"TUGAS AKHIR " CARA PERBAIKAN DAN PERAWATAN TURBO CHARGER TERHADAP KINERJA MESIN INDUK DI MT. AEK KANOPAN 88

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1    L atar Belakang

Pengoperasian, perawatan, dan perbaikan mesin di kapal MT. AEK KANOPAN 88 dilakukan oleh seluruh anak buah kapal bagian mesin. Namun pertanggung jawaban jawaban oleh chief engineer . Dalam pelaksanaanya di atas kapal, kepala kamar mesin hanya meningkatkan kinerja permesinan dan melaporkan kebutuhan spare part pihak perusahaan. Laporan - laporan tentang spare part tersebut selanjutnya akan diserahkan masing-masing engineer di atas kapal sesuai tanggung jawabnya.

Pada M T. AEK KANOPAN 88 tempat taruna melaksanakan prola, Firs t Engineer bertanggung jawab penuh atas mesin utama , Perawatan merupakan prioritas utama, dan turbo charger merupakan bagian dari mesin utama yang memerlukan perawatan rutin sesuai dengan jam berjalan nya.

Mesin kapal adalah mesin yang membutuhkan tenaga yang besar. JIKA Hanya DENGAN pembakaran yang normal Maka akan memerlukan Banyak Sekali Bahan bakar, Dan pembakaran Menjadi TIDAK Sempurna KARENA Udara Yang diperlukan u n tuk pembakaran TIDAK mencukupi. Dengan alasan tersebut maka diperlukanlah charger turbo .

Turbo biaya r memanfaatkan Tekanan buang gas untuk review memutar sisi turbin Yang seporos DENGAN blower sisi Yang akan mendorong MASUK Udara Ke hearts Udara Bilas, Yang selanjutnya Terjadi pembakaran di Ruang bakar bersamaan denga n disemprotkanya Bahan bakar Ke hearts s i Linder.

Dengan putaran turbo yang tinggi maka udara yang masuk ke dalam ruang udara bilaspun akan semakin banyak sehingga sistem pembakaran akan lebih sempurna. Jika suatu mesin berop e rasi dengan sistem pembakaran yang sempurna maka akan menghasilkan tenaga yang maksimal dan bahan bakar yang lebih efisien.

Sering timbulnya kerusakan pada turbo charger merupakan akibat dari perawatan yang tidak mengacu pada standar yang telah di anjurkan, selain itu pengoprasia n sistem pendukung turbo charger yang tidak sesuai den g suatu ketentuan dari buku manual, sebagai masinis atau perwira mesin diharapkan mampu mengoperasikan seluruh pesawat yang berada pada ruang mesin sekaligus dituntut untuk melihat waktu kerja dan perawatanya, karena dengan perawatan yang baik permesinan dapat bekerja secara maksimal dan didapat hasil yang sesuai dengan kebutuhan.

Oleh sebab itu kita sebagai calon masinis di atas kapal dituntut untuk lebih peka terhadap kinerja dari mesin mesin yang beroprasi agar kita dapat melihat gangguan-gangguan yang terjadi sedini mungkin dan Ciptaya dapat mengambil tindakan yang diperlukan. Hal Penyanyi itub guna pria j aga costs kos Dari mesin.

 

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas terdapat beberapa masalah antara lain:

1.      Sering timbulnya kerusakan pada turbo charger.

2.      Pengoperasian sistem pendukung turbo charger yang tidak sesuai dengan peraturan dari buku manual .

3.      Sebagai masinis atau perwira mesin diharapkan mampu mengoprasikan seluruh pesawat yang berada pada ruang mesin sekaligus dituntut untuk melihat proses kerja dan perawatan.

 

1.3.   Ruang Lingkup Masalah

Masalah yang dikenakan masih sangat luas dan keterbatasan pengetahuan, serta pengalaman dan masalah data-data, sehingga masih sulit untuk dibahas secara langsung. Maka untuk review mempermudah hearts melaksanakan Penelitian, Penulis memba tasi permasalahan PADA pengaruh Perawatan turbo charger Terhadap costs kos mesin induk .

 

1.4.   Tujuan Penulisan Karya Tulis

Setelah melakukan Praktek Laut (PRALA) selama satu tahun penulis dapat melaporkan mengenai tujuan dari karya tulis adalah:

1.4.1.       Saya mahami pentingnya perawatan terhadap turbo charger mesin induk, untuk mendapatkan kinerja mesin yang efisien dan kesalahan kerusakan pada turbo charger.

