TUGAS AKHIR “PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN MESIN DIESEL AKASAKA TYPE A31R SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI KINERJA PENGOPERASIAN MV. SHINPO’’


Diajukan guna melengkapi syarat – syarat untuk menyelesiakan
Program Diploma III Program Studi Teknika
Akademi Pelayaran Niaga Indonesia

Oleh:

Alan Nuri Utomo
12.48.2017

PROGRAM STUDI TEKNIKA
AKADEMI PELAYARAN NIAGA INDONESIA
(AKPELNI) SEMARANG2016

LEMBAR PENGESAHAN

Nama
:
Alan Nuri Utomo
N   I   T
:
12. 48. 2017
judul
:
“PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN MESIN DIESEL AKASAKA TYPE A31R SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI KINERJA PENGOPERASIAN MV. SHINPO''
           
Tugas Akhir dipertahankan dalam Ujian Tugas Akhir
di depan tim penguji pada          : . . . / April / 2016

Tugas Akhirini Telah Disetujui dan Disahkan :
Semarang, . . . April 2016

Pembimbing


 Drs. Pujo Prasetyo

tahu,
Ketua Program Studi Teknika
Akademi Pelayaran Niaga Indonesia


Dalmadi.ATT-I

KATA PENGANTAR


            Alhamdulillah, puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, taufiq, serta hidayah-Nya, yang melimpahkan kepada hambanya sehingga dapat menyelesaikan tugas karya tulis dengan baik. Sholawat serta salam kami panjatkan kepada baginda nabi besar Muhammad SAW, yang telah memperjuangkan agama islam dari zaman jahiliyah menuju zaman islamiyah seperti sekarang ini.

            Tugas karya tulis yang berjudul “PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN MESIN DIESEL AKASAKA TYPE A31R SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI KINERJA PENGOPERASIAN MV. SHINPO” yang terselesaikan berdasarkan data-data yang diperoleh dari hasil penelitian selama melaksanakan tugas praktek laut di kapal. Tugas karya tulis Penyanyi diajukan untuk review melengkapi telkom Serta memenuhi persyaratan hearts menyelesaikan Program Diploma III Te k nika Akademi Pelayaran Niaga Indonesia (AKPELNI) Semarang.
            Karya tulis ini dapat selesai dan terwujud berkat bantuan, bimbingan Arahan serta petunjuk dari berbagai pihak, karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada :
1.    Kapten Achmad Sulistyo. MM Mar, selaku Direktur Akademi Pelayaran Niaga Indonesia Semarang.
2.    Bapak Antoni selaku pemilik perusahaan PT. SHINPO SURYA BAHARI pusat Lampung , yang telah diterapkan untuk praktek laut.
3.    Bapak Dalmadi ATT-I, selaku Ketua Program Studi Teknika Akademi Pelayaran Niaga Indonesia Semarang.
4.    Nahkoda dan Kepala Kamar Mesin pada kapal MV.SHINPO , yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan praktek laut.
5.    Drs. Pujo Prasetyo selaku dosen pembimbing karya ilmiah yang dengan sabar telah memberikan bimbingan dan pengarahan dalam penyusunan tugas akhir ini.
6.    Seluruh masinis di kapal MV. SHINPO yang telah membimbing dan memberi pengarahan selama satu tahun dalam melaksanakan praktek laut.
7.    Bapak Puryadi ATT-I, sebagai penguji materi yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan pengarahan, masukan dan petunjuk serta saran-saran yang berguna dalam meningkatkan tugas akhir ini.
8.    Bapak/Ibu tersayang dan adik-adikku tercinta beserta keluarga yang telah memberikan dukungan baik moral maupun spiritual kepada Penulis selama penulisan tugas akhir ini.
9.    Semua pihak atau rekan-rekan yang telah memberikan motivasi dan semangat serta membantu penulis dalam menyusun tugas akhir ini.

            Penulis menyadari Masih Banyak Hal Yang Perlu ditingkatkan Dan dikembangkan hearts Penelitian Suami, Maka DENGAN serbi Terbuka p enulis MENERIMA Kritik dan Saran Yang bersifat Membangun Dari Pembaca.
            Akhirnya ditunjukan kepada SEMUA parties Yang Telah membantu Dan memberikan dorongan sehingga terselesaikannya karya tulis Penyanyi, Sekali Lagi p enulis m e ngucapkan terima kasih Yang sedalam-dalamnya Dan Sukses Selalu.






            Semarang, . . . April 2016 6
            Penulis,


         Alan Nuri Utomo
ABSTRAK

            Untuk mendukung operasi agar lancar tanpa hambatan tentu tidak terlepas dari perawatan mesin induk dan sistem pendukungnya sehingga memperoleh kinerja mesin induk yang optimal, yaitu sistem pendingin dan sistem udara tekan (Turbo Charger).
            Pada prinsipnya, Sistem pendingin bertujuan untuk menyerap panas yang dihasilkan dari pembakaran di dalam Silinder (Ruang Bakar) pada mesin, agar temperatur mesin indukselalu konstan. Sedangkan sistem udara tekan, pada prinsipnya memanfaatkan tekanan dari gas buang yang digunakan untuk memutar Turbin, Turbin dipasang seporos dengan blower tekan yang berfungsi untuk tekanan udara ke Silinder (Ruang Bakar) pada mesin.
            Penelitian ini dilakukan di kapal MV. SHINPO, yang mana sumber datanya diperoleh dari wawancara langsungdengan Kepala Kamar Mesin (KKM), dan awak kapal lainnya khususnya awak kapal bagian mesin, serta dari dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian ini.
            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa banyak kotoran yang terbawa oleh udara laut yang menyebabkan tidak lancarnya sirkulasi udara ke sistem pendingin, serta terdapatnya kerak-kerak pada pipa-pipa yang menghambat aliran pendingin udara sehingga penyerapan panas tidak maksimal. Untuk Turbo Charger menunjukkan bahwa filter udara kotornya yang menyebabkan penurunan tekanan dan sirkulasi minyak pelumas ke Turbo Charger yang kurang lancar menyebabkan putaran Turbo Charger menjadi berat sehingga tekanan yang dihasilkan akan menurun.
Kata Kunci : Sistem Pendingin Dan Udara Tekan (Turbo Charger)
           

