TUGAS AKHIR PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN BOW THRUSTER DI KAPAL KM. DHARMA KENCANAVIII


TUGAS AKHIR

PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN BOW THRUSTER DI KAPAL KM. DHARMA KENCANAVIII









Diajukan guna melengkapi syarat-syarat untuk menyelesaikan
Program Diploma III Program Studi Teknika
Akademi Pelayaran Niaga  Indonesia

Oleh :
AHMADUN
12.48.2013

PROGRAM STUDI TEKNIKA
AKADEMI PELAYARAN NIAGA INDONESIA
( AKPELNI ) SEMARANG
2016

LEMBAR PENGESAHAN

NAMA
:
AHMADUN
NIT
:
12.48.2013
Judul
:
PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN BOW THRUSTER DI KAPAL KM. DHARMA KENCANA VIII

Tugas akhir ini dipertahankan dalam Ujian Tugas Akhir
Di depan tim penguji pada :    / Juni / 2016

Tugas Akhir ini Telah Disetujui dan Disahkan
Semarang,     Juni 2016

            Pembimbing                                                                  Penguji                                    

Drs.Djajari,Msi.                                             Budi Purnomo,ST.ATT-I
                       
Mengetahui,
Ketua Program Studi Teknika
Akademi Pelayaran Niaga Indonesia


Dalmadi.ATT-I




MOTTO

1.   Hormati kedua orang tuamu seperti kamu menghormati diri kamu sendiri.
2.   Raih cita-cita dan kemenangan hidup setinggi mungkin.
3.   Cobaan dan kegagalan hidup merupakan tanda cinta kasih Tuhan.
4.   Janganlah mempunyai sikap menyerah sebelum kita mencoba.
5.   Sekali layar berkembang Pelaut sejati pantang untuk kembali.
6.   Hancurkan ketakutan, taklukan badai dan tujuh samudra.
7.   Walau sekali waktu lautan menjadi musuh kita, tetapi sekali waktu itu pula lautan menjadi surga bagi kita.



PERSEMBAHAN

1.   Kedua orang tuaku yang telah banyak memberikan nasehat, semangat, dorongan, dan pengorbanannya demi masa depan dan cita-citaku.
2.   Semua saudara-saudaraku. 
3.   Semua teman-temanku angkatan 48.
4.   Adik-adik tingkatku.
5.   Kakak-kakak tingkat yang banyak memberikan saran dan masukan.






KATA PENGANTAR

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan judulPENGOPERASIAN DAN PERAWATAN BOW THRUSTER DI KAPAL KM. DHARMA KENCANA VIII”
Karya tulis ini di susun dan diajukan untuk memenuhi kurikulum pada programDiploma III semester VIII bidang Teknika Akademi Pelayaran Niaga Indonesia Semarang.
Data yang penulis tuangkan dalam penulisan studi ini merupakan yang di peroleh penulis selama melaksanakan praktek laut dan beberapa referensi yang berhubungan dengan karya tulis.
Dalam menyelesaikan laporan kerja ini penulis dibantu oleh banyak pihak. Tanpa bantuan dari mereka maka penyelesaian tugas akhir ini tidak dapat berjalan dengan baik, maka pada kesempatan ini penulis mngucapkan terimakasih yang tulus kepada :
1.    Capt. Achmad Sulistyo, MM.,Mar, selaku Direktur Akademi Pelayaran Niaga Indonesia Semarang.
2.    Dalmadi ATT-I, selaku Kepala Progam Studi Teknika Akademi Pelayaran Niaga Indonesia Semarang.
3.    Drs.H Djajari,M,Si. selaku Dosen Pembimbing karya tulis ilmiah.
4.    Kasidi ATT-I, selaku Kepala Kamar Mesin yang telah memberikan kesempatan pada penulis dalam melaksanakan proyek laut.
5.    Budi Purnomo,ST.ATT-I, selaku dosen penguji karya tulis.
6.    Teman-teman seperjuangan yang telah membantu penulis sampai terselesaikan karya tulis ilmiah ini.
       Semarang,    Juni 2016

                                                                                               AHMADUN
ABSTRAK
Ahmadun. 2016. Pengoperasian Dan Perawatan Bow Thruster. Dosen Pembimbing:  Drs. Djajari M.Si. Dosen Penguji: Budi Purnomo ST.,ATT-I. Program Studi: Teknika. Akpelni Semarang.
Tujuan dari penulisan Karya Tulis Ilmiah ini adalah untuk lebih memahami bagaimana pengoperasian dan perawatan bow thruster, yang ada di KM. DHARMA KENCANA VIII. Metode yang dilakukan dalam pengumpulan data adalah dengan cara metode observasi (pengamatan), metode interview (wawancara), metode studi kepustakaan, metode questioner.
Dari hasil pembahasan diperoleh bahwa :
1) Cara pengoperasian dan perawatan bow thruster.
2) Masalah-masalah yang ada pada pemeliharaan bow thruster.
3) Perbaikan pada bow thruster.
Kesimpulan yang diperoleh adalah: Diharapkan awak kapal diberi bimbingan pengetahuan tentang pengoperasian dan perawatan bow thruster. Para anak buah kapal baru (non pengalaman) yang diterima tidak mempunyai kemampuan secara penuh untuk melaksanakan tugas-tugas pekerjaan mereka. Bahkan anak buah kapal yang sudah berpengalaman pun perlu belajar dan menyesuaikan dengan kondisi kapal,  kebijakan dan prosedur-prosedurnya.
Kata Kunci : Pengoperasian, Perawatan, Bow Thruster.




DAFTAR ISI
HALAMANJUDUL .................................................................................................. i
HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................. ii
HALAMANMOTTO .............................................................................................. iii
HALAMAN PERSEMBAHAN .............................................................................. iv
KATAPENGANTAR .............................................................................................. v
ABSTRAKSI........................................................................................................... vi
DAFTAR ISI.............………………………………………………………...      vii
DAFTAR GAMBAR………………………………………………………...     viii
BAB I : PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ................................................................................... 1
1.2. Pembatasan Masalah .......................................................................... 2
1.3. Tujuan Penulisan Karya Tulis ............................................................... 3
1.4. Kegunaan Penulisan ............................................................................ 3
1.5. Metode Pengumpulan Data ................................................................. 4
1.6. Sistematika Penulisan .......................................................................... 5
BAB II : LANDASAN TEORI
                 2.1 Pengertian dan Penggunaan Bow Thruster.....................................       7 2.1.1 Pengertian Bow Thruster        7
 2.1.2 Cara Kerja Bow Thruster…………………………………       9
2.1.3 Fungsi Bow Thruster……………………………………...     11
2.1.4 Nama Komponen Pada Bow T hruster…….......................      12
2.1.5 Sistem Pengoperasiannya………………….......................      19
2.2 Kajian Penilitian Yang Relevan............................................................ 24
2.3 Kerangka Berfikir............................................................................... 27
BAB III :  PEMBAHASAN MASALAH
3.1 Deskripsi Data  .............................................................................      28
3.2 Pembahasan…………………………………………………....       29
BAB IV : PENUTUP
4.1 Kesimpulan      .............................................................................      39
4.2 Saran               .............................................................................      40
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………..    41
DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………………...    42
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1      CPP (Controlable Picth Propeller)..............................................       8
Gambar 2.2      Komponen Tunnel Thruster......................................................      13
Gambar 2.3      Typical Posisi Tunnel Thruster.....................................................      15
Gambar 2.4      Typical tunnel thruster placemen..................................................      16
Gambar 2.5      Rencana Penutup Thruster..........................................................      16
Gambar 2.6    Azimuth Thruster…...…………………..…………………….      18
Gambar 2.7    Side Thruster…………………………………………………       19
Gambar 2.8    Tunnel Thruster………………………………………………..     28
Gambar 3.1    Gambar Instalasi Bow Thruster……………..….………….......    34