1.4.2.       Me mahami tentang masalah yang sering terjadi pada turbo charger dan penanggananya.

 

1.5.   Metode Penggumpulan Data

Dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah ini penulis menggunakan dua metode dalam penggumpulan data, yaitu:

1.5.1.       Metode observasional yang merupakan suatu metode suatu metode data dengan melakukan pengamatan langsung subjek penelitian.

1.5.2.       Metode studi pustaka yaitu teknik yang dilakukan untuk mendapatkan data atau informasi berdasarkan beberapa sumber tertulis.

 

1.6. Sistematika Penulisan

Sistematika ilmiah ini terdiri dari empat bab, yang pada setiap babnya terdiri atas sub-sub bab, yaitu:

1.6.1.       Bab I. Pendahuluan

Dalam bab Suami akan m embahas Mengenai Latar Belakang masalah, identifikasi masalah, Ruang lingkup, tujuan Dan Manfaat Penulisan, Metode pengumpulan data, sistematika Penulisan.

1.6.2.       Bab II. Landasan Teori

Digunakan sebagai dasar acuan dalam pengembangan yang diambil. Bab ini membahas tentang kajian teori yang berisikan teori-teori yang sudah diperoleh dari pustaka atau dari buku-buku penelitian yang sah / resmi dan membahas mengenai kajian teori yang relevan.

1.6.3.       Bab III. Pembahasan

Dalam bab ini akan membahas atau memecahkan masalah yang sudah teridentifikasikan dalam bab I, masalah masalah ini berdasarkan logika deduktif pernyataan yang logis atau benar bedasarkan teori-teori, aturan-aturan dan lain - lain yaitu deskripsi data dan pembahasan.

1.6.4.       Bab IV. Penutup

Pada bab ini disajikan untuk mengakhiri seluruh uraian dan pembahasan. Sub bab-nya terdiri dari k esimpulan dan s aran yang berisi jawaban atas masalah dan saran sebagai sumbangan pemikir


  

BAB II

LANDASAN TEORI

 

2.1. Kajian Teori

A.     Pengertian Turbo Charger

Definisi turbo charger adalah sebuah unit yang berisi turbin gas dan sentrifugal blower (compressor) yang digerakkan oleh gas bekas dari motor diesel melalui pipa exhaust. Lokasi turbo charger adalah di atas motor diesel pada ujung bebas yang berlawanan dengan engine. Turbin dan blower di pasang menjadi satu pada shaft ujung yang berlawanan (rotorassy). Untuk menopang rotor assy dibutuhkan bearing BE (blowerside) dan bearing TE (turbine side) yang duduk pada turbin casing. Sedangkan blower casingberfungsi mengarahkan udara murni ke dalam cylinder motor diesel. Inlet flange berfungsi mengarahkan gas bekas ke turbin lewat nozzle ring sehingga rotor assy berputar.

Rotor assy pada ujung turbin setelah mendapat dorongan dari gas bekas terus berputar. Karena rotor assy berputar secara langsung compressor wheel assy juga ikut berputar karena satu shaft.

Gambar 2.1 Turbocharger

 

                  Gambar 2.2 Skema Turbocharger.

Dengan berputarnya compressor wheel (blower), maka udara luar dihisap dan ditekan ke dalam cylinder motor diesel melalui pendingin intercooler.

Fungsi turbo charger adalah:

1.      Untuk mensuplay jumlah udara murni yang cukup ke dalam cylinder motor diesel, guna pembakaran yang efektif untuk mendapatkan tenaga yang lebih dari motor diesel.

2.      Untuk pembilasan gas bekas secara langsung juga pendingin internal cylinder

 

Udara yang dihasilkan oleh turbo charger memiliki 2 fungsi:

1.      Udara pembakaran yang bertekanan mengandung lebih banyak oksigen per unit volume dari pada udara yang secara alami dihisap (ditarik dengan aksi piston). Menekan udara meningkatkan power mesin, karena lebih banyak bahan bakar yang dapat di bakar di setiap power stroke. Sehingga lebih banyak power yang dihasilkan dengan penggantian mesin-mesin tertentu.