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL………………………………………………………………….            i
HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………………            ii
KATA PENGANTAR...………………………………………………………           iii
ABSTRAK................................................................ ...................................................           v
DAFTAR ISI................................................................ ...................................................           vi
DAFTAR GAMBAR …………………………………………………..           vii
LAMPIRAN……………………………………………………………………….           vii
BAB I
1.1  Latar Belakang………………………………………………            1
1.2  Identifikasi Masalah………………………………………..              2
1.3  Masalah Ruang Lingkup…………………………………..         3
1.4  Tujuan Penulisan……………………………………………………             3
1.5  Manfaat Pen ulisan ………………………………………………..             4
1.6  Sistematika Penulisan………………………………………………             4
BAB II LANDASAN TEORI
2.1  Kajian Teori....... ………………………………………………………             6
2.2  K ajian Penelitian Yang Relefan .............. ………………………              1 4
2.3  Kerangka Berfikir ................................................................... ........................            15
BAB III PEMBAHASAN
3.1  Deskripsi Data........................................ ................................................. .........           18
3.2  Pembahasan ............. .................................... ..................           19
BAB V PENUTUP
4.1  Kesimpulan………………………………………………………………………           30
4.2  Saran………………………………………………………………………           31
DAFTAR PUSTAKA                                                                              33
LAMPIRAN                                                                                                       34


DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Sistem Pendinginan Terbuka............................................. ............10
Gambar 2.2 Sistem Pendinginan Tertutup ................................................. ..........12
Gambar 2.3 Proses Dari Turbo Charger ............................................ ............... 14
Gambar 3.1 Pemindah Panas Tipe Shell And Tube ........................................ 21
Gambar 3.2 Pelat Tipe Pemindah Panas ............................................ ............... 21
Gambar 3.3 Pompa Air Tawar ................................................. ..........................24
Gambar 3.4&3.5 Pompa Sentrifugal ......................................... ............... 24-25
Gambar 3.6 Pengisi Daya Turbo ................................................... ..................................27
Gambar 3.7 Bagian Blower tekan ............................................. .....................28
Gambar 3.8 Bagian Gas Turbin .................................................. ........................29
Gambar 4.1 Mesin Induk ........................................................ ................................33
Gambar 4.2 Ruang Kontrol .................................................. .................................33
Gambar 4.3 Mesin Kemudi .................................................. .................................34
Gambar 4.4 Telegrap ................................................... .....................................34
Gambar 4.5 Perbaikan Turbo Charger ......................................... ............... 35
Gambar 4.6 Penulis KTI .................................................. .................................36


PENDAHULUAN

  

   1.1  Latar Belakang

Kapal adalah sarana angkutan laut yang sangat vital di Negara Indonesia, karena terdiri dari banyak kepulauan sehingga dapat mendukung perkembangan ekonomi terutama di bidang transportasi antar pulau yang aman dan efisien.
Seiring DENGAN Kemajuan te k nologi, Kapal laut Terus mengalami perubahan Bentuk Dan jenisnya Sesuai DENGAN Muatan Yang diangkutnya, demikian pula DENGAN Tenaga penggeraknya (mesin induk), l ancarnya costs kos Dari mesin induk TIDAK lepas Dari Peran Serta p endukungnya seperti pendinginan, pelumasan Dan turbo pengisi daya . Oleh karena itu perawatan atau pemeliharaan harus dilakukan sesuai jam kerja yang dilakukan untuk menjaga kinerja mesin kapal, karena sering terjadi kinerja induk terganggu yang disebabkan pada pendinginan yang kurang sempurna dan menurunnya tekanan udara yang dihasilkan oleh turbo charger.
Perawatan adalah faktor yang paling penting dalam mempertahankan kehandalan mesin induk kapal , tetapi beberapa perusahaan pelayaran yang mampu melakukan perawatan sesuai jam kerja yang telah ditempuh, ini dikarenakan pengeluaran biaya yang cukup besar . Semua tahu perawatan adalah harga mahal karena banyak yang menunda pekerjaan hingga besok agar dapat menghemat uang hari ini .
Sebenarnya perlu diketahui, apabila perawatan dan perbaikan tidak dilakukan sesuai jam kerja yang telah dilakukan, akan bertambah dua kali lipat ketika mesin induk mengalami kerusakan total, jadi jangan menunda perawatan dan perbaikan mesin.
Faktor utama pada pengoperasian kapal ditentukan oleh kinerja mesin penggerak utama dari kapal tersebut, untuk itu perawata n Mesin Induk memerlukan ketelitian dan keuletan dari para Masinis kapal, karena dengan diawaki Masinis yang profesional dan mengetahui metode perawatan yang baik dapat menjamin Kinerja Mesin Induk yang Optimal pula. Proses perawatan Mesin Induk sering mengalami masalah sehingga pengoperasian kapal tidak berjalan sesuai dengan jadwal yang ada. Atas dasar itula, maka penulis memilih Judul : “ PEMELIHARAAN & PERBAIKAN MESIN DIESE L AKASAKA TYPE A31R SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI KINERJA PENGOPERASIAN MV.SHINPO
Kerja mesin induk sangat diharapkan tidak terganggu agar kapal selalu beroperasi maksimal dan untuk meningkatkan efektifitas dan produktivitas yang merupakan tujuan perusahaan agar dapat melayani jasa angkutan laut tersebut.

1.2 masalah

Pemeliharaan dan perbaikan mesin induk kapal (diesel) membutuhkan kemahiran dan ketelitian dari Masinis dalam menganalisis faktor-faktor apa saja yang dapat menjadi penyebab kerusakan mesin diesel tersebut , dan bagaimana perbaikan dan pemeliharaan mesin diesel dengan benar sesuai jadwal perbaikan dan pemeliharaan terencana yang tertulis di dalam buku pedoman mesin diesel (intruction manual book) tersebut. Sehingga dapat bekerja dengan baik sesuai dengan yang diharapkan oleh perusahaan.
dalam pemeliharaan mesin diesel itu menjaga luas maka sesuai dengan judul yang penulis ambil di atas dan berdasarkan pengalaman dan kejadian yang pernah terjadi di atas kapal MV. SHINPO selama penulis melaksanakan PRALA sebagai kadet mesin , ada beberapa indikator terjadinya pemeliharaan mesin induk ( diesel ) belum dilaksanakan sebagaimana mestinya, sehingga menyebabkan :
1.        Menurunnya kinerja mesin yang disebabkan suhu air tawar pendingin dan minyak lumas di atas batas normal
2.        Adanya penurunan tekanan udara yang dihasilkan oleh turbo charger sehingga kinerja mesin kurang optimal .
Dari kejadian-kejadian tersebut di atas secara otomatis akan mengganggu kinerja mesin induk ( diesel ) sehingga pokok permasalahan dalam mendukung operasi kapal. Maka untuk mencari cara perbaikan dan pemeliharaan mesin diesel yang baik dan benar agar mesin diesel tersebut dapat bekerja dengan normal dan maksimal .