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Indonesia merupakan Negara kepulauan. Banyaknya pulau yang ada membutuhkan alat transportasi yang mampu menghubungkan pulau-pulau tersebut. Salah satu alat transportasi yang sangat dibutuhkan adalah kapal laut. Kapal laut mempunyai kelebihan dibandingkan alat transportasi yang lain, yaitu mampu menjangkau pulau-pulau terpencil dan daya muatnya yang besar, sehingga kapal laut menjadi salah satu transportasi pilihan masyarakat. Peranan kapal laut juga dibutuhkan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat, mobilitas penduduk antar pulau, dan aktifitas ekspor impor antar Negara. Dalam menunjang kegiatan operasionalnya, kapal laut harus dalam keadaan prima sehingga kegiatan transportasi dapat berjalan lancar. KapalRO-RO PASSANGER tidak terlepas dari BT (Bow Thruster) yang berfungsi sebagai mesin penggerak haluan kapal saat bermaneuver supaya mempercepat saat kapal mau sandar di pelabuhan. Disamping peranan mesin induk,peranan pesawat-pesawat atau mesin bantu lainnya juga berfungsi saling melengkapi sehingga pengoperasian kapal berjalan lancar.
Kapal KM. DHARMA KENCANA VIII Dalam kaitannya dengan kinerja BT (Bow Thruster) salah satu penyebabnya adalah proses pengoperasian bow thrustersaat maneuver. Dan saat bow thruster dioperasikan ada salah satu kompone bow thruster rusak karena getaran yang berlebihan. Jika salah satu dari komponen tersebut terjadikerusakan, maka akan mengakibatkan manuever yang tidak optimal.
Salah satu masalah yang sering terjadi adalah ausnya poros propeller bow thruster, sehingga bearing poros propeller dan O-Ring sering rusakhal ini menjadi kurang maksimalnya pengoperasian bow thruster.
Pada sebuah kapal banyak sekali terdapat sistem permesinan yang salah satunya terkadang berkaitan pada saat kapal beroperasi, salah satunya adalah bow thruster yang berfungsi untuk menggerakkan haluan kapal saat akan bersandar ataupun sedang bermanuever.
 Terkadang tidak sedikit juga kapal-kapal yang tidak dilengkapi dengan peralatan tersebut,dengan alasan itulah juga sering dilakukan menambahkan bow thruster sebagai penunjang olah gerak kapal yang menggunakan daya listrik sebagai supply power pada saat pengoperasian bow thruster, yang akan berhubungan langsung dengan daya yang telah dipersiapkan di kapal. Oleh kerena itu penulis akan menganalisa semua kemungkinan penambahan daya yang diakibatkan dari penambahan bow thruster, dengan harapan setelah pemasangan tidak terjadi penambahan daya yang cukup signifikan dan alternatif bagaimana cara mengatasi apabila terjadi kelebihan beban yang cukup besar.
Oleh sebab itu, penulis ingin membahas lebih dalam dan mengambil Judul PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN BOW THRUSTERdi KM. DHARMA KENCANA VIII.
Dalam karya tulis ini dimaksudkan untuk dapat menjadi suatu pertimbangan dari pembaca terutama yang berada dalam lingkungan perkapalan atau pelayaran pada khususnya, serta agar pembaca dan penulis dalam lingkungan kerja menyadari pentingnya melaksanakan perawatan dan perbaikan secara berkelanjutan sesuai dengan Manual Book yang tersedia di kapal sebagai pedoman kerja di atas kapal.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat diidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut :
1.      Kurang optimalnya  pengoperasian bow thruster.
2.      Rusaknya komponen-komponen bow thruster: ausnya as propeller, rusaknya bearing karena getaran terlau tinggi bow.
3.      Tidak terlaksananya perawatan bow thruster secara berkala.




1.3 Pembatasan Masalah
Dengan beraneka ragam dan jenis dan pesawat dan kegunannya di atas
kapal, maka penulis membatasi masalah-masalah bow thruster agar tidak menyimpang daritema dan judul yang penulis tentukan. Adapun pembatasannya yaitu :
1. Cara-cara pengoperasian dan perawatan bow thruster
2. Masalah-masalah yang ada pada pemeliharaan bow thruster.
3. Perbaikan pada bow thruster.


1.4 Tujuan dan Manfaat Penulisan
      Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan dan manfaat penelitian ini sebagai berikut :
1.       Tujuan Penulisan
a)      Mengetahui pengaruh beban berlebih di saat putaran awal.
b)      Mengetahui pengaruh kurangnya perawatan.
c)      Mengetahui cara perawatan komponen-komponen untuk menunjang kinerja mesin BT (Bow Thruster) dalam kaitannya dengan manuever.
2.      Manfaat Penulisan
Manfaat dari hasil penulisan Karya Tulis Ilmiah ini adalah:
a.       Bagi Kapal KM. DHARMA KENCANA VIII
            Sebagai masukan personil kapal dalam upaya meningkatkan      profesionalisme dalam melaksanakan perbaikan dan perawatan terhadap      mesin induk di kapal.




b.      Akademi
Sebagai bahan masukan bagi akademi untuk dijadikan referensi dalam mengatasi masalah yang terjadi terhadap  mesin BT (Bow Thruster) khususnya yang berkaitan terhadap pengaruh ketidak  normalan sistem pembilasan terhadap mesin induk.
c.       Pembaca Umum
Untuk memperoleh pemahaman lebih mendalam terhadap pesawat bantu  BT (Bow Thruster) dan komponen-komponen pendukungnya.
1.5 Metode Pengumpulan Data
Metode yang penulis gunakan untuk memperoleh data yang diperlukan dalam Praktek Darat yaitu dengan cara :
1.   Metode Observasi (Pengamatan)
Metode Observasi adalah suatu metode yang penulis pakai dengan mengadakan pengamatan secara langsung pada obyek yang diteliti dan penulis melibatkan diri dalam pengoperasiannya.
2.               Metode Interview (Wawancara)
Metode Interview adalah penulis melaksanakan dengan mengadakan wawancara secara langsung atau mengajukan pertanyaan antara penulis dengan pelaksana lapangan.
3.   Metode Studi Kepustakaan
Metode Studi Kepustakaan adalah memperoleh data yang diperlukan dan buku-buku pedoman sebagai petunjuk sehingga data yang didapatkan menjadi lebih tepat dan akurat.
4.   Metode Questioner
Metode Questioner adalah mengajukan pertanyaan yang sifatnya tidak menguji yang berhubungan dengan judul karya tulis.



1.6 Sistematika Penulisan
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka sistematika penyusunan
karya tulis adalah sebagai berikut:

       BAB  I : PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan latar belakang masalah, pembatasan masalah,  metode pengumpulan data dan sistematika penulisan.
BAB II   :    PEMBAHASAN
Bab ini membahas tentang : pengertian bow thruster, cara kerja bow thruster, pengertian alat pendukung atau komponen-komponen bow thruster.
BAB III :     PEMBAHASAN
Bab ini membahas tentang : cara-cara pengoperasian dan perawatan bowthruster, masalah-masalah yang ada pada pemeliharaan bow thruster, perbaikan pada bow thruster pada KM. DHARMA KENCANA VIII.
BAB IV   :    KESIMPULAN DAN SARAN
Merupakan penutup daripada penyusunan karya tulis ini.