2.      Selama bagian akhir exhaust stroke dan berlanjut kebagian pertama intake stroke, ada periode pada siklus pada saat intake valve dan valve saluran pembuangan terbuka. Periode ini disebut overlap (pembilasan), udara bertekanan yang masuk ke ruang pembakaran mengeluarkan gas buang dan mendinginkan bagian-bagian piston dan silinder. Suhu gas buang juga diturunkan dengan udara masuk pendingin selama periode overlap.

Ada berbagai macam bagian pada turbo charger, berikut ini adalah komponen pokok dari turbo charger :

1.      Rakitan casing turbin, bearing dan segel.

Casing memiliki empat kaki yang di baut ke free-end covermesin. Semua sub-rakitan dan bagian-bagian lainnya dikuni atau dipasang ke casing turbin.

2.      Rakitan rotor

Rakitan rotor terdiri dari rakitan turbin disk, rakitan roda compressor, poros baut, keran tekan, tutup, kuningan dan mur. Rakitan rotor berputar pada bearingrakitan casing turbin.

3.      Rakitan saluran masuk turbin

Rakitan saluran masuk turbin mencakup flense saluran masuk turbin, ring nozzle, penahan ring nozzle, rakitan ini di pasang di ujung casing turbin. Rakitan ini dikokohkan dengan empat kunci. Turbo charger yang digunakan dengan manifold buang empat pipa memiliki rakitan saluran masuk turbin empat port.

4.      Rakitan casing compressor

Rakitan casing kompresor terdiri Dari casing c ompres s atau, udara inlet Dan diffuser . Rakitan ini dikunci ke casing turbin . Sistem saluran masuk ke supply udara untuk sistem pembakaran. Dua saluran pembuangan, dengan pipa pembuangan udara turbo charger ke inter coo ler.

 

 

Gambar 2.3 komponen Turbocharger

 

Kita mengenal bahwa mesin di e sel merupakan mesin dengan sistem   empat langkah (4tak), tetapi ada pula mesin diesel yang berjenis dua tak, sama seperti prinsip kerja mesin dua tak lainya yang mendapatkan usaha 

 sekali putaran poros engkol, bedanya pada mesin dengan kapasitas yang sangat besar ditambahkan blower bantu pada kedua sisinya yang berfungsi untuk membuat sirkulasi udara yang menuju ruang udara bilas menjadi lebih lancar.

PADA mesin doa Tak Yang Sudah modern, PENGGUNAAN n ya turbo charger sangatlah Penting ATAU Sering disebut DENGAN yang super biaya r . Pada beberapa mesin yang dilengkapi dengan super charge r ada yang menggunakan van belt untuk menggerakkan kipasnya yang berputar lebih tinggi dari putara dan poros engkolnya. Jenis lainya adalah pengisi daya turbo yang memanfaa t kan tekanan dari gas buang untuk menggerakkan turbin dan ya, tetapi memiliki kelemahan yaitu kurang responsif.

Turbo charger merupakan sebuah kompresor gas yang digunakan untuk induksi paksa dari sebuah mesin sistem internal. Sebuah bentuk super charger, turbo charger meningkatkan kapasitas udara yang masuk mesin untuk membuat lebih banyak daya. Turbo charger memiliki c ompre s sor atau juga Auxilary Bloower yang digerakkan oleh mesin itu sendiri atau motor elektro yang mendapat sumber dari luar.

Pengisi daya turbo ditemukan oleh seorang insinyur Swiss Alfred Büchi. Patennya untuk turbo charger diaplikasikan untuk dipakai tahun 1905.   Lokomotif dan kapal bermesin diesel dengan turbo charger mulai terlihat tahun 1920an. Sebuah kerugian dalam mesin bensin jika memakai turbo charger adalah rasio kompresi harus direndahkan (agar tidak melewati tekanan maksimum dan untuk mencegah knocking mesin ) yang mengatur mesin ketika bekerja pada tenaga rendah. Kerugian ini tidak ada dalam mesin diesel di pengisi daya turbo yang dirancang khusus. Namun, untuk operasi pada ketinggian, pendapatan tenaga dari sebuah turbo charger membuat perbedaan yang jauh dengan keluaran total dari kedua jenis mesin. Faktor terakhir ini membuat mesin pesawat dengan pengisi daya turbo sangat menguntungkan dan merupakan awal pemikiran untuk pengembangan alat ini.