1.3 RUANG LINGKUP MASALAH

Sesuai dengan judul yang disetujui oleh DosenPembimbing tentang PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN MESIN DIESEL AKASAKA TYPE A31R SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI KINERJA PENGOPERASIAN MV.SHINPOdalam pelaksanaannya di atas kapal masih saja terdapat gangguan-gangguan diantaranya yang akan diambil sebagai batasan masalah kapal MV.SHINPO yaitu :
1.      Kurangnya perhatian dari masinis, anak buah kapal dalam hal pemeliharaan dan perbaikan terhadap mesin induk.
2.      Minimnya pengadaan spare part dari perusahaan untuk perbaikan.
Adapun data-data mesin diesel di kapal MV. SHINPO adalah kapal kargo sebagai berikut :

                                    Mesin induk

1.        Dibuat di                                       :   Jepang
2.        Model                                           :   mesin diesel Akasaka
3.        Rpm                                              :   240
4.        Tipe                                              :   A31R 
5.        Tenaga Kuda                                 : 1 00 0 Hp 
6.        Tahun pembuatan                            : 19 9 6

1.4 Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah selain untuk memenuhi program pendidikan yang dibuat penulis juga untuk meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia khususnya di bidang kepelautan di AKPELNI SEMARANG , dimana sebagai salah satu lembaga pendidikan yang ditunjuk untuk dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional. Hal ini sesuai surat keputusan kepala Badan Diklat Perhubungan No.233/HK.602/Diklat.98 tentang Penyelenggaraan pendidikan profesi kepelautan . Maka penulisan makalah profesi kepelautan adalah kewajiban kami dalam upaya menghasilkan lulusan program pendidikan profesi kepelautan jurusan Teknik a pada ATT 3 (Ahli Teknik tingkat3 ).

1.5 Manfaat Penulisan

Penulis Berharap agar para Pembaca makalah Penyanyi, khususnya anak buah Kapal Bagian mesin Supaya mengetahui faktor - faktor Apa Saja Yang DAPAT menyebabkan costs kos mesin induk terganggu , Dan tindakan Yang Harus Segera dilakukan apabila Terjadi masalah / kerusakan PADA mesin induk Kapal.

1.6 sistematika penulisan

Untuk memudahkan dan memahami secara keseluruhan isi karya tulis ini, maka disusun dalam bentuk yang sistematik sebagai berikut:
1.  Bagian depan / awal berisi tentang halaman judul, pengesahan, kata             pengantar, abstraksi, daftar isi, daftar gambar dan daftar lampiran.
2. Bagian terdiri dari empat bab yaitu :
BAB I
    PADA bab I Pendahuluan Penyanyi Memuat TENTANG ATAU Berisi TENTANG Latar    Belakang, identifikasi masalah, Ruang lingkup masalah, tujuan pen ulisan , Manfaat pen ulisan , Dan sistematika penu lisan .
BAB I I LANDASAN TEORI
                 Pada bab II landasan teori ini memuat tentang atau berisi tentang kajian teori , kajian penelitian yang relevan dan kerangka berfikir .
BAB III PEMBAHASAN
                 PADA bab III Pembahasan Memuat TENTANG ATAU Berisi TENTANG deskripsi Data Yang diteliti Dan Pembahasan. 
BAB IV PENUTU V
                 Pada bab IV penutup memuat tentang atau berisi te n tang kesimpulan dan saran.
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR LAMPIR
BAB II
LANDASAN TEORI


2.1 KAJIAN TEORI
A . S istem Pendinginan Mesin Induk
Menurut Hery Sonaryo dkk, (1970;75) “Perawatan dan Perbaikan Motor Penggerak Diesel Kapal”, sistem pendinginan sangat besar manfaatnya untuk menetralkan dan mengontrol suhu motor. sebagian panas yang berasal dari gas pembakaran harus dipindahkan secara langsung ke Fluida pendinginan, sedangkan pada bagian bawah silinder pemindahan panas ke Fluida pendinginan yang terjadi secara tidak langsung. Jika pendinginan tidak dapat bekerja dengan baik, suhu setiap bagian silinder akan naik. Keadaan Suami akan mengakibatkan terjadinya kerusakan Dinding Ruang bakar, kemacetan cincin tora k ATAU menguap Dan Terbakarnya minyak pelumas. Oleh karena itu, motor harus menawarkan baik meskipun pendinginan merupakan kerugian jika ditinjau dari segi pemanfaatan energi. Namun, kebutuhan merupakan kebutuhan untuk menjamin mesin kerja.
Menurut P. Van Maanen, (1990;85) “Motor Diesel Kapal Jilid I”, adalah pada saat pembakaran sebuah motor diesel akan mencapai suhu 1527 0 C atau lebih. Selama awal pembuang gas, setelah terjadi ekspansi dalam silinder, suhu pembakaran masih akan mencapai suhu 727 0 C.
Dinding ruang pembakaran (tutup silinder, bagian atas torak, bagian atas lapisan silinder), katup buang dan disekitarnya, termasuk dan antara pintu buang akan menjadi sangat panas karena gas tersebut.
Untuk mengurangi besar dari kekuatan material dan perubahan bentuk secara termis dari bagian motor, maka bagian-bagian tersebut harus.Khususnya mengenai lapisan silinder berlaku pula bahwa lapisan pelumas harus tetap dijaga kondisinya yang memerlukan pendingin pula.
1. Bagian motor berikut, dalam rangka pembakaran, harus mendapatkan pendinginan :
Sebuah. Bagian dari silinder lapisan.
b. tutup silinder.
c. Bagian atas torak.
d. Rumah katup buang dan sejenis, termasuk juga katup buang.
e. Bagian dari katup bahan bakar disekeliling pengabut.
f. Rumah turbin gas buang.
Sebagai akibat dari panas yang terjadi, jalan hantar dari motor langsung mendapatkan pada motor dengan pengisian suhu bilas dan suhu udara akan meningkat akibat kompresi, untuk kepekatan yang sebesar-besarnya (pengisian tekan sangat tergantung pula), dan untuk menurunkan suhu gas pada waktu pembakaran dan pembuangan ke turbin gas buang.
Menurut Wiranto Arismunandar, (2000;142) “Penggerak Motor Bakar Torak”, adalah gas pembakaran dalam silinder dapat mencapai suhu + 2500 0 C, karena proses itu berulang-ulang maka dinding silinder, kepala silinder, torak, katup dan beberapa bagian yang lain menjadi panas. Sebagai dari minyak pelumas, terutama yang membuat dinding silinder, menguapkan dan akhirnya akan terbakar bersama-sama bahan bakar.
Kerana itu perlulah bagian tesebut mendapat pendinginan yang cukup agar suhunya berada dalam batas yang diizinkan, yaitu sesuai dengan kekuatan material dan kondisi operasi yang baik. kekuatan material akan menurun sejalan dengan naiknya temperatur.
Proses pendinginan menggunakan Fluida pendingin yang membuat bagian mesin di luar silinder. Motor Diesel yang besar memakai minyakpelumas untuk mendinginkan, yaitu dengan cara mengalirkan minyak pelumas melalui saluran di bawah kepala torak .