BAB II
LANDASAN TEORI

Pemasangan bow thruster memperbesar kemampuan manuever sebuah kapal yang memiliki bull bous bow. Dengan memanfaatkan energi putaran dari propeller pada thunnel thruster suatu kapal, arah dari kapal dapat dibelokkan dengan lebih cepat dibandingkan kapal tanpa bow thruster. Dengan mengandalkan kemampuan dari bow thruster ini, dapat dikembangkan dengan memberikan penutup pada bow thruster yang dapat terbuka dan tertutup. Fungsi dari tunnel ini tidak hanya sebagai pembuka dan penutup saja, namun lebih mengarah pada penambahan kemampuan manuevering kapal yang memanfaatkan bow thruster. Thrusmaster tunnel thruster memiliki kemudahan dalam melakukan pemasangan. Keseluruhan dari bagian ini dibutuhkan dalam proses ini adalah memasang bagian bagian dari tunnel didalam  lambung. Dengan tunnel thruster hidrolik, kerja dari tunnel thruster bisa dilakukan dengan maksimal melalui bukaan yang dapat mengarahkan tekanan ke arah berbagai sudut yang optimal melalui saluran pipa hidrolik. Panjang dari tunnel dapat diperluas oleh butt welding pipe dengan menggunakan material yang sama dengan diameter dan dengan ketebalan dinding samapai ujung dari standart tiga kaki bagian tunnel dari thruster. Sebagai alternatif, thruster disesuaikan dengan panjang terowongan (total panjang tunnel yang ditentukan) untuk menghemat waktu dan uang semasa proses instalasi. Ketika menambah sebuah tunnel thruster pada bagian sekat pemisah bujur yang mendorong ke dalam dari satu sisi hingga posisi yang diinginkan dan sesuai sumbergence dari trowongan tersebut, diperlukan untuk mencegah vortexing dan air entrainment. Ketika tekanan udara naik pada aliran terowongan selama operasi, pendorong akan mengalami cavitation, sehingga menghasilkan bising berlebih, getaran dan pengurangan substansil dari keluaran daya tolak dan kerusakan mungkin saja menuju ke thruster, kalau dua atau lebih tunnel pendorong dipasang, pusat dari masing-masing tunnel harus menjadi dua kali diameter terowongan yang terpisah.





2.1 Kajian Teori
          2.1.1  Pengertian dan Penggunaan Bow Thruster
Menurut A.Nouvan dalam buku Teknik mesin kapal tahun 1995 bahwa Bow thruster adalah suatu alat pendorong yang dipasang pada bagiandepankapal         untuk    membantu maneuver     kapal.
Padasaat maneuver dilakukan, posisi kapal amatlah sulit untuk melakukan olah gerak yang diameternya efisien. Sehingga dibutuhkan alat pendorong ini agar diameter maneuver kapal dapat diperkecil yang menghasilkan efisiensi putaran maneuver yang besar. Unit pendorong tersebut terdiri dari suatu propelleratau baling baling yang berada dalam satu terowongan (tunnel) pada bagian melintang kapal dan dilengkapi dengan suatu alat bantu seperti motor hidrolik atau elektrik. Selama beroperasi, air dipaksa masuk melalui terowongan tersebut untuk mendorong kapal sehingga bergerak menyamping sesuai keperluan kapal.
Pada bow thruster tersebut diperlukan suatu unit Controlable Pitch Propeller (CPP) yang dibutuhkan untuk reverse rotating  (putaran balik)  pada baling-baling tersebut.
Untuk lebih jelas Controlable Pitch Propeller (CPP) dapat ditunjukkan pada gambar berikut

Controllable Pitch Propeller adalah sebuah propeler yang dapat pitch propelernya dapat diatur. Pitch adalah jarak aksial yang ditempuh/diambil oleh propeller pada satu kali putaran penuh (3600). Pada prinsipnya, pengertian pitch pada propeler, jika dianalogikan akan sama dengan gear pada mobil. Pengoperasiannya dapat dilakukan dengan dua system yaitu system pull-push rod system dan hub piston system. Pada sistem pull-push rod digunakan batang panjang yang dihubungkan dari poros kapal menuju hub baling-baling. Sedangkan pada hub piston system, batang piston diletakkan pada hub baling-baling.
Dengan memakai fix propeller, daya pada seluruh kondisi beban propeller tidak mungkin dapat dimanfaatkan seluruhnya. Masalah ini dapat diatasi dengan memakai baling-baling yang daunnya dapat diatur (dikendalikan), yang disebut Controllable Pitch Propeller atau yang biasa dikenal dengan singkatan CPP (Control Pitch Propeller). Dengan memakai propeller jenis ini maka seluruh daya mesin akan dapat diserap dengan baik, sekalipun dalam kondisi beban propeller yang berbeda-beda. Misalnya saat kapal dalam kondisi menarik, bergerak bebas, memecah es, atau berubahnya kondisi badan kapal, cuaca dan kedalaman air.
Pesawat atau alat pendukung pada bow thruster :
1.      Propeller berfungsi untuk menggerakkkan kapal pada saat maneuver.
2.      Shaft connecting berfungsi sebagai media penghubung dari elektrik motor ke propeller.
3.      Elektrik motor berfungsi untuk merubah tenaga listrik menjadi mekanik.
4.      Generator berfungsi untuk mensuplai listrik ke elektrik motor.

2.1.2        CaraKerjaBow Thruster
Haluan dan buritan pendorong ditempatkan dalam melalui-dan melalui terowongan yang terbuka di kedua sisi kapal. Ada dua terowongan tersebut di ujung depan dan belakang kapal. Thruster mengambil hisap dari satu sisi dan melemparkannya keluar di sisi lain dari kapal, sehingga kapal bergerak dalam arah yang berlawanan. Hal ini dapat dioperasikan di kedua arah yaitu port ke kanan dan kanan dalam keadaan ke pelabuhan. Busur pendorong ditempatkan di bawah garis air kapal.
 Untuk alasan ini, ruang busur pendorong harus diperiksa untuk akumulasi air pada interval waktu yang teratur.
Busur dan pendorong tegas dapat listrik driven atau hidrolik driven atau diesel didorong. Namun, yang paling sering digunakan adalah listrik didorong, seperti dalam pendorong didorong hidrolik ada terjadi banyak masalah kebocoran. Juga, dengan busur pendorong diesel driven, jumlah pemeliharaan yang diperlukan lebih dan setiap kali sebelum memulai seseorang perlu pergi ke ruang thruster untuk memeriksa pendorong.
Busur pendorong terdiri dari sebuah motor listrik yang dipasang langsung di atas thruster menggunakan pengaturan roda gigi cacing. Motor berjalan pada kecepatan konstan, dan setiap kali ada perubahan yang diperlukan dalam dorong atau arah, pisau lapangan dikontrol disesuaikan. Ini pisau dipindahkan dan pitch berubah dengan bantuan oli hidrolik yang bergerak hub di mana pisau dipasang. Sebagai pendorong adalah tipe lapangan dikontrol, dapat terus berjalan, dan ketika tidak ada dorong diperlukan lapangan dapat dibuat menjadi nol. Thruster ini dikendalikan dari jembatan dan petunjuk yang diberikan dari jarak jauh. Dalam kasus kegagalan terpencil, metode manual untuk mengubah lapangan disediakan di ruang thruster dan dapat dioperasikan dari sana.