Komponen mesin ini memiliki tiga bagian penting: roda turbin, roda kompresor dan rumah poros . Roda turbin yang bersudu-sudu ini berputar memanfaatkan tekanan gas buang keluar, kemudian melalui sebagai terputarnya roda turbin ini berputar pula roda kompresor dengan sudu-sudunya sehingga memompa udara masuk ruang bakar dalam massa yang padat. Mengingat komponen ini sering berputar melebihi 15 .000 putaran permenit maka pelumasan yang baik sangat diperlukan.

Sudu-sudu turbin merupakan komponen yang sangat penting didalam turbo, sudu-sudu pada blower side berfungsi untuk menghisap udara dari luar dan menekannya ke dalam ruang udara bilas biasanya dibuat dari alumuniumcampuran sehingga ringan yang memudahkanya untuk melakukan putaran. Karena pesawat ini beroperasi dengan putaran yang sanggat tinggi maka setiap komponen di dalamnya harus dibuat dengan sangat teliti. Sudu turbin mempunyai ukuran, dan spesifikasi yang sangat presisi dengan ukuran-ukuran yang telah ditentukan oleh masing-masingmaker dari setiap pabrikan yang membuat pesawat tersebut.

Untuk menjaga agar rotor turbo charger tetap sesuai dengan ukuranya yang diperlukan bearing . Journal bearing telah lama menjadi otot dari pengisi daya turbo , namun ball bearing sekarang menjadi kemajuan teknologi yang memberikan peningkatan kinerja yang signifikan untuk pengisi daya turbo . Pada mesin mesin moderen bantalan bola yang mempunyai tipe lengan tunggal yang berisi satu bantalan bola kontak pada kedua ujung , sedangkan Sistem jurnal bantalan mempunyai Satu set Bantalan jurnal Dan Bantalan dorong. H asil Dari survei Yang dilakukan menunjukkan bahwa turbo charger Yang using bantalan bola mempunyai respon Yang LEBIH Cepat Dari PADA Yang using jurnal bantalan PADA mesin mesin jaman dulu.

Kelebihan dari journal bearing adalah lebih mudah perawatan karana bantalan lebih mudah karena dan penggantian komponen ini sangat mudah. Kelemahanya adalah jurnal yang bantalannya lebih lama untuk mencapai putaran kerja, diperlukan waktu 10-15 menit untuk mencapai kecepatan penuh. Pada   jurnal hal-hal yang perlu diperhatikan adalah pendinginan dan pelumasannya karena bantalan akan lebih mudah setelah charger turbo mengalami overheat atau pelumasan yang berkurang. Tipe ini minyak lumasnya ditampung dalam suatu tanki dan akan disirkulasikan untuk turbo akan bekerja, sehingga meme r lukan ta m bahan LO pump. Hal ini bertujuan untuk mengurangi gesekan yang terjadi pada saat putaran awal.

Ball bearing inovasi dari tipe sebelumnya yaitu bearing jurnal , tipe ini tidak memerlukan waktu yang lama untuk mencapai putaran penuh. Karena dengan ball bearing ass sudu - sudu dapat berputar dengan lancar pada putaran awal. Tipe Suami memiliki Sistem pendinginan Yang digabung DENGAN pendinginan mesin utama , Jadi Pengontrolan temperatu r nya DAPAT dilakukan DENGAN Lebih Baik. Kekurangan dari tipe ini adalah bola-bola pada bearingKarena putaran tinggi dapat mengalami goresan atau luka tanpa diketahui, ini sangat berakibat fatal membiarkan terus menerus. Jika bola tersebut pecah saat turbo bekerja maka putaran sudu-sudunya akan tidak seimbang dan ass turbo dapat mengalami kebengkokan.

 

B.      Kajian penelitian

Turbochangeryang terdiri dari unit turbine dan unit kompresor (blower side),bloweryang berfungsi untuk memampatkan udara digerakkan oleh ekspansi udara yang mempunyai kecepatan, temperatur dan tekanan tinggi yang merupakan udara hasil pembakaran dari motor, unit turbin dan unit kompresor akan ikut bergerak pula. Unit kompresor itu akan mendorong dengan paksa udara untuk masuk ke dalam rumah siput sehingga volume udara akan mengecil sehingga menghasilkan udara yang bertekanan tinggi. Bagian dasar pada langkah motor pembakaran dalam adalah supply udara segar dan pergantian gas sisa pembakaran (pembilasan).