2. B ahan Dan Tujuan Pendinginan PADA motor Induk
Menurut P. Van Maanen, (1990;120) “Motor Diesel Kapal Jilid I”, adalah sebagai bahan pendingin untuk motor diesel yang digunakan sebagai berikut :
Sebuah. Air Laut
Pada kapal laut bahan pendingin air laut mudah didapat sekali dan tersedia berlimpah-limpa h . Ditinjau dari tersedianya secara melimpah-limpah, maka air laut dapat dibuang ke laut digunakan sebagai bahan pendingin sehingga sistem pendinginan menjadi sederhana dalam penataannya. Meskipun memiliki sifat yang menguntungkan di atas, air laut tidak langsung digunakan untuk pendinginan bagian motor. Air tersebut mengandung antara lain proporsi tinggi mineral yang larut didalamnya (± 3 proses massa). Mineral tersebut akan menjadi kristal sewaktu-waktu dipanasi yang akan membentuk kerak keras di permukaan yang permukaannya. Kerak tersebut akan sangat keras mempengaruhi perpindahan panas dan akan mengatur saluran pendingin yang sempit. Di samping itu dengan kadar klorida yang tinggi dari air laut, maka kemungkinan korosi dari bagian motor yang menjadi besar.
Dengan alasan tersebut, maka air laut sebagai bahan pendingin yang digunakan tidak langsung, kadang-kadang untuk pendinginan udara dan udara pembakaran. Dengan penggunaan material khusus, maka pendingin dapat dijaga terhadap korosi dan oleh karena itu pendingin udara yang relatif rendah dari kerak juga akan berkurang.
Air laut selalu digunakan sebagai bahan pendingin secara langsung , bahan pendingin (air laut atau minyak pelumas) yang mengambil panas dari motor akan menyediakan panas tersebut melalui sebuah alat pemindah panas (alat pendingin) ke air laut lagi
b. Air Tawar
Air tawar di atas kapal digunakan dengan efisien, karena jumlahnya yang sangat terbatas, maka dari itu pemakaiannya pun jangan berlebihan, air tidak memiliki beberapa sifat yang kurang baik. Salah satunya air tawar   tidak mengakibatka n korosi dan juga tidak akan mengakibatkan kerak, sehingga dapat digunakan untuk pendinginan bagi semua bagian motor.
Karena persediaan air tawar di atas kapal sangat terbatas, sehingga selalu diusahakan penggunaannya dalam suatu siklus tertutup untuk dapat digunakan berulang kali. SIKLUS Tertutup tersebut terdiri Dari selain Ruang pendingin Dari Bagian bermotor Yang Harus didinginkan also Saluran, kera n Penutup, pompa Dan Pesawat pendingin.
3. T ujuan dari pada bahan pendingin di atas adalah sebagai berikut :
Sebuah. Menjaga agar mesin mampu bekerja terus menerus.
b. Menjaga tenaga yang optimal.
c. Mengurangi Terjadinya kerusakan mesin.
d. Menjaga suhu agar bekerja dalam kondisi normal.
4. Jika ditinjau dari jenis Fluida pendinginnya, sistem pendingin dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
Sebuah. Motor dengan pendingin udara.
b. Motor dengan pendingin udara.
Kedua jenis pendingin tersebut tentu harus disesuaikan dengan tujuan penggunaan motor tersebut atau dapat juga didasarkan pada aspek yang lain misalnya, konstruksinya, ukuran, beratnya, perlengkapannya, pemakaian dan perawatannya.
Pada sistem pendingin terbuka mesin luar oleh air laut, yaitu air dari kapal yang dipompakan kedalam motor dan selanjutnya dibuang kembali keluar badan kapal. Pada saat masuk suhu udara berkisar antara 15°C dan 20°C, sedangkan saat keluar suhu udara berkisar antara 45°C dan 50°C. S istem Penyanyi biasanya digunakan PADA mesin Kapal berukuran Kecil , PADA Sistem pendinginan Tertutup, mesin didinginkan Oleh air tawar selanjutnya air tawar Yang Telah membawa Panas tersebut didinginkan Oleh udara laut. Sistem ini pada umumnya digunakan untuk mesin kapal berukuran besar.
Sebuah. Sistem Pendinginan Langsung (Terbuka)
Sistem pendinginan adalah sistem pendinginan yang menggunakan satu media pendingin saja yakni dengan media pendingin air laut. Proses pendinginannya dengan cara air laut diambil dari katup kingstone melalui filter dengan pompa air laut, kemudian udara laut disirkulasikan ke seluruh bagian-bagian mesin yang membutuhkan pendinginan melalui pendingin minyak pelumas dan pendingin udara untuk mendinginkan kepala silinder, dinding silinder dan katup pelepas gas kemudian air laut keluar kapal.
Berikut ini dapat dilihat skema gambar dari sistem pendinginan terbuka :
Gambar 2. 1 Sistem pendinginan langsung (terbuka)
Keterangan :
1. Dada laut                                            A. Katup / katup           
2. Katup / katup                                      B. Katup / katup            
3. Saringan /filter                                   C. Katup/katup   
4. Pompa air laut                                     D. Katup / valve        
5. Katup pengaman                                               
6. Tangki pendingin (pendingin)
7. Manometer (2,5 – 3,5 kg/cm 2 )
8. Mesin induk  
9. Pipa buang
Air laut masuk dari saringan air laut (sea chest), pada katup / valve harus dibuka terlebih dahulu setelah itu air laut akan masuk di hisap oleh pompa air laut dengan tekanan 2,5 – 3,5 kg/cm 2 dan air laut akan menuju ke tangki pendingin (cooler) berikutnya air laut akan masuk ke cylinder blok main engine setelah itu air laut akan keluar kembali melalui pipa pembuangan .
b . Sistem Pendinginan Tidak Langsung (tertutup)
Sistem pendinginan tidak langsung adalah sistem pendinginan yang menggunakan dua media pendingin, yang adalah air tawar dan air laut. Air tawar digunakan untuk mendinginkan bagian-bagian motor, sedangkan udara laut digunakan untuk mendinginkan udara langsung, itu udara kapal yang dibuang dan udara bersirkulasi dalam siklus tertutup. Sistem pendinginan ini memiliki efisiensi yang lebih tinggi dan dapat mendinginkan bagian-bagian motor secara merata.
Berikut ini dapat dilihat skema gambar dari sistem pendinginan tertutup :