Keuntungan :
1.      Manuever yang lebih baik pada kecepatan rendah dari kapal.
2.      Keselamatan kapal meningkat ketika berlabuh dalam cuaca buruk.
3.      Menghemat uang karena pengurangan menginap di pelabuhan dan penggunaan kurang dari kapal tunda.
Kerugian :
1.      Sebuah motor induksi sangat besar diperlukan, yang membutuhkan banyak saat ini dan beban, dan dengan demikian kapasitas genset yang besar diperlukan.
2.      Investasi awal yang tinggi.
3.      Pemeliharaan dan perbaikan yang mahal ketika ada kerusakan.
          2.1.3 Fungsi Bow Thruster
Pemasangan bowthruster memperbesar kemampuan maneuver sebuah kapal yang memiliki bulbous bow. Dengan memanfaatkan energi putaran dari propeller pada tunnel thruster suatu kapal, arah dari kapal dapat dibelokkan dengan lebih cepat dibanding kapal tanpa bow thruster. Dengan mengandalkan kemampuan dari bow thruster ini, dapat dikembangkan dengan memberikan tambahan pada bagian tunnel thruster. Tambahan tersebut yakni dengan memberikan penutup pada bow thruster yang dapat terbuka dan tertutup. Fungsi dari penutup tunnel ini tidak hanya sebagai pembuka dan penutup saja, namun lebih mengarah pada penambahan kemampuan maneuvering kapal yang memanfaatkan bow thruster.

2.1.4        NamaKomponen-Komponen pada Bow Thruster
Nama komponen-kompone pada bow thruster sebagai berikut :
1.      Tunnel Bow thruster
Tunnel Bow thruster yang berfungsi sebagai suatu tabung atau terowongan propulsi yang menjadi satu sistem bersama bow thruster yang dibuat untuk menyalurkan aliran air laut agar kapal dapat mudah dalam melakukan olah gerak. Oleh karena itu, tunnel bow thruster sangat diperlukan untuk menyalurkan air laut agar kapal mendapat dorongan dari air laut tersebut.
Bentuk terowongan pendorong untuk mengatur masuknya aliran air laut dapat dipasang di tiga tempat: haluan tengah, dan buritan kapal. Hal ini meningkatkan pemutaran efektif kapal di pusat rotasinya.  Umumnya baling-baling ditempatkan dekat centerline dari kapal sehingga menghasilkan  gaya ke kanan dan kiri. Untuk menghasilkan gaya tolak maksimum, fairing dimasukan ke dalam terowongan dengan lapisan jaring cangkang.
 Fairing terowongan dengan berlapis cangkang akan meningkatkan efficiency. Setelah diteliti dari berbagai percobaan, direkomendasikan sudut fairing tersebut terhadap sisi kapal sebesar 45o.

Selain itu pada bagian depan bow thruster dibuat batang flat atau frame guna mengalirkan arah arus air yang dihasilkan oleh gelombang kapal untuk  masuk ke terowongan dibuat sebesar 15 derajat.
Untuk mencegah  korosi pada sisi bow thruster dipasang sel anoda. Anoda yang digunakan harus dengan spesifikasi berdasarkan Mil satu atau ISO (International Organization for Standardization) 18001 untuk anoda seng, spesifikasi ini mengandung Cadmiumtambahan (~0. 1%), yang menyebabkan terkikisnya anoda dari pada permukaan baja. Pemasangan harus ditempatkan pada terowongan di panampang-lintang (lengthwise) dan  tidak boleh melebihi 1 sampai 2 inci (25 sampai 50 milimeter).


Thrustmaster tunnel thruster memiliki kemudahan dalam melakukan pemasangan. Keseluruhan dari bagian ini telah siapdipasang pada bagian tunnel dan semua yang dibutuhkan dalam proses ini adalah memasang bagian dari tunnel di dalam lambung.
Dengan tunnel thruster hidrolik, kerja dari tunnel thruster bisa dilakukan dengan maksimal melalui bukaan yang dapat mengarahkan tekanan ke berbagai sudut yang optimal melalui saluran pipa hidrolik. Panjang dari tunnel dapat diperluas oleh butt welding pipe dengan menggunakan material yang sama dengan diameter dan dengan ketebalan dinding sampai ujung dari standard tiga kaki bagian tunnel dari thruster. Sebagai alternatif, thruster disesuaikan dengan panjang terowongan (total panjang tunnel yang ditentukan) untuk menghemat waktu dan uang semasa proses instalasi.
Ketika menambahkan sebuah tunnel thruster pada kapal yang sudah ada, potongan lubang tunnel pada bagian sekat pemisah bujur yang mendorong ke dalam dari satu sisi hingga posisi yang diinginkan.Sesuai submergence dari terowongan tersebut, diperlukan untuk mencegah vortexing dan air entrainment.  Ketika tekanan udara naik pada aliran terowongan selama operasi, pendorong akan mengalami cavitation, sehingga menghasilkan bising berlebih, getaran, dan pengurangan substansil dari keluaran daya tolak dan kerusakan mungkin saja menuju ke thruster. Kalau dua atau lebih tunnel pendorong dipasang, pusat dari masing-masing tunnel harus menjadi dua kali diameter terowongan (2D) yang terpisah.
Bentuk terowongan pendorong untuk mengatur siasat maneuver dipasang sebagai pengarah maju atau mundur pada kapal. Hal ini dapat meningkatkan gerakan putar yang efektif saat kapal ber-manouver.  Umumnya direkomendasikan bahwa baling-baling ditempatkan dekat centerline kapal sehingga daya tolak ada  dan tersedia ke kiri dan kanan.
Pengaturan jumlah dan arah aliran air yang melewati haluan kapal dapat dilakukan dengan cara memberikan penutup tabung yang tepat dalam segi bentuk, desain, konstruksi, dan kekuatannya. Ketika berjalan, kapal akan mendapatkan hambatan katika diberi bow thruster, dengan adanya penutup ini, hambatan dapat dikurangi.    
Penutup tabung bow thruster yang dapat terbuka dan tertutup disesuaikan dengan arah maneuver kapal dibuat dengan system hidrolik. Penutup tabung bow thruster dapat berputar hingga 180o ke arah sisi dalam dan luar kapal dan berputar melalui  panel control sesuai kebutuhan maneuvering.
Tujuan putaran penutup tabung bow thruster adalah untuk dapat mengatur aliran fluida dari sisi satu kapal ke sisi lainnya untuk memanuver lebih baik lagi. Panel control penutup tabung bow thruster merupakan satu kesatuan dari bow thruster tersebut Pembuatan penutup ini harus didesain dengan perencanaan yang amat matang. Menghemat konsumsi bahan bakar yang juga otomatis berdampak menghemat pengeluaran biaya operasi pelayaran dan mempersingkat waktu serta jarak manuever pelayaran.
2.       Azimuth     Thruster
Azimuth thruster
berfungsi untuk mempermudah kapal dalam manuever, namun pemakan alat penggerak dengan posisi berada di bagian atas sehingga memberi tempat yang lebih lapanguntuk menempatkan penggerak utamanya, baik berupa motor diesel atau motor listrik.

3.      Side Thruster
Side thruster berfungsi sebagai sebuah pendorong sisi perangkat propulsi dipasang ke haluan kapal atau dipasang di sebuah terowongan dibangun ke haluan kapal.
Hal ini memungkinkan kapal untuk mengubah atau bergerak ke samping ketika docking atau berangkat dan digunakan untuk pos kontrol dan posisi dinamis dengan manuver luar biasa.
Menurut Adji T. dalam bukunya yang berjudul Panduan pengoperasian dan perawatan bow thruster tahun 1973, sisi pendorong telah menjadi kekuatan penggerak di balik hampir setiap jenis kapal laut dari operator kargo dan feri ke kapal lepas pantai. Pada inti dari segala sisi thruster terletak rekayasa kelas dunia yang mendorong mesin ini ke garis depan dari pengiriman global dan industri maritim.