Chargingmerupakan proses pengisian mesin silinder dengan mengisi atau mengganti dengan udara segar yang telah dikompresi(udarabilas). Dengan superchargingakan lebih banyak massa udara yang disuplyke dalam silinder dengan perputaran pada kondisi dibawah tekanan. Pada mesin-mesin kuno, pengambilan udara segar hanya pada kondisi tekanan atmosfer. Pada mesin-mesin modern menggunakan gas keluaran sebagai penggerak turbo change untuk mensuplay udara segar yang bertekanan untuk proses scavange dan super change. Hal ini dapat di terapkan pada motor dua langkah maupun empat langkah. Kelebihan motor diesel dua langkah dibandingkan dengan motor diesel empat langkah adalah dengan ukuran dan daya yang sama maka motor diesel dua langkah memiliki tenaga yang lebih besar karena mesin dua langkah hanya memerlukan satu kali putaran poros engkol untuk menghasilkan usaha, berbeda dengan mesin empat langkah yang memerlukan dua kali putaran poros engkol untuk mendapatkan satu kali usaha.

Dengan pengertian di atas maka mesin dua langkah memiliki tenaga dua kali lipat dibandingkan dengan mesin empat langkah. Akan tetapi karena kerugian akibat kerugian, gesekan, dan gas buangnya maka hanya memerlukan penambahan tenaga sebesar 30%. Ini berarti mesin dua langkah sangat efisien terhadap tempat yang tidak memerlukan tempat yang besar jadi menguntungkan jika diaplikasikan di kapal karena berhubungan dengan muatan muatan. Kelemahan dari mesin dua langkah adalah pembakara n nya yang tidak sempurna karena bahan bakar tidak terbakar dalam ruang bakar. Para Ahli engin n kenai menyimpulkan bahwa Hal tersebut Terjadi KARENA Proses Dari pembilasan Yang Terlalu Lambat. Dengan alasan tersebut maka penambahan yang bulu ke Di dalam ruang bakar dapat menyalakan api yang menyalakan api yang lebih sempurna dan tenaga yang dihasilkan menjadi lebih besar.

Gambar 2. 4 C ara K erja Turbo Charger

 

Jika kita masuk lagi pada materi kuliah mesi n penggerak utama akan terlihat proses pembilasan pada motor diesel dua langkah tidak sempurna, disebabkan oleh panjangnya alur pembilasan dan besarnya volume udara yang harus dibilas, maka timbullah pemikiran untuk membilas dengan menggunakan tekanan, sehingga proses pembilasan diharapkan berlangsung lebih bagus. Ternyata dengan fakta tersebut massa oksigen yang terikat volume udara yang sama lebih besar, sehingga bahan bakar yang dibakar juga akan lebih banyak, jadi tenaga yang diperoleh dengan mesin yang sama akan menghasilkan tenaga yang lebih besar.

Pada mesin kuno dahulu, perubahan turbo biasanya hanya merupakan mesin tambahan saja, sehingga perubahan turbo nya rusak atau tidak dapat berfungsi kapal masih dapat berjalan dengan normal, hanya lebih lambat saja dari sebelumnya. Untuk mesin sekarang, karena terbukti dengan penggunaan turbo change dapat meningkatkan tenaga sampai 30% maka turbo change merupakan bagian dari desain, dengan kata lain Tenaga yang sama dapat dihasilkan dengan dimensi mesin yang 30% lebih kecil, hal ini sangat menguntungkan untuk aplikasi di kapal dimana masalah berat dan ukuran adalah sangat penting. Konsekuensi dari hal itu adalah dengan turbo changer   Rusak, maka boleh dikatakan mesin bekerja dengan tidak maksimal karena pasokan oksigen yang didesain untuk mesin tersebut tidak dapat dicapai, mesin tidak dapat bekerja maksimal. 

Pada kondisi operasi normal, dimana kecepatan dan temperatur dari gas buang sudah mencukupi, operasi (kerja) dari blower untuk mensuplai udara terisi disuplai oleh turbin. Udara yang di tekan biasanya memanas, kawasan hal tersebut dibiarkan maka udara akan mengembang kembali. Untuk mencegah hal tersebut, sebelum masuk ke engine dilewatkan terlebih dahulu kedalam intercooler (udara didinginkan oleh udara laut yang disirkulasikan), pada kasus ini karena yang didinginkan adalah udara yang digunakan untuk sistem, maka pendinginnya disebut sebagai charge air cooler . Dengan ukuran yang sama mesin-mesin yang dilengkap i dengan intercooler memiliki tenaga yang lebih besar.