            Gambar 2. 2 Sistem pendinginan tidak langsung (tertutup)
Keterangan :                                                            
A. Tangki persediaanair tawar
B. Bejana pendingin (pendingin)
C. Pompa air tawar
D. Pompa air laut
E. Saringan air laut
F. Saluran buang air untuk laut
G. Saluran pemasuk untuk permukaan air yang rendah
H. Saluran pemasuk untukpermukaan air yang tinggi / keruh
Air laut masuk melalui saluran masuk menuju saringan air laut setelah itu air laut akan dihisap oleh pompa air laut air laut akan bersirkulasi menuju ke bejana pendingin (cooler) untuk mendinginkan air tawar, bersamaan air tawar mengalir dari tangki persediaan air tawar yang masuk ke cylender blok mesin induk yang akan dihisap kembali oleh pompa air tawar dan menuju ke bejana pendingin (cooler) yang ditawarkan oleh air laut setelah itu air tawar akan kembali lagi ke tangki persediaan air tawar.
Pengisi daya turbo oleh seorang insinyur Swiss Alfred Buchi, patennya Pengisi daya turbo ditemukan mulai dipakai tahun 1905, pada tahun 1920an Pengisi daya turbo diterapkan pada kapal bermesin diesel dan lokomotif. Turbo charger sendiri merupakan sebuah peralatan untuk menambah jumlah udara yang masuk ke dalam silinder dengan memanfaatkan energi dari gas buang. Turbo charger merupakan peralatan untuk mengubah sistem pemasukan secara alami dengan paksa, jika sebelumnya pemasukan udara mengandalkan kevakuman yang terbentuk karena benturan piston pada langkah isap, maka dengan turbo charger udara masuk ke dalam silinder menggunakan blower yang diputar oleh turbin gas buang.
Untuk menghasilkan pembakaran yang, maka diperlukan tambahan udara yang sempurna di dalam ruang silinder mesin pada sejumlah aliran bahan bakar tertentu. Bila peningkatan udara sebelum ditambahkan ke dalam silinder, seluruh bahan bakar terbakar dan daya mesin akan bertambah. Karena pengisi daya turbo sering berputar melebihi 80.000 putaran per menit maka pelumasan yang baik diperlukan agar tidak mengalami kemacetan diwaktu berputar. 
Sebuah. Roda Turbin
b. Roda Blower (Kompresor)
c. Rumah As (Bushing)
                             Fungsi Turbo charger yaitu untuk meningkatkan tenaga dan efisiensi mesin dengan meningkatkan tekanan udara yang masuk ke silinder (Ruang bakar) pada mesin pembakaran dalam.
Yaitu proses pembuangan gas buang didalam silinder mesin yang dilakukan oleh piston yang mendorong gas buang hasil pembakaran, sehingga gas buang didalam ruang bakar terdorong keluar melalui katup menuju saluran buang buang. Gas buang menekan kesuatu roda turbin sehingga menghasilkan putaran, blower yang dipasang seporos dengan roda turbin menghasilkan putaran akibat terdorong oleh gas sisa hasil pembakaran keluar melalui mesin, sehingga menghasilkan tekanan udara, hembusan udara yang mengakibatkan terjadinya pemadatan udara masuk dengan tekanan diatas 1 Atm ke dalam silinder. Selanjutnya udara yang bertekanan dialirkan ke manifold isap, kemudian masuk ke dalam silinder melalui katup masuk.
Berikut ini dapat dilihat gambar dan proses dari turbo charger pada sebuah mesin :

Kajian penelitian yang relevan ini dimaksudkan untuk memudahkan dalam memahami dan memaparkan akhir penulis sehingga para pembaca dapat lebih mudah untuk memahami.
1. Pembakaran
Adalah persenyawaan secara cepat dalam proses kimia antara bahan bakar, udara dan panas yang dikompresi sehingga terjadi ledakan di dalam silinder .
2. Gas buang
Adalah gas sisa pembakaran yang terdiri dari Karbon Dioksida ( CO 2 ), Sulfur Dioksida (SO 2 ), Oksigen ( O 2 ), Udara (H 2 O), Nitrogen (N 2 ) dan panas suhu yang dihasilkan.
3. Liner Silinder
Adalah suatu tempat atau ruang, dimana terjadi pembakaran yang dihasilkan antara udara dan bahan bakar yang dikompresikan, berbentuk silinder dan dilapisi oleh liner sebagai tempat bergerak piston naik turun.
4. Mesin induk
Adalah suatu mesin penggerak utama pada kapal yang berhubungan langsung dengan baling-baling atau propeller.
5. Piston / Torak
Adalah bagian dari mesin utama yang berfungsi untuk mengompresikan udara dan bahan bakar dalam silinder.
  
2.3 K ERANGKA BERFIKIR
Kerangka Berfikir yang disusun dalam upaya memudahkan pembahasan laporan penelitian terapan yang telah dilakukan oleh penulis waktu paktek laut selama 1 tahun. Dirangkum menjadi skripsi dengan pembahasan mengenai PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN MESIN DIESEL AKASAKA TYPE A31R SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI KINERJA PENGOPERASIAN MV. SHINPO yang bahasannya tidak terlepas dari perumusan dan batasan masalah yang telah diterangkan pada bab sebelumnya, termasuk gangguan yang dihasilkan dari pengoperasiaan kapal yang disebabkan oleh adanya masalah pada mesin induk yaitu disebabkan suhu air tawar dan minyak lumas di atas normal dan penurunan tekanan udara yang oleh turbo pengisi daya.
A. Konsep Penelitian 1

Suhu air tawar pendingin dan minyak lumas di atas batas normal


Faktor-faktor Penyebabnya

Pengaruh Terhadap Mesin Diesel                 

- Tersumbatnya pipa-pipa pada
sistem pendingin

- Tersumbatnya lebih keren yang
harus dibersihkan


- Temperatur pendingin meningkat
dan tekanan air pendingin masuk
menurun

- Kinerja mesin kurang maksimal
dan cepat panas


perawatan

- Pembersihan saluran pipa
Sistem pendingin yang buntu

- Pembersihan terhadap pendingin

- Penggantian pipa yang bocor

 