2.1.5 Sistem Pengoperasian Dan Perawatan Bow Thruster
Adapun sistem pengoperasian dan perawatannya bow thruster taruna proyek laut di kapal KM. DHARMA KENCANA VIII sebagai berikut :
1.      SistemPengoperasian Bow Thruster
Selain itu suatu servo-motor dan roda gigi juga dibutuhkan dan ditempatkan dalampelindung bow thruster, sehingga memungkinkanuntuk merubah sudut daun propeller yang bersejenis CPP (Controllable Picth Propeller) tersebut untuk mengubah aliran air di dalam terowongan ke arah manapun, karena itu suatu primemover yang non-reversible dapat digunakan, begitu juga seperti dengan single-speed electric. Prime mover tersebut tidak pelu dihentikan selama bermanuver  karena sudut propeller dapat diposisikan pada zero pitch. Prime mover dihubungkan dengan suatu flexible drive shaft, kopling dan bevel gear (roda gigi kerucut). Pada sistem  tersebut, seal (penyekat) khusus dipasang pada unit thruster untuk mencegah kebocoran air laut. Unit lengkap (bow thruster) beserta peralatannya termasuk terowongan melintang kapal dapat mengakibatkan daya dorong sesuai dengan arah aliran air. Penggunaan bow thruster tersebut dapat dikontrol melalui suatu terminal dan panel yang terdapat di ruang navigasi. Terminal tersebut akan langsung terhubung ke suatu microcontroller untuk pengaturan otomatisasi dan juga penggunaan secara manual. Penggunaansecara manual sudah terhubung langsungdengan joystick untuk mengubah arah pitch dari daun baling-baling.

Bagaimana Busur Pendorong dapat Digunakan untuk Olah Gerak sebuah Kapal ?
Penanganan sebuah kapal dalam arus, angin dan air pasang selalu urusan rumit. Semua tiga faktor lateral dapat menggeser kapal dari jalurnya. Seorang pilot kapal harus menjaga mata untuk efek ini dan terus mengambil langkah-langkah perbaikan untuk navigasi yang aman kapal.
Berlabuh dalam situasi angin dan pasang berat umumnya dibantu oleh tag baik itu tug penarik atau tug memeriksa atau tarikan yang mengajarkan kekuatan athwartship untuk melawan penyimpangan lateral. Ini adalah tambahan untuk mesin kapal yang sudah ada ini, kemudi dan pendorong (jika terpasang)
 sekema thuster 4.7
Sekarang pada waktu tertentu, kecepatan berlabuh selalu di sisi bawah. Cara terbaik adalah untuk tetap kurang dari dua knot dalam berbagai situasi. Bow atau buritan pendorong, yang menanamkan gaya lateral atau athwartship, efektif hanya jika kecepatan di sisi bawah. Mereka meredam dampak dari kapal ketika jatuh di dermaga atau dermaga.
Ketika busur jatuh berat pada dermaga, busur penikam dijalankan untuk pelabuhan atau kanan, sebagai kasus mungkin sehingga jatuh dibatasi dan garis lulus aman dengan garis naik-turun, perahu atau kapal motor periang dari busur.
Ketika sebuah kapal diambil terbelakang, yang biasanya pilot kapal tidak ketika ia mendekati dermaga, buritan kapal berjalan baik ke pelabuhan atau ke kanan. Akibatnya busur berjalan di arah sebaliknya yaitu kanan atau port, Efek ini disebut canting.
Untuk kapal dengan baling-baling tangan kanan, yaitu untuk baling-baling yang berputar searah jarum jam saat kapal berjalan depan, cants buritan (ayunan) ke pelabuhan dan haluan ke kanan. Sebaliknya terjadi untuk baling-baling tangan kiri. Pada tahap ini busur penikam datang untuk bermain. Busur dalam kasus pertama diberikan ke port sehingga ayunan ke kanan dibatasi sedangkan pada kasus kedua itu diberikan kanan.
Sekarang busur pendorong yang digerakkan oleh motor. Kekuatan busur pendorong umumnya tergantung pada kekuatan motor. Sebuah 800-1000 HP (Hourse Power), BT (Bow Thruster) cukup efektif untuk dipasang ke dalam pembuluh memiliki LOA (Length Over All) dari 150-160 m dan balok dari 22-25 m dengan GRT (Gross RegisterTon) sekitar 10.000-12.000. Hal ini dapat melawan angin lepas pantai dengan mudah 3-4 Beaufort (11 knot) saat berlabuh. Beaufort adalah ukuran empiris yang berkaitan dengan kecepatan angin untuk pengamatan kondisi didarat atau laut, Beaufort mengukur kecepatan angin dengan menggambarkan pengaruhnya pada kecepatan kapal dan gelombang air laut.
Di daerah-daerah kecepatan angin tinggi dan kapal yang memiliki tinggi LOA (Length Over All) adalah jarak membujur kapal dari titik terdepan linggi haluan kapal sampai ke titik terbelakang dari buritan kapal diukur dejajar lunas dan GRT(Gross Register Ton) adalah volume atau isi sebuah kapal dikurangi dengan isi sejumlah ruangan tertentu untuk keamanan kapal (deducted space), sebuah busur pendorong lebih kuat BT (Bow Thruster) diperlukan. Busur pendorong BT (Bow Thruster) umumnya dipasang untuk menggantikan penggunaan kapal tunda, yang disewa oleh kapal datang ke pelabuhan. Ini mengurangi biaya operasi kapal. Namun dalam beberapa pelabuhan, mempekerjakan tunda adalah wajib. Dalam hal ini, BT (Bow Thruster) bekerja sebagai bantuan tambahan untuk pilot kapal. Sementara penahan, BT (Bow Thruster) juga memainkan peranan penting, sehingga saat memutar. Sementara penahan, busur disimpan pada jarak dari rantai jangkar menggunakan BT (Bow Thruster).
Sementara memutar kapal, BT (Bow Thruster) berperan penting. Dalam ruang terbatas seperti di dermaga padat, kapal harus benar-benar berputar pada porosnya. Dalam kasus seperti kapal tersebut berhenti dan dengan bantuan busur pendorong busur berayun ke pelabuhan atau kanan, berputar buritan.
Kadang-kadang, buritan juga diputar dengan kemudi dan mesin. Tapi apa yang umumnya dianggap dalam hal ini adalah kecenderungan alami kapal untuk bisa sementara datang terbelakang. Jika kapal memiliki baling-baling tangan kanan, haluan kapal akan berayun ke kanan, sementara mesin dijalankan astern. Jadi selalu disarankan untuk menghidupkan roda kanan seperti saat datang astern juga, kapal akan tetap berpaling ke arah yang diinginkan.
