uap . Jakarta. NV Sapdodadi.





Comments
Post a Comment