B. Konsep Penelitian 2

Menurunnya tekanan udara yang dihasilkan oleh turbo charger
ger
Faktor-faktor Penyebabnya
Penga
ruh Terhadap Mesin Diesel                 

- Tersumbatnya filter udara pada
Pada sisi peniup oleh partikel debu

- Aliran minyak pelumas yang
kurang lancar



- Gas buang yang keluar dari
cerobong berwarna hitam pekat  

- Kinerja mesin kurang optimal

perawatan

- Pembersihan pada filter udara, roda
blower maupun roda turbin

- Pembersihan pada filter oli

- Penggantian bushing yang sudah
melewati jam kerja



BAB I II
PEMBAHASA
3.1 DESKRIPSI DATA
Sebagai bahan pendingin yang baik untuk mesin induk di kapal dapat digunakan udara, karena penyerapan panas oleh udara lebih baik dibandingkan minyak pelumas atau udara. Sistem pendinginan yang ada di kapal tempat penulis mengadakan praktik laut menggunakan air tawar sebagai pendingin motor, dimana udara tawar tersebut menawarkan oleh udara atau bisa disebut juga dengan sistem pendinginan tertutup, ini karena udara laut ini menyerap panas yang ada didalam Cooler. Jika didalam sistem sirkulasi udara pendingin terjadi gangguan dan kerusakan maka akan sangat mempengaruhi kinerja mesin.
Berdasarkan pengamatan penulis, gangguan dan kerusakan yang sering terjadi pada induk pada saat kapal beroperasi adalah naiknya suhu air tawar dan minyak lumas di atas normal serta menurunnya tekanan udara yang dihasilkan oleh Turbo Charger .
Semua motor membutuhkan udara dalam pembakaran bahan bakar, pada kecepatan tinggi konsumsi udara dalam ruang bakar pada umumnya sering terlambat atau kurang padat, hal ini disebabkan karena terlalu sedikit waktu yang diberikan untuk memasukkan udara luar ke dalam ruang bakar. Oleh karena itu Turbo Charger ini dapat membantu proses pemasukan udara ke dalam ruang bakar. Turbo Charger sendiri adalah kompresor sentrifugal yang mendapat daya dari turbin yang sumber tenaganya berasal dari asap gas buang pada mesin, Turbo Charger dalam penerapannya digunakan untuk meningkatkan daya keluaran mesin, dengan memasukkan udara ke dalam silinder (ruang bakar) sebanyak-banyaknya agar proses pembakaran bahan bakar di dalam ruang bakar lebih baik dalam hal ini bahan bakar yang dimasukkan ke dalam ruang bakar bisa terbakar semua.
Selain itu Turbo Charger memerlukan perawatan yang dilakukan secara teratur sesuai jam kerja yang dilakukan agar tidak terjadi kerusakan diwaktu berputar. Berdasarkan pengamatan penulis, gangguan dan kerusakan yang sering terjadi pada Turbo Charger yaitu terletak pada filter udara yang sering kotor oleh partikel debu serta pelumasan pada poros putar yang kurang lancar.   
3.2   P EMBAHASAN     
   Dengan pembahasan masalah ini, penulis hanya membahas dua faktor yang menjadi penyebab adanya gangguan pada mesin induk kapal diwaktu beroperasi , yaitu :
Naiknya temperatur air tawar pendingin dan minyak lumas diatas batas normal dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain :
1. Tersumbatnya filter sea chest
Tersumbatnya filter sea chest dapat menyebabkan naiknya suhu air tawar dan minyak lumas diatas batas normal, karena air laut yang digunakan untuk mendinginkan air tawar melalui Cooler tidak bisa masuk atau tidak bisa mengalirkan ke sistem pendingin mesin induk. Kapal di tempat penulis melaksanakan (PROLA) sering masuk di muara kapuas Pontianak yang perairannya tidak begitu dalam untuk ukuran kapal dengan draft 5,8 meter sehingga sea chest sering tersumbat oleh lumpur maupun sampah.
Tindakan yang harus segera diambil pompa air laut, tutup kran sea chest, buka tutup wadah filter dan angkat filternya untuk dibersihkan, setelah dibersihkan memasang kembali filter tersebut, penutupnya, buka kran sea chest lalu nyalakan lagi pompa air laut.
2. Pendingin tidak bekerja dengan baik
            Cooler tidak bekerja dengan baik karena ada salah satu atau beberapa susunan pipa-pipa kapiler yang terdapat di dalam Cooler buntu karena tersumbat oleh kerak sehingga air laut yang masuk ke dalam Cooler tidak bisa mengalirkan pipa-pipa kapiler yang buntu, Sehingga Cooler tidak bisa memindahkan panas dari air tawar maupun minyak lumas ke air laut secara baik, ini bisa menyebabkan suhu air tawar dan minyak lumas naik di atas batas normal.    
Untuk mengatasi hal ini maka perlu dilakukan perbaikan Fresh Water Cooler dan LO Cooler tersebut. Cara melakukan Fresh Water Cooler yaitu dengan menyodok ke dalam pipa kapiler. Adapun cara melakukannya pertama-tama penutup Cooler pada kedua ujung dibuka setelah udara keluar barulah Menyodok Cooler dengan memasukkan alat sodok ke dalam lubang pipa kapiler. Setelah di sodok kita melakukan pencucian Cooler dengan cara menyemprotkan air ke dalam lubang pipa kapiler dengan tekanan udara yang lebih tinggi agar kotoran yang ada di dalam pipa kapiler semuanya keluar. Sebelum menutup Cooler harus di cek kedua tutup Cooler jangan sampai ada kotoran yang menempel pada kedua penutup cooler tersebut . Berikut ini dapat dilihat gambar diri sebuah Cooler 
3.  Kurangnya volume air tawar di tangki ekspansi  
Air tawar ini sangat berpengaruh dalam sistem pendingin, karena bekerja untuk menyerap panas dari mesin agar temperatur mesin tetap. Jika kekurangan air tawar maka akan terjadi dimana terjadi suhu di dalam sebab proses penyerapan panas, air tawar yang ada dengan panas tidak sebanding sehingga panas akan naik dari perpindahan panas yang ada tinggi dari suhu yang naik ke suhu yang rendah. Kekurangan air tawar dapat disebabkan oleh pemuaian yang terjadi pada air tawar saat menyerap panas di dalam mesin, tidak ada kebocoran didalam instalasi sistem pendingin, dan juga disebabkan pembukaan k eran-ke berlari Yang TIDAK Terbuka Penuh sehingga s kenai Terjadinya pemuaian PADA udara pendingin ketika menyerap Panas Didalam mesin, menyebabkan berkurangnya udara pendingin Didalam Sistem.