Sementara mundur, namun itu adalah disarankan untuk mengambil tunda penarik di buritan dan menggunakan busur-pendorong sebagai dan bila diperlukan. Tug luruskan buritan karena menarik dan efek dorong melintang sehingga dinetralkan. Busur pendorong demikian  memainkan  peran  penting dalam manuver kapal. Tapi bagaimana dan kapan harus digunakan tergantung pada pengalaman  yang  harus diperoleh di lapangan.
2.2      Kajian Penelitian Yang Relevan
Berdasarkan fakta dan kondisi diatas kapal KM. DHARMA KENCANA VIII seperti hal yang diuraikan diatas, maka ada beberapa masalah yang muncul dengan identifikasi sebagai berikut :
1.      Kurangnya perawatan bow thruster.
Pada saat kapal beroprasi dari Surabaya menuju ke Makasar, bow thruster  tidak dioprasikan. Walaupun lama tidak dioprasikan/tidak dioprasikan jadwal perawatan atau plan maintenance sistem harus tetap dikerjakan , misalnya sekali waktu anchor di coba untuk dioprasikan, gear-gear ataupun bagian lain yang berputar perlu di grease segera di kasih grease. Untuk menjaga agar tidak mudah berkarat dan tidak mudah bocor, serta lilitan pada electro motor pada bow thruster dengan ECC (Electric Contact Cleaner). Filter oli hidroliknya harus di jaga kebersihannya yaitu dengan melihat jam kerjanya atau melihat tekanannya bila tekannya sudah turun segera bersihkan. Pada O-Ring dan oli hidrolik juga harus di check, sebab bila ada kebocoran pada O-Ring maupun pipa pompa hidrolik bisa teratasi dan bisa menyebabkan masalah pada saat dioperasikan.
2.      Jadwal perawatan dan perbaikan yang sering diabaikan
  Perawatan berkala atau sering di sebut plan maintenance sistem sudah disiapkan di kamar mesin. Prosedur perawatan dan pengujian (pengoperasian) bow thruster yang harus dilaksanakan sudah tertera dalam suatu check list yang sederhana dan melaksanakannya. Untuk menutupi seolah-olah jadwal perawat telah dilaksanakan, maka masinis mengisi lembaran check list dengan tanpa mengerjakan yang sebenarnya, tetapi tetapi ditulis di log book mesin. Dan dalam log book  tersebut  dibuat sesuai sesuai dengan laporan yang lampau, juga tertera indicator yang menyatakan berapa lama percobaan dilakukan, sehingga pada saat pengecekan dari surveyor ataupun dari perusahaan dapat diperlihatkan dengan data-data tersebut. ABK (Anak Buah Kapal) dan masinis beranggapan  bahwa komponen-komponen bow  thruster tidak memerlukan perawatan yang maksimal  serta  tidak  menyadari  alat  tersebut  akan dipakai  suatu  saat  nanti.
3.      Persediaan suku cadang kurang baik atau tidak asli
Saat dilakukan perbaikan dan perawatan terhadap O-Ring yang bocor, crew kapal sudah mengganti O-Ring tersebut pada minggu yang lampau, satu minggu kemudian O-Ring tersebut bocor lagi, penulis meyakini kuwalitas bahan tersebut sangat buruk, penulis menyadari bahwa perusahaan memerlukan cost serendah mungkin untuk membiayai operasional kapal. Suku cadang dengan kuwalitas rendah juga merupakan upaya penghematan yang dilakukan oleh perusahaan dengan cara membeli suku cadang yang murah. Padahal hal ini akan menyebabkan biaya perawatan yang semakin membengkak karena kebijakan ini akan menyebabkan terjadinya perawatan insidensial yang tentu saja biayanya akan jauh lebih mahal, yang tentu dengan kurang baiknya kuwalitas suku cadang maka perawatan insidensial sering dilakukan dan akan menghambat kelancaran operasional kapal.
4.      Kurangnya Pengetahuan dan Kurangnya Pengawasan Pengoperasian dan Perawatan bow thruster
Selain perawatan langsung yang dilakukan oleh masinis yang bekerja sama dengan crew mesin, pegoperasian dan perawatan juga harus dipantau agar dalam pelaksanaan pengoperasian dan perawatannya selalu berjalan dengan lancar. Dalam melakukan monitoring atau pengawasan  khususnya dikamar mesin dilakukan oleh Chief Engineer. Kebocoran terkadang disebabkan karena terjepitnya O-Ring pada saat pemasangan poros propeller bow thruster yang diikat tidak rata dan bisa bergeser dan terjadinya kebocoran bisa berakibat fatal dan operasional kapal terganggu. Dengan kurangnya pengawasan Chief Engineer mengakibatkan crew mesin tidak menggunakan kegiatan perawatan sesuai dengan standart oprasi perawatan.
2.3 Kerangka Berfikir
Sistem pengoperasian dan perawatan di kapal RO-RO PASSANGER kaitannya dengan manuever  yang pada prosesnya sangat berpengaruh terhadap kinerja mesin itu sendiri. Hal ini dikarenakan selain sebagai pendorong haluan kapal sisa juga sebagai membantu pada saat kapal olah gerak.
Untuk mencapai proses olah gerak dibutuhkan pesawat bantu salah satunya bow thruster  maka harus diperhatikan beban voltase yang dibutuhkan oleh bow thruster dan putaran pada bow thruster tersebut. Karena ketika bow thruster berputar dan mengakibatkan getaran yang terlalu tinggi maka terjadi bocornya O-Ring dan bearing pada poros propeller. Tekanan oli juga berpengaruh terhadap pelumasan roda gigidan bearing dalam ruang carter bow thruster. Sehingga dengan tekanan oli kurang maksimal akan mempercepat ausnya pada gigi, poros propeller dan bearing.
Untuk mendapatkan puataran yang sempurna dalam hal ini beban voltase dan tekanan oli sesuai dengan standart pabrikan mesin, maka diperlukan perawatan secara berkala terhadap komponen pendukung sistem seperti electro motor, pompa bow thruster, saringan oli masuk. Sehingga diharapkan dapat bekerja dengan normal.





BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Deskripsi Data
                        Sebagai obyek penulisan magidentifikasi Bow Thruster yang di gunakan pada saat penulis proyek laut, berikut ini name plate bow thruster yang di jadikan obyek penelitian :

TYPE:IDV 355M-4                                                  FLANGE NO. : FF 
OUT PUT:420 KW                                                   NO. OF POLES: 4
VOLTAGE:440 V                                                    FREQ. : 60 Hz
CURRENT:640 A                                                     SPEED : 17770 rpm
ENCLOSURE SYSTEM:IP 22                                RATING : 30 MIN
COOLING SYSTEM:IC O1                                    RULE : JG
LIMIT OF TEMP. RISE:100 C                                INS. CLASS : F
AMBIENT TEMP. : 40 C                                           WEIGHT : 1280 kg
BEARING NO. : L.S.632203                                    O. S.  : 7316
MACH. NO. : 231579                                                DATE : 1995





3.2   Pembahasan
3.2.1  Cara-cara pengoperasian dan perawatan bow thruster
Sebuah busur pendorong adalah sesuatu yang  sering temukan di perahu. Hal ini biasanya ditemukan terpasang ke haluan perahu. Hal ini digunakan untuk membuat kapal bergerak lebih baik di atas permukaan air. Hal ini memungkinkan kapten kemampuan untuk manuver kapal dari sisi ke sisi. Selain itu, busur pendorong membuat lebih mudah untuk dermaga perahu atau kapal karena memungkinkan kapten untuk dengan mudah mengubah kapal tanpa menggunakan penggerak utama. Penggerak utama, dibandingkan dengan busur pendorong, akan memerlukan beberapa gerak maju untuk mengubah kapal atau perahu sehingga membuatnya lebih sulit untuk masuk ke saham. Seperti segala sesuatu yang lain, busur penikam harus dipelihara.
 Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga dan perawatanbusur pendorong.
a.       Pemeliharaan Diperlukan:
1)      Isolasi perlu diperiksa secara teratur dan harus tetap kering. Hal ini dilakukan karena busur pendorong tidak digunakan sering dan dengan demikian ada kemungkinan kerusakan oleh kelembaban. Selain itu, karena keadaan idle sering busur pendorong, bisa ada pengurangan resistansi isolasi terutama di daerah dingin.
2)      Pemanas ruang diperiksa kondisi kerja sehingga isolasi dapat tetap kering.
3)      Bantalan motor dan link harus gemuk setiap bulan.
4)      Kondisi minyak hidrolik harus diperiksa setiap bulan untuk air dalam sampel minyak dan harus dikirim untuk analisis laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.
5)      Ketebalan dari kontaktor yang akan diperiksa dari waktu ke waktu.
6)      Cek harus dibuat untuk setiap kebocoran air di ruang busur pendorong yang indikasi segel bocor.
7)      kopling fleksibel antara motor dan thruster juga harus diperiksa.
Bila baterai  menjadi bermuatan atau baterai  berjalan buruk, itu akan merusak busur pendorong, perlu memastikan bahwa baterai selalu terisi penuh. Periksa baterai  setidaknya dua kali setahun, sebagai musim dimulai dan sebagai musim angin turun. Itu selalu ide yang baik untuk menempatkan ini di kalender  untuk musim semi dan musim gugur bulan. Jika ingin mengambil tester baterai dan memeriksa kinerja baterai. Jika baterai tidak memegang biaya, menggantinya.
Busur pendorong adalah logam dan tunduk terhadap korosi. Kondisi dikenakan mendukung korosi. Itu selalu membantu untuk memiliki tetes seng atau pelumasan di tangan. Oleskan sedikit dari pelumas seng ke drive kaki busur pendorong itu. Ini akan membantu untuk mencegah korosi. Pelumas harus diterapkan setidaknya 4 kali dalam setahun. Tambahkan ini ke jadwal pemeliharaan  busur pendorong. Tanpa pelumas, kaki drive akan menimbulkan korosi dan merebut.
Ini adalah barang yang benar-benar hanya pemeliharaan perlu dilakukan setiap 2 sampai 4 tahun, tergantung pada seberapa banyak menggunakan perahu atau kapal. Membeli kuas baru untuk busur  thurster motor di toko pasokan lokal. Mengubah sikat pada motor pendorong setiap beberapa tahun. Ini akan meningkatkan umur busur pendorong.
Kira-kira 4 kali dalam setahun perlu memeriksa cairan dalam komponen hidrolik busur pendorong. Bahkan tidak hanya harus memeriksa, tetapi harus menguras semua cairan yang ada dan mengganti cairan lama dengan yang baru dapat membeli cairan untuk komponen hidrolik pada busur pendorong di setiap toko peralatan. Tambahkan ini ke jadwal pemeliharaan. Kadang-kadang berguna untuk waktu kegiatan ini dengan ketika  menerapkan pelumas pada drive kaki busur pendorong itu.
b.      Penyebab Masalah Busur Pendorong (Causes of Bow Thruster Problems).
Busur pendorong menggunakan persis prinsip yang sama seperti baling-baling di kapal  untuk bergerak di sekitar. Ini berarti bahwa mereka rentan terhadap banyak masalah yang sama. Baling-baling adalah sistem mekanis, dan meskipun mereka sangat handal, ada banyak masalah yang dapat menghambat fungsi. Jika kantong atau sampah apapun akan melilit baling-baling, misalnya, dapat berhenti bekerja. Ventilasi juga dapat diblokir oleh sesuatu.
Perawatan yang bisa dilakukan saat kapal diatas galangan (docking)  antara lain: 
1)      Inspeksi (Inspections)
Hal pertama yang perlu di lakukan adalah memeriksa busur pendorong dan lihatlah masalah yang sebenarnya. Hal ini dapat dilakukan di bawah air. Namun, akan lebih mudah dan lebih aman bila dilakukan diatas galangan atau pada saat kapal naik dock. Mengangkat kapal keluar dari air akan memungkinkan untuk melihat baling-baling dan mengidentifikasi masalah.
Jika menunjukkan bahwa busur pendorong rusak, maka akan perlu dihapus. Sekali lagi, ini jauh lebih mudah dilakukan jika  mengangkat perahu keluar dari air. Sementara perahu diangkat keluar dari air, juga dapat menggunakan waktu untuk melakukan pemeliharaan rutin pada sisi kapal.


2)      Overhoule
Setelah  mengkonfirmasi bahwa masalahnya adalah di  busur pendorong, harus segera memperbaikinya. Ada banyak hal yang berbeda yang dapat coba lakukan, termasuk memastikan bahwa baling-baling bebas dari puing-puing. Jika sesuatu telah merusak salah satu baling-baling, efektivitas busur penikam dapat dikurangi.
Lihatlah kondisi baling-baling dan pastikan bahwa itu akan diganti jika perlu. Ini baling-baling biasanya dapat diganti cukup mudah selama dapat membeli ukuran yang tepat dan jenis baling-baling. Jika baling-baling berukuran tepat tidak tersedia lagi maka  bisa mendapatkan yang disesuaikan dibuat.
Periksa drive shaft dari mesin utama busur penikam, atau jika  menggunakan busur pendorong eksternal, memeriksa kesehatan dari motor listrik.
3)      Pengujian (Testing)
Setelah telah memperbaiki busur pendorong, perlu dimasukkan kembali ke dalam air untuk mencobanya.


Cara pengoperasian bow thruster di KM. DHARMA KENCANA VIII :
1.   Cek terlebih dahulu oli pada tanki bow thruster yang akan di operasikan  bila kurang  oli di tanki  maka  ditambahkan  sesuai  garis  standart  supaya  pelumasannya  sempurna.
2.   Lakukan pengecekan pada komponen-komponen bow thruster terlebih dahulu seperti: pompa hidrolik, o-ring propeller, pipa oli pelumasan, lampu  indicator  sirkulasi  oli  pelumasan.
3.   Pararel  generator  untuk  menambah  daya  listrik  bila  di  perlukan.
4.   Arahkan  tombol  on  pada  panel  untuk  di  operasikan.
5.   Dan  bow  thruster  siap  untuk  di  operasikan
3.2.2 Manfaat dan proses pemeliharaan bow thruster
Berdasarkan data-data selama pemeriksaan kondisi bow thruster sehubungan dengan masalah-masalah yang terjadi, maka dapat dianalisa permasalahan-permasalahan tersebut serta tindakan-tindakan penyelesaiannya sebagai  berikut :
a.       Kurangnya  perawatan  bow  thruster
Pemecahannya  adalah :
Perusahaan  harus  dapat  memenuhi minimum tersedianya suku cadang sesuai class rekomendasi. Dalam hal ini program perawatan dapat terprogram dengan baik walau dengan standart minimum pengadaan alat-alat suku cadang, karena dengan tersedianya hanya untuk  suku  cadang  yang  memang  sangat di butuhkan. Oleh  sebab itu perusahaan dapat meminimalisir pengeluaran anggaran kalau memang  itu  harus  dilakukan.
Laksanakan koordinasi antara perusahaan dan pihak kapal dalam memenuhi waktu perawatan. Didalam perawatan peralatan sangat berguna  bagi  kapal KM. DHARMA KENCANA VIII  terkadang  para crew kapal sering tidak melaksanakan Base Condition Maintenance System (BCMS) yang sesungguhnya. Ini biasanya disiapkan  oleh  perusahaan  dan  dengan  mengunakan  software khusus  kemudian  diinstal  dikomputer yang ada diatas kapal, sehingga bagi perwira dikapal dapat  dengan mudah melakukan perawatan  secara teratur atau secara berkala berikut dengan laporannya dan selanjutnya dikirim melalui e-mail ke kantor pusat, sesampainya dikantor pusat akan di  periksa oleh port engineer. Dengan  melihat  sistim  kerja  demikian  terdapat  saling  koordinasi  antara  pihak  kapal dan  kantor  perusahaan  yang  berujung  adanya  kerja  sama  yang  baik  dalam  menjalankan  perusahaan  sehingga  apa yang  menjadi  target  dari  tujuan perawatan  akan  mencapai  sasaran.
b.      Kurangnya pengetahuan dan kurangnya pengawasan pengoperasian dan  perawatan  bow  thruster.
Pemecahan masalahnya adalah diharapkan awak kapal diberi bimbingan pengetahuan tentang pengoperasian dan perawatan bow thruster. Para anak buah kapal baru (non pengalaman) yang diterima tidak mempunyai kemampuan secara penuh untuk melaksanakan tugas-tugas pekerjaan mereka. Bahkan anak buah kapal yang sudah berpengalaman  pun  perlu  belajar  dan  menyesuaikan  dengan kondisi  kapal, crew mesin, kebijakan  dan  prosedur-prosedurnya. Mereka juga memerlukan  latihan dan pengembangan lebih lanjut untuk mengerjakan tugas-tugas secara baik, Agar tidak terjadi salah pemasangan  O-Ring  pada  poros  propeller  bow  thruster.