 

Pada saat motor diesel tidak dapat menghasilkan gas buang yang cukup (setiap start kapal baru, dan putaran mesin masih dibawah putaran kritis) suhu, kecepatan, maupun tekanannya akan menurun sehingga tidak mampu memasok tenaga yang mencukupi bagi kompresor (blower) yang digunakan untuk pasokan udara pembilasan.

Maka dibutuhkan alat bantu Auxiiliary Blower , alat ini mempunyai penggerak sendiri yang berupa motor elektro, yang bekerja secara otomatis .

Gambar 2.5 Blower Bantu

 

C.     Melonjak pada pengisi daya Turbo

Pengisi daya turbo merupakan salah satu komponen yang penting di atas kapal. Surging pada turbo merupakan fenomena pada turbo yang dapat mempengaruhi kinerja dari sebuah turbo charger. Surging pada turbo charger dapat didefinisikan sebagai getaran atau ledakan nada tinggi yang berasal dari ujung blower atau dari ruang udara bilasnya. SETIAP kali pemecahan gas Terjadi, pembalikan Udara pembilasan te r Jadi through defuser Dan pisau-pisau impeler Ke Sisi blower Yang menyebabkan bergelombang. Bergelombang harus dihindari karena dapat mengakibatkan kerusakan pada bantalan dorong . Oleh karena itu turbo charger haruslah yang disesuaikan dengan kebutuhan udara dari suatu mesin dan pada masing-masing tekanan yang berbeda.

Lonjakan dapat ditengarai dengan menurunya putaran dari turbo charger yang terjadi akibat tekanan reversal . Ketidak seimbangan pada putaran turbo dan getaran yang terjadi dapat mengakibatkan kerusakan berat pada turbo charger . Lonjakan juga dapat terjadi karena perubahan beban dan putaran yang terjadi secara mendadak. Ada tiga hal yang mempengaruhi kerja dari sebuah turbo charger yaitu rasio kompresi, volume udara, dan kecepatan kapal. Ketika udara sisa pembakaran mengenai sudu-sudu turbin maka akan berubah menjadi impeler yang semakin cepat dan mengakibatkan tekanan yang meningkat pada sisi blower.

Pada saat terjadi lonjakan, udara dari udara bilas akan Membalik dan mengakibatkan penurunan kecepatan pada turbo charger, hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada sisi kompresor. Jika aliran balik terjadi maka gas buang yang dihasilkan akan lebih sedikit karena udara kompresi pada berkurang, hal ini mengakibatkan tendangan ke sudu-sudu berkurang. Hal ini menyebabkan getaran yang berlebih dan suara bising, yang dapat mengakibatkan rusaknya bagian blower bagian .

Ada beberapa hal yang dapat mengakibatkan suatu mesin mengalami lonjakan, antara lain:

1.     Perbadaan tenaga pada masing-masing silinder yang berbeda-beda jika ada salah satu silinder ada yang menghasilkan tenaga tinggi dan ada silinder yang menghasilkan tenaga yang kurang. Hal tersebut terjadi karena konsumsi udara pada silinder yang menghasilkan tenaga besar dan silinder yang menghasilkan tenaga rendah hal tersebut dapat mengakibatkan gelombang.

2.     Kotornya bagian turbin side dan blower side , dalam hal ini jika filter udara mengalami pengotoran maka blower tidak akan mendapatkan pasokan udara yang cukup untuk sistem pembakaran yang dapat mengakibatkan lonjakan . Demikian juga pada sisi turbin kotor, jika cincin nosel , dan sudu-sudu terdapat kotoran maka tidak dapat mendapatkan pasokan udara yang cukup untuk sistem pembakaran yang dapat menyebabkan lonjakan .

3.     Sangat kotornya bagian knalpot gas buang dan economizer , hal ini jika dipaksakan akan mengakibatkan tekakan balik yang akan mengakibatkan lonjakan .