Untuk mengatasi hal ini maka perlu dilakukan penambahan air maksimal pendingin ke dalam tangki ekspansi hingga batas tangki yang telah ditentukan pada gelas duga. Selain itu kita juga perlu melakukan pemeriksaan setiap saat pembukaan kran-kran isap dan tekan dalam instalasi sistem pendingin air tawar, karena biasanya dengan adanya getaran dari motor induk yang kuat tersebut akan menutup secara perlahan sehingga sirkulasi udara pendingin yang mengalirnya sistem didalam akan berkurang.
4. Tekanan pompa air tawar menurun
Untuk mensirkulasikan udara pendingin didalam sistem diperlukan sebuah pompa dengan tekanan 2 kg/cm 2 . Akibat adanya gangguan pada komponen pompa sehingga tekanan pompa menurun menjadi 1,2 kg/cm 2 . Di kapal tempat penulis melaksanakan proyek laut (prola) pompa yang digunakan adalah jenis pompa sentrifugal dengan tekanan 2 kg/cm 2 yang digerakkan oleh motor listrik.
tekanan pompa ini menurun maka pendingin udara yang disirkulasikan didalam sistem berkurang sehingga proses penyerapan panas pada bagian-bagian mesin induk akan berkurang dan mengakibatkan suhu mesin dan pendingin meningkat. Menurunnya tekanan pompa dapat disebabkan  adanya kerak-kerak yang menempel pada sudu-sudu Impeller pompa, terjadinya keausan atau kerusakan pada Poros Bantalan yang dapat mempengaruhi putaran pompa. Masuknya udara ke dalam sistem juga dapat menyebabkan turunnya tekanan pompa tersebut.
Tindakan yang dilakukan yaitu memeriksa keadaan sudu-sudu Impeller dari kerak-kerak yang mungkin ditempel pada suhu-suhu tersebut. Dan jika hal ini terjadi maka perlu dilakukan terhadap sudu-sudu Impeller karena k e rak-k e rak yang menempel itu dapat mempercepat putaran dari Impeller dan dapat memperkecil tekanan udara yang dihisap dan ditekan oleh sudu-sudu Impeller pompa. Periksa keadaan Bearing (bantalan) Poros pompa dari keausan dan kerusakan, karena hal ini dapat mempengaruhi putaran pompa. Dan bila terjadi keausan serta kerusakan pada Bearing Shaft pompa sebaiknya diganti dengan yang baru, sesuai dengan ukurannya. Perlu juga memberikan gemuk (Grease) untuk pelumasan pada Bearing tersebut agar dapat berputar secara normal. Berikut ini dapat dilihat gambar dari sebuah pompa air tawar :
                         Gambar 3.3 Pompa air tawar
Keterangan :
A. Kotak isian G. Mata Impeller
B. Pengepakan H. Impeller
C. Poros I. Casing memakai cincin
D. Lengan poros J. Impeller
E. Vane K. Nosel pelepasan
F. Casing
msotw9_temp0
            Gambar 3.4 Pompa Sentrifugal
msotw9_temp0
            Gambar 3.5 Pompa Sentrifugal
5. Tidak adanya  kebocoran pipa
Tidak adanya kebocoran pipa akan mempengaruhi tekanan isap ataupun tekanan pompa sirkulasi udara pendingin. Dengan terjadinya terbukanya pipa maka air tawar pendingin akan keluar sehingga dapat menyebabkan berkurangnya air tawar pendingin didalam sistem, juga tidak ada kebocoran pipa yang memungkinkan masuk ke dalam sistem dan bercampur dengan air pendingin sehingga menyebabkan turunnya tekanan udara pendingin. Dan bila tekanan pendingin udara menurun dengan jelas kapasitas udara akan berkurang untuk mendinginkan bagian-bagian mesin, sehingga mesin cepat panas dan suhu pendingin udara menjadi meningkat. Terjadinya kebocoran pipa dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain; faktor umur, karena pipa sudah tua sehingga menimbulkan korosi, kurangnya perawatan yang baik terhadap pipa dan sambungan pipa yang tidak bagus pengelasannya.
Tindakan yang harus diambil jika terjadi kebocoran pada pipa air pendingin adalah tindakan yang dilakukan secara cepat dan tepat. Dimana tindakan ini bersifat sementara yaitu dengan cara membalut atau menyumbat lubang pada pipa yang bocor. 
Tindakan ini dilakukan agar kapal dapat berjalan kembali dengan normal. Tetapi bila kebocoran pipa cukup besar dan tidak memungkinkan dengan cara membalut atau menyumbat pada kebocoran tersebut maka segera dilakukan pengelasan untuk menutupi kebocoran. Jika pipa yang bocor tersebut sudah terlalu rapuh dan tidak memungkinkan lagi untuk dapat di las maka perlu diganti yang baru dengan mengikuti ukuran yang lama.
                   Menurunnya tekanan udara yang dihasilkan oleh Turbo Charger dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain :
1. Tersumbatnya filter udara
Filter udara ini sangat berpengaruh pada Turbo Charger, karena berfungsi untuk menyaring udara yang akan masuk ke ruang bakar (Silinder) jadi partikel-partikel debu yang dibawa udara (angin) tidak ikut masuk ke ruang bakar melainkan terputus oleh filter. Seiring berjalannya waktu, lama waktu penyaring udara akan menjadi sangat kotor, hal ini sangat berpengaruh terhadap tekanan udara yang dihasilkan Turbo Charger, tekanan akan menurun karena udara sulit terhisap oleh blower Turbo Charger.
Hal ini dapat ditanggulangi dengan cara mengganti saringan elemen turbo charger dan membersihkan sudu-sudu blower side turbo charge dengan perawatan disemprot CF 100 TC, bagian dalam dari Turbo Charge (TC) dibersihkan dengan OSD 817/ACC-9 agar kotoran yang disimpan di ruang TC itu hilang, dan pendingin udarapun harus kita perhatikan jangan sampai buntu. Dengan tekanan udara yang normal maka diharapkan udara yang ditekan oleh turbo charger ke ruang pembakaran melalui intercooler dapat menghasilkan pembakaran yang sempurna sehingga mesin diesel tersebut dapat menghasilkan tenaga yang optimal.