3.2.3  Perbaikan  pada  bow  thruster
Perbaikan-perbaikan di atas kapal yang dapat  dilakukan  demi kelancaran  dalam  pelayaran perbaikan  ini meliputi :
a.    Control bow  thruster pannel  didalam  control  room  untuk  menjaga kelangsungan saat mengoperasikan bow thruster, ada langkah  pembersihan  pada  pannel  yang  sudah  berkarat   dan  bila sudah  tidak  layak  di pakai  lapor  pada  Chief  Engineer  kalo  ada penggantian  pada  komponen  control  pannel, untuk   menggunakan  suku  cadang  yang  baru.
b.   Lampu  indicator  pompa  hidrolik  bow  thruster  adalah  salah   satu  komponen  untuk  melihat  pompa  hidrolik  jalan  apa  tidak. Jika mati  atau  tidak  menyala  berarti  ada yang putus  pada   sambungan dan  lampu  tersebut  sudah  putus  dan  saatnya   penggantian    yang  baru.
c.    Pengecekan  berkala oli hidrolik  yang  ada  di tanki bow  thruster supaya tidak  terjadi  hal-hal  yang  tidak diinginkan karna komponen  pada  bow thruster  sangatlah  memerlukan  pelumasan terutama  pada  roda  gigi  di dalam   carter   bow   thruster.


d.   Generator  untuk  menambah  beban  bow  thruster, dikarenakan bow  thruster  yang  membutuhkan  daya  listrik  yang   sangat  besar  sehingga  generator   siap   untuk   di   pararel.
e.    O-ring  poros  propeller  untuk  menahan  bocornya  oli  pelumasan roda  gigi   pada  poros  electro  motor   bow   thruster. 

BAB IV
PENUTUP

Sebagai bab terakhir yang merupakan penutup dari karya tulis ini akan mengemukakan beberapa kesimpulan dan saran-saran.
4.1  Kesimpulan
Setelah penulis melaksanakan prala (Praktek Laut) di kapal KM. DHARMA KENCANA VIII hasil pelaksanaan prala (Praktek Laut) tersebut Menyimpulkan :
  1. Pentingnya cara pengoperasian dan perawatan bow thruster yang baik dan benar.
  2. Pentingnya untuk merawat komponen-komponen bow thruster pada saat maneuver yang terjadinya getaran dan beban berlebih.
  3. Pentingnya perbaikan secara berkala untuk mengantisipasi kerusakan pada saat maneuver. 
4.2  Saran
Berdasarkan hasil yang kurang sempurna terhadap pengoperasian dan perawatan bow thruster, maka menyimpulkan tentang pengoperasian dan perawatan bow thruster sebagai berikut:
1.      Kepala Kamar Mesin (KKM) hendaknya melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pengoperasian dan perawatan serta perbaikan sesuai dengan PMS (Plannned Maintenance System).
2.      Owner sebagai pemilik kapal harusnya menyediakan suku cadang sesuai dengan permintaan yang diajukan oleh Kepala Kamar Mesin.
3.      Perusahaan sebagai pemilik kapal hendaknya menyediakan suku cadang dengan kuwalitas yang baik dan terjamin keasliannya.
4.      Agar dalam perawatan mesin BOW THRUSTER diperhatikan dengan baik dan perwira mesin harus melaksanakan PMS (Planned Maintenance System) secara berkala yang dilaksanakan oleh perwira mesin,kepala kamar mesin harus melaksanakan pengawasan rutin.
5.      Agar sistem dan perawatan mesin berjalan dengan baik sesuai dengan yang diinginkan maka diperlukan perawatan yang berkala maupun pengetesan minimal 1 minggu sekali untuk mengetahui apabila ada kerusakan-kerusakan pada komponen-komponen bow thruster.


DAFTAR PUSTAKA

Adji. T. 1973. Panduan pengoperasian dan perawatan Bow Thruster. Jakarta. Ditjen Perhubungan Laut.
                                              
Aris munandar. 1991. Operasi dan pemeliharaan pesawat bantu. Jakarta. Erlangga.

A. Nouwen.2000.Teknik mesin bow thruster Jilid I.Makassar. Bhatara.

Harsanto. 1997. Electro Motor. Politeknik Ilmu Pelayaran. Makassar.

Hariandja M.T.E., Drs., M.Si. 2009. Manajemen sumber daya manusia. Jakarta. Erlangga.

L. Maleev. 1991. Motor Putaran Tinggi. Jakarta. Pradita pratama.



Comments

  1. AJO_QQ poker
    kami dari agen poker terpercaya dan terbaik di tahun ini
    Deposit dan Withdraw hanya 15.000 anda sudah dapat bermain
    di sini kami menyediakan 8 permainan dalam 1 aplikasi
    - play aduQ
    - bandar poker
    - play bandarQ
    - capsa sunsun
    - play domino
    - play poker
    - sakong
    -bandar 66 (new game )
    Dapatkan Berbagai Bonus Menarik..!!
    PROMO MENARIK
    di sini tempat nya Player Vs Player ( 100% No Robot) Anda Menang berapapun Kami
    Bayar tanpa Maksimal Withdraw dan Tidak ada batas maksimal
    withdraw dalam 1 hari.Bisa bermain di Android dan IOS,Sistem pembagian Kartu
    menggunakan teknologi yang mutakhir dengan sistem Random
    Permanent (acak) |
    Whatshapp : +855969190856

    ReplyDelete
  2. ituDewa Poker Domino QQ | Ceme Judi Domino QQ | Agen Domino QQ | Domino QQ Online | Agen Poker | Judi Poker | Poker Online | Agen OMAHA | Agen Super Ten | BlackJack

    PROMO SPESIAL GEBYAR BULANAN ITUDEWA. KUMPULKAN TURNOVER SEBANYAK-BANYAKNYA DAN DAPATKAN HADIAH YANG FANTASTIS DARI ITUDEWA.

    MAINKAN DAN MENANGKAN HADIAH TOTAL RATUSAN JUTA, TANPA DI UNDI SETIAP BULANNYA!

    ? DAIHATSU ALYA 1.0 D MANUAL ( Senilai Rp.100.000.000,- )
    ? IPHONE 12 PRO MAX 512GB ( Senilai Rp.26.999.000,- )
    ? LAPTOP GAMING LENOVO LEGION Y520 ( Senilai Rp.9.999.000,- )
    ? Free Chips 1.500.000
    ? Free Chips 1.000.000
    ? Free Chips 250.000

    DAFTARKAN DIRI ANDA SEGERA : DAFTAR ITUDEWA

    1 ID untuk 7 Game Permainan yang disediakan oleh Situs ituDewa

    => Bonus Cashback 0.3%
    => Bonus Refferal 20% (dibagikan setiap Minggunya seumur hidup)
    => Bonus UPLINE REFERRAL UP TO 100.000!
    => Bonus New Member 10%
    => Customer Service 24 Jam Nonstop
    => Support 7 Bank Lokal Indonesia (BCA, BNI, BRI, Mandiri, Danamon, Cimb Niaga, Permata Bank)

    • Deposit Via Pulsa, OVO & GOPAY
    • Pusat Bantuan ituDewa

    Facebook : ituDewa Club
    Line: ituDewa
    WeChat : OfficialituDewa
    Telp / WA : +85561809401
    Livechat : ituDewa Livechat

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

latihan soal pasca att 3 (Use English in written and oral form)

latihan soal pasca att3 Maintance and repair of electrical and electronic equipment

Mengelolapengoperasianperalatanmesinpendorong(Managethe operationofpropulsion plant)