4.     Hal Lain Yang DAPAT menyebabkan lonjakan PADA turbo charger Adalah Cuaca buruk, PADA Saat Kapal berop e rasi PADA Cuaca buruk mesin get perubahan BEBAN Yang Berubah-ubah KARENA baling-baling Yang Naik turun-Dan kadang terangkat Ke permukaan udara. Hal ini menyebabkan putaran turbo yang tidak beraturan dan dapat mengakibatkan terjadinya lonjakan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat mencegah terjadinya lonjakan pada turbo charger , tetapi perlu diketahui bahwa beberapa item mungkin berbeda karena perbedaan pada konstruksi dan jenis dari masing-masing turbo charger: 

1.     Jaga filter udara agar tetap bersih

Jika filter udara bersih maka udara dapat dialirkan secara baik ke dalam ruang bakar sesuai dengan kebutuhan dari mesin tersebut.

2.     Bersihkan bagian blower bagian dan bagian turbin secara rutin.

Hal ini dilakukan agar tidak terjadi sumbatan karena jelaga pada sudu-sudu dan cincin nozzle yang dapat menghalangi aliran udara.

3.     Lakukan Shut blow

Lakukan shut blow dari waktu ke waktu secara rutin, hal ini dilakukan untuk menghilangkan jelaga atau kerak yang dapat mengakibatkan sumbatan pada exhaust gas buang dan pada economizer.

4.    Indikator tester

Lakukan pengecekan pada masing-masing silinder untuk mengetahui distribusi dan tenaga pada masing-masing silinder.

 

2.2.   Kerangka Berfikir

Faktor Resiko pada Turbo Charger :

1.       Tersumbat pada Saringan Pelumas

2.       Tersumbat pada cooler Oil Charger

3.       Lolosnya Sistem Pembakaran pada Main Engine

4.       Penyumbatan pada Inter Cooler

5. Surging pada turbo charger     

6.       Terbakarnya ruang udara bilas

 

 

Pengawasan dan Perawatan Turbo Charge

Baik

Tidak Baik

Tidak Adanya

Masalah pada Turbo Charger

Adanya Masalah pada Turbo Charger

Perbaikan

Pada Pengisi Daya Turbo

 

 

 BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

 

 

4.1.   Kesimpulan

Dari penelitian yang telah dilakukan maka dapat diambil sebagai berikut:

1.       Pentingnya perawatan terhadap turbo charger mesin induk, untuk mendapatkan kinerja mesin yang efisien, harusnya kita melakukan perawatan sebagai berikut, membersihkan Filter Lo agar turbo charger dapat bekerja secara maksimal dengan kecepatan 12.500-1500 rpm.

2.       Kendala yang syringe terjadi pada turbo charger adalah sebagai berikut:

- Tersumbatnya kotoran pada saringan pelumasan.

- Tersumbatnya cooler (pendingin) oli turbo charger.

- Lolosnya sistem sistem pembakaran dari mesin utama.

- Penyumbatan pada intercooler.

- Suara kasar dan tekanan naik turun.

- Terbakarnya ruang udara bilas.

                 

2.2.   Kritik dan Saran

1.       Perawatan perencanaan sangat penting, perawatan sesuai dengan jam kerja sangat baik diaplikasikan untuk melihat keadaan dari setiap komponen pengisi daya turbo . Pemberian spare parts yang bagus akan menjadikan setiap komponen memiliki daya ekonomis yang lebih lama.

2.       Jagalah alat-alat yang menjadi tanggung jawab anda, lakukan perawatan secara berkala dan ingat alat-alat anda dalam kondisi yang baik . Jika mengalami masalah atau kesalahan yang harus tepat lakukan perbaikan saat itu juga bila perlu lakukan perbaikan. Selalu melakukan kordinasi yang baik dengan sesama perwira maupun ABK. Terima segala masukan baik dari perwira maupun ABK, yang tercipta kerjasama yang baik antar kru di atas kap al.

3.       Jangan menganggap masalah itu mudah karena dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Lakukan penanganan yang cepat, tepat dan prediksi yang baik, bila mendapatkan laporan baik dari ABK maupun perwira segera catat yang bermasalah kemudian berikan tindakan dan keputusan Cipta mungkin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Comments

Popular posts from this blog

latihan soal pasca att 3 (Use English in written and oral form)

latihan soal pasca att3 Maintance and repair of electrical and electronic equipment

Mengelolapengoperasianperalatanmesinpendorong(Managethe operationofpropulsion plant)