2. Turbo Charger Putaran
Putaran Turbo Charger meskipun mesin pada putaran tinggi, ini dikarenakan pelumasan poros pada Turbo Charger tidak berjalan dengan baik, hal ini mengakibatkan porositas berat untuk berputar sehigga tekanan udara akan menurun.       
                                  Tindakan yang harus dilakukan, segera matikan mesin induk agar Turbo Charger tidak mengalami kerusakan yang parah, buka filter pelumas yang menuju ke Turbo Charge. Cuci filter tersebut menggunakan minyak Solar setelah dibersihkan, kemudian mulai lagi mesin untuk mencoba apakah putaran Turbo Charger sudah normal atau belum, apabila putaran turbo masih berat matikan mesin induk lagi selanjutnya melakukan peluncuran Turbo Charger untuk mengganti bearing 

BAB  I V
PENUTUP


4.1    K ESIMPULAN

Berdasarkan dari uraian pada bab sebelumnya, maka penulis mengambil beberapa kesimpulan dengan harapan dapat memberikan pedoman dan membantu menyelesaikan masalah yang terjadi di atas kapal, khususnya dalam hal melakukan perawatan dan perbaikan apabila terjadi naiknya temperatur air pendingin maupun temperatur minyak lumas pada batas normal dan turunya udara tekan Turbo Charger  pada mesin induk yaitu sebagai berikut :
1.       Kurangnya penyerapan panas pendingin air tawar disebabkan oleh banyaknya endapan kotoran yang masuk dan menempel pada Fresh Water Cooler sehingga proses penyerapan panas oleh air pendingin terhambat karena adanya endapan kotoran tersebut, yang akan berdampak buruk pada komponen-komponen mesin lainnya.
2.       Menurunnya tekanan pendingin air laut yang masuk kedalam  Fresh Water Cooler juga dapat mempengaruhi proses penyerapan panas, hal ini dapat  disebabkan karena saringan yang kotor atau juga tekanan pompa yang    telah menurun.
3.       Filter udara yang kotor juga dapat mempengaruhi menurunnya tekanan udara yang dihasilkan oleh Turbo Charger, kotornya filter udara oleh partikel-partikel debu dapat menyumbat aliran udara yang dihisap atau masuk ke Turbo Charger.
4.       Putaran turbo Charger yang melambat dapat mempengaruhi turunnya tekanan udara yang dihasikan meskipun mesin pada putaran tinggi, hal ini dikarenakan pelumasan terhadap poros putar kurang lancar.

4.2    SARAN

Dari kesimpulan di atas maka penulis dapat memberikan saran mengenai permasalahan yang di bahas dalam bab sebelumnya, yang mana saran tersebut semoga dapat dijadikan pedoman dalam menyelesaikan masalah yang terjadi di atas kapal, antara lain sebagai berikut :

1.    Guna menghindari terjadinya proses penyerapan panas yang tidak maksimal maka hendaklah dilakukan pembersihan Fresh Water Cooler terhadap endapan kotoran yang menempel didalam Cooler tersebut secara berkelanjutan sesuai dengan jadwal perawatan.
2.    Guna mendapatkan besarnya tekanan air pendingin yang memadai masuk kedalam Fresh Water Cooler maka perlu dilakukan pembersihan Filter (saringan) sea chest secara berkelanjutan, begitu pula dengan pengecekan pompa sesuai dengan jadwal perawatan pompa.
3.    Guna mendapatkan tekanan udara dari Turbo Charger yang maksimal maka perlu dilakukan pembersihan atau penggantian filter udara supaya udara yang masuk ke Silinder (ruang bakar) lebih banyak.
4.    Untuk menghindari terjadinya kerusakan pada Turbo Charger karena pelumasan poros putar yang kurang lancar, maka perlu dilakukan pembersihan filter minyak lumas yang ke Turbo Charger.







                        DAFTAR PUSTAKA

1.    Boentarto, Drs. Mengatasi Kerusakan Mesin Diesel, Cetakan I, Jakarta 2000, Penerbit Puspa Swara, Anggota IKPI.
2.    Henshall, SH Mesin Diesel Kecepatan Menengah , Institut Insinyur Kelautan, London, 1973.
3.    John M. Downard, Manajemen Kapal , Edisi Ke-1, Cetakan Pertama, Penerbit Departemen Perhubungan, Jakarta.
4.    Moedjiman R.SH. Pedoman Penulisan Makalah Profesi Kepelautan , Edisi Ke-1, Cetakan Pertama, Penerbit BP3IP, Jakarta.
5.    P. Van Mannen, Mesin diesel Kapal , Cetakan Kedua Penerbit Departemen Perhubungan, Jakarta .

Comments

  1. Sangt lekap dan membantu. Terimakasih

    ReplyDelete
  2. mari gabung bersama kami di Aj0QQ*c0M
    BONUS CASHBACK 0.3% setiap senin
    BONUS REFERAL 20% seumur hidup.

    ReplyDelete
  3. ituDewa Poker Domino QQ | Ceme Judi Domino QQ | Agen Domino QQ | Domino QQ Online | Agen Poker | Judi Poker | Poker Online | Agen OMAHA | Agen Super Ten | BlackJack

    PROMO SPESIAL GEBYAR BULANAN ITUDEWA. KUMPULKAN TURNOVER SEBANYAK-BANYAKNYA DAN DAPATKAN HADIAH YANG FANTASTIS DARI ITUDEWA.

    MAINKAN DAN MENANGKAN HADIAH TOTAL RATUSAN JUTA, TANPA DI UNDI SETIAP BULANNYA!

    ? DAIHATSU ALYA 1.0 D MANUAL ( Senilai Rp.100.000.000,- )
    ? IPHONE 12 PRO MAX 512GB ( Senilai Rp.26.999.000,- )
    ? LAPTOP GAMING LENOVO LEGION Y520 ( Senilai Rp.9.999.000,- )
    ? Free Chips 1.500.000
    ? Free Chips 1.000.000
    ? Free Chips 250.000

    DAFTARKAN DIRI ANDA SEGERA : DAFTAR ITUDEWA

    1 ID untuk 7 Game Permainan yang disediakan oleh Situs ituDewa

    => Bonus Cashback 0.3%
    => Bonus Refferal 20% (dibagikan setiap Minggunya seumur hidup)
    => Bonus UPLINE REFERRAL UP TO 100.000!
    => Bonus New Member 10%
    => Customer Service 24 Jam Nonstop
    => Support 7 Bank Lokal Indonesia (BCA, BNI, BRI, Mandiri, Danamon, Cimb Niaga, Permata Bank)

    • Deposit Via Pulsa, OVO & GOPAY
    • Pusat Bantuan ituDewa

    Facebook : ituDewa Club
    Line: ituDewa
    WeChat : OfficialituDewa
    Telp / WA : +85561809401
    Livechat : ituDewa Livechat

    ReplyDelete

Post a